Pengertian Hukum Keluarga Islam dan Fungsi Keluarga dalam Hukum Islam

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Senin, 20 Desember 2021 06:00
Pengertian Hukum Keluarga Islam dan Fungsi Keluarga dalam Hukum Islam
Keluarga memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian besar pada keluarga.

Dream – Keluarga memiliki peran sentral dalam kehidupan manusia. Sejak seseorang lahir ke dunia ini, maka keluargalah menjadi tempat pijakannya yang pertama. Dari keluarga, sang anak mendapatkan pendidikan dan kesiapan untuk kemudian bisa terjun di lingkungannya. Bahkan dari keluarga juga, anak mendapatkan pendidikan agama, baik itu penanaman akhlak, ibadah, dan sebagainya.

Dengan begitu, antar anggota keluarga sudah seharusnya untuk saling menjaga agar tidak ada salah satu yang terjerumus ke dalam lubang dosa. Caranya yakni dengan memberikan pendidikan agama. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Tahrim ayat 6 yang bunyinya sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

 Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).

Karena peran keluarga yang sangat besar bagi kehidupan manusia, maka Islam pun memberikan perhatian yang besar pada keluarga, salah satunya ditunjukkan dengan adanya hukum keluarga Islam. Keberadaan hukum keluarga Islam inilah yang berisi aturan-aturan ditujukan pada setiap anggota keluarga.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas tentang apa itu hukum keluarga Islam dan fungsi keluarga dalam hukum Islam, berikut sebagaimana dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Pengertian Hukum Keluarga Islam

Pengertian Hukum Keluarga Islam© Unsplash.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keluarga adalah ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah atau orang seisi rumah yang menjadi tanggungan.

Nah, dalam kehidupan ini, keluarga pun juga memiliki aturan yang kemudian dikenal dengan hukum keluarga. Ada beberapa pengertian tentang hukum keluarga ini.

Menurut Abdul Wahab Khallaf, hukum keluarga adalah hukum yang mengatur tengang kehidupan keluarga dari proses terbentuknya keluarga tersebut yang dimulai dengan peminangan.

Lalu menurut Prof. Subekti, hukum keluarga adalah hukum yang mengatur tentang hubungan hukum yang muncul dari suatu hubungan kekeluargaan.

Dan menurut Wahhab Al Zuhaili, hukum keluarga adalah hukum mengenai hubungan seseorang dengan keluarganya yang diawali dengan suatu pernikahan hingga berakhirnya pernikahan tersebut.

Sedangkan dalam Islam sendiri dikenal dengan istilah hukum keluarga Islam. Dikutip melalui beritatransparansi.co.id, hukum keluarga Islam adalah hukum yang mengatur tentang kehidupan keluarga dari awal terbentuknya sebuah keluarga melalui proses peminangan hingga berakhirnya keluarga. Dalam hal ini yang dimaksud berkahirnya keluarga adalah terjadinya perceraian atau ada salah satunya yang meninggal dunia.

Sedangkan keberadaan dari hukum keluarga Islam ini sendiri bertujuan untuk mengatur hubungan antara anggota keluarga, baik itu suami, istri, maupun anak-anak di dalam keluarga tersebut.

2 dari 3 halaman

Fungsi Keluarga dalam Hukum Islam

Fungsi Keluarga dalam Hukum Islam© Unsplash.com

Dalam suatu keluarga, tentunya ada tugas atau tanggung jawab yang harus dilakukannya. Dengan menjalankan tugas-tugasnya itulah, maka keluarga tersebut berarti sudah menjalankan fungsinya sebagai keluarga. Berikut adalah beberapa fungsi keluarga dalam konteks hukum Islam seperti dikutip melalui Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam berjudul Representasi Keluarga dalam Konteks Hukum Islam oleh Anung Al Hamat:

Fungsi Biologis

Salah satu fungsi keluarga adalah fungsi biologis. Di mana fungsi ini bertujuan untuk mendapatkan keturunan. Karena setiap pasangan yang sudah menikah sebagian besar mengharapkan hadirnya keturunan di tengah-tengah mereka. Tujuan dari fungsi ini juga untuk memelihara martabat manusia sebagai makhluk yang berakal. Dan hal inilah yang menjadi pembeda antara manusia dengan hewan.

Fungsi Edukatif

Dalam sebuah keluarga juga terdapat fungsi edukatif atau fungsi pendidikan. Di mana keluarga yang menjadi tempat pertama bagi seorang anak saat lahir, berkewajiban untuk memberikannya pendidikan. Dengan begitu, keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong anak agar memiliki kedewasaan dari segi jasmani dan rohani.

Fungsi Religius

Selain itu fungsi keluarga dalam konteks hukum keluarga Islam juga ada fungsi religius atau fungsi keagamaan. Di mana keluarga memiliki kewajiban untuk mengajarkan pendidikan agama kepada anggota keluarganya. Baik itu tentang akhlak, ibadah, dan sebagainya.

Dengan penanaman nilai agama dalam keluarga, maka hal ini bisa menjaga setiap anggota keluarga dari hal-hal yang menjerumuskan atau yang dilarang oleh Allah SWT.

Fungsi Protektif

Fungsi keluarga dalam hukum keluarga Islam ada fungsi protektif atau fungsi melindungi. Dalam sebuah keluarga sudah sewajarnya untuk saling melindungi satu sama lain. Dengan begitu, lingkungan keluarga akan menjadi tempat yang aman bagi setiap anggotanya. Karena gangguan yang bisa menyerang setiap anggota keluarga bisa hadir dari internal dan juga dari eksternal.

3 dari 3 halaman

Fungsi Keluarga dalam Hukum Islam

Fungsi Sosialisasi

Selanjutnya fungsi keluarga dalam hukum keluarga Islam adalah fungsi sosialisasi. Mengingat bahwa seiring berjalannya waktu, setiap manusia nantinya akan terjun di tengah masyarakat dan bersosialisasi dengan mereka. Oleh karena itu, keluarga memiliki tugas untuk memberikan bekal kepada anak-anaknya agar siap saat sudah berada di tengah masyarakat.

Fungsi Ekonomi

Lalu ada fungsi ekonomi, di mana dalam suatu keluarga perlu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Caranya adalah dengan bekerja mencari nafkah agar bisa memenuhi setiap kebutuhan anggota keluarganya. Dan perlu diketahui juga bahwa harta yang dimilikinya tersebut juga harus dipertanggungjawabkan secara sosial dan juga moral.

Fungsi Rekreatif

Fungsi keluarga yang terakhir dalam hukum keluarga Islam adalah fungsi rekreatif. Di mana keluarga menjadi tempat untuk mendapatkan ketenangan dan beristirahat setalah seharian beraktivitas. Ketika kita berada di tengah keluarga, maka akan merasa senang, nyaman, dihargai, dihormati, dan juga disayangi.

Itulah penjelasan terkait apa itu hukum keluarga Islam dan fungsi keluarga dalam konteks hukum Islam. Di mana pada intinya keluarga menjadi tempat atau lingkungan yang bisa memberkan rasa aman, nyaman, tenteram, damai, sekaligus menjadi tempat awal penanaman pendidikan bagi seorang anak. Sehingga sudah seharusnya setiap anggota keluarga harus saling menjaga satu sama lain.

Beri Komentar