Pengertian Takabur dan Cara Menghindarinya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 6 Agustus 2020 12:41
Pengertian Takabur dan Cara Menghindarinya
Orangnya yang memiliki sifat takabur biasanya terlihat angkuh secara lahiriah.

Dream – Takabur adalah salah satu sifat yang sangat dibenci Allah SWT. Takabur merupakan perasaan sombong dan merasa dirinya lebih baik dari orang lain.

Seseorang yang memiliki sifat takabur membuatnya selalu ingin tampil hebat. Serta memandang rendah orang selain dirinya.

Sifat ini tak hanya dibenci oleh Allah. Namun juga sangat tidak sukai oleh sesama manusia. Karena keangkuhan yang dimilikinya membuat orang disekitarnya merasa tidak nyaman. Dan memilih untuk menjauhinya.

Orangnya yang memiliki sifat takabur biasanya terlihat angkuh secara lahiriah. Allah SWT berfirman, " Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri." (QS. Luqman: 18).

Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah memberikan peringatan untuk menjauhi sifat takabur.

" Dari Abdullah bin Mas’ud bin Malik dari Rasulullah SAW beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang terdapat dalam hatinya sifat takabur (sombong) walaupun hanya seberat atom yang sangat halus sekalipun." (H.R Muslim).

1 dari 5 halaman

Akibat dari Memiliki Sifat Takabur

Al Quran© Pexels.com

 

Terhalang dari Mendapatkan Kebenaran Ayat-Ayat Allah

Orang-orang yang sombong akan terhalang dari kebenaran ayat-ayat Allah. Hal ini dikarenakan hatinya telah tertutup oleh sikap kesombongan yang selalu merasa dirinya benar, berkuasa, atau lebih dari siapapun.

Allah SWT berfirman, “ Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.” (QS. Al A’raf: 146)

2 dari 5 halaman

Akan Dibenci Allah SWT

 

Sudah jelas bahwa Allah SWT sangat membenci orang-orang yang memiliki sifat takabur. Golongan orang ini akan sulit mendapat hidayah, karena didalam hatinya selalu merasa hebat. Dan selalu merasa tidak membutuhkan pertolongan dalam kehidupannya.

Allah SWT berfirman, “ Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl: 23)

3 dari 5 halaman

Tertutup Mata dan Hatinya

 

Orang-orang yang memiliki sifat takabur, hatinya akan dipenuhi oleh ketamakan. Membuat mata dan hatinya tertutup dari segala kebenaran lainnya.

Firman Allah SWT, “ (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” (QS. Al Mu’min: 35)

4 dari 5 halaman

Mendapat Kehinaan dan Siksaan Akhirat

akibat takabur© Shutterstock

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “ Orang-orang yang sombong, keras kepala dan takabur, akan dikumpulkan pada hari kiamat seperti kumpulan semut, dipijak-pijak oleh manusia karena hinanya mereka di sisi Allah.”

Orang-orang yang bersifat takabur akan mendapat kehinaan dan siksaan kelak di akhirat. Untuk itu betapa Rasulullah sangat menganjurkan untuk menghindarkan diri dari sifat yang sangat dibenci Allah ini.

Karena bukan hanya di dunia saja mereka akan dijauhi oleh sesama manusia, namun kelak diakhirat juga mendapat balasan yang sangat berat.

5 dari 5 halaman

Cara Menghindarkan Diri Dari Sifat Takabur

 

Dikutip dari NU Online, Imam Al Ghazali begitu mewanti-wanti bahaya sifat takabur ini. Untuk menghindar dari penyakit ini, Imam Al Ghazali memiliki lima resep.

Pertama, jangan meremehkan anak kecil. Anak kecil belum pernah bermaksiat, sehingga lebih baik dari orang dewasa.

Kedua, jangan menyepelekan orang yang lebih tua. Anggaplah orang lebih tua beribadah kepada Allah SWT lebih dulu ketimbang kita, sehingga bisa jadi amalan pahalanya lebih besar.

Ketiga, bila ada orang berilmu, berusahalah menganggap orang itu menerima anugerah yang tidak kita peroleh, sudah menjangkau apa yang belum kita capai, tahu apa yang belum kita ketahui.

Keempat, bila orang lain itu bodoh, beranggapanlah bahwa kalaupun bermaksiat orang bodoh berbuat atas dasar kebodohannya, sementara dirimu berbuat maksiat justru dengan bekal ilmu.

Kelima, bila orang lain itu kafir, beranggapanlah bahwa kondisi akhir hayat seseorang tidak ada yang tahu. Bisa jadi orang kafir itu di kemudian hari masuk Islam lalu meninggal dunia dengan amalan terbaik (husnul khatimah).

Dengan mengikuti kelima resep dari Imam Ghazali tersebut, peluang-peluang untuk bersifat takabur akan tertutup. Seolah beliau ingin mengatakan bahwa sepatutnya seseorang menghabiskan energinya untuk introspeksi kepada diri sendiri ketimbang sibuk menghakimi kualitas diri orang lain.

 

(Sumber: dalamislam.com dan berbagai sumber lainnya)

Beri Komentar