Pengusaha Ini Rela Bayar Denda Demi Membela Muslimah

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 9 Juni 2014 11:37
Pengusaha Ini Rela Bayar Denda Demi Membela Muslimah
Bagi wanita yang ingin memakai burka, tidak usah khawatir. Meski mereka mendapat denda, silakan melakukannya lagi (memakai burka) dan kami akan mengganti biaya denda.

Dream - Beberapa negara Eropa menerapkan peraturan yang ketat bagi wanita yang memakai burka, misalnya Perancis dan Belgia. Mereka akan didenda jika kedapatan mengenakan burka di jalanan.

Namun, seorang pebisnis Perancis keturunan Aljazair Rachid Nekkaz secara sukarela membayar denda bagi para muslimah yang memakai burka itu.

Nekkaz yang beristrikan seorang wanita Perancis keturunan Amerika, bahkan sudah menyediakan jutaan euro untuk membayar denda bagi para muslimah.

Diperkirakan sekitar 400 hingga 2.000 wanita Perancis selalu memakai burka dalam kesehariannya. Bagi wanita yang kedapatan mengenakan burka di jalanan, pemerintah Perancis akan mengenakan denda sebesar 150 Euro.

Nekkaz menegaskan, dia dan istrinya melakukan hal ini tidak dilandasi agama tapi melihat aturan itu merupakan bentuk penghinaan hak-hak konstitusional rakyat Perancis.

" Bagi wanita yang ingin memakai burka, tidak usah khawatir. Meski mereka mendapat denda, silakan melakukannya lagi (memakai burka) dan kami akan mengganti biaya denda," ujar dia.

Cecile Le Roux, istri Nekkaz, menegaskan ia dan suaminya juga tidak mendukung burka. Menurutnya, sungguh tidak nyaman berbicara dengan orang yang mengenakan burka karena tidak bisa mengenali wajahnya.

Namun yang menjadi perhatiannya adalah hak individu yang melekat pada setiap orang. " Saya yakin dengan kebebasan individu yang dianggap suci di negara Barat yang demokratis ini," katanya.

Pasangan ini telah menyisihkan sekitar 200.000 euro dari uang mereka sendiri dan 50.000 Euro lainnya didapatkan melalui donasi. Uang tersebut digunakan untuk membayar denda. Pada 2011, Nekkaz diberitakan telah membayar denda 2 muslimah yang terkena denda saat mengenakan burka.

Tanggapan Pemerintah

Eric Raoult, anggota parlemen Perancis, yang ikut menyusun aturan larangan memakai burka itu, mengatakan bahwa langkah Nekkaz sebagai sesuatu yang sia-sia. Menurutnya, Nekkaz seharusnya ikut memberikan penjelasan soal inti larangan memakai burka kepada pemakaiannya.

Raoult mengatakan larangan memakai burka bukan bertujuan untuk menghukum pemakaiannya tapi memberikan pilihan agar mereka tidak mengenakannya lagi.

Apalagi, akhir-akhir ini dia melihat banyak wanita muda yang sudah tidak lagi memakai burka tapi memakai kerudung sehingga wajah mereka kelihatan.

Dari berbagai sumber)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'