Penyandang Difabel Ditolak Taksi Online

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 4 Desember 2019 12:49
Penyandang Difabel Ditolak Taksi Online
Si pengemudi tak mau menggendong.

Dream - Taksi online sudah menjadi salah satu alat transportasi andalan kita saat ini. Tapi, perlakuan pengemudi taksi online yang semena-mena masih kerap terjadi.

Seorang disabilitas, Maisty Akhdaniyah, mengaku pernah ditolak pengemudi taksi online. Penolakan muncul karena pengemudi melihat Maisty yang menggunakan kursi roda.

Kisah ini berawal ketika Maisty ingin berpergian ia memesan taksi online. Ketika sang driver sampai di depan rumahnya dan melihat dia menggunakan kursi roda driver langsung memintanya untuk membatalkan pesanan.

Hal ini terjadi lantaran sang pengemudi takut mobilnya lecet karena harus membawa kursi roda dan tidak mau menggendong Maisty untuk naik dan turun dari mobil.

" Saya pernah menggunakan taksi online lalu diminta untuk membatalkan orderan, katanya mobilnya takut lecet terus dia gak mau gendong saya," ujar Maisty, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

 

1 dari 7 halaman

 -- © -

Sebenarnya Maisty dapat naik dan turun dari mobil sendiri tanpa digendong supir taksi online.

Sang driver tetap meminta Maisty untuk membatalkan pesanannya. Akhirnya, Maisty membatalkan pesanan tersebut.

" Padahal saya bisa naik turun mobil sendiri, terus mereka menolak dan minta dicancel padahal sudah sampai depan rumah," ujar dia.

Laporan: Shania Suha Marwan

2 dari 7 halaman

Ma'ruf Amin Bersyukur Ada Disabilitas Jadi Wamen

Dream - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, bersyukur ada disabilitas masuk ke dalam pemerintahan. Dia mencontohkan Angkie Yudistia, staf khusus kepresidenan bidang sosial, dan Surya Tjandra, wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Surya Tjandra.

" Kita juga mengenal Ibu Angkie Yudistia, yang baru saja diangkat sebagai staf khusus Presiden RI mewakili generasi milenial. Siapa tahu bukan hanya staf khusus, tapi wakil presiden," ucap Amin saat membuka Hari Disabilitas Internasional, Selasa 3 Desember 2019.

" Bapak Surya Tjandra, Wakil Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang juga merupakan seorang penyandang disabilitas, saya harap nanti jadi menteri bukan hanya wakil menteri," kata dia.

Selain dua sosok tersebut, Amin juga mengapresiasi atlet paralimpik Indonesia, Karisma Evi Tiarani. Sosok Evi dikenal dunia karena memecahkan rekor dunia nomor 100 meter putri di ajang World Para Athletics Championships 2019 di Dubai, Uni Emirates Arab.

" Evi, Bapak Surya Tjandra, dan Ibu Angkie Yudistia, merupakan beberapa role model yang telah menunjukkan betapa para penyandang disabilitas di negara ini mampu memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa dan negara," ujar dia.

Amin berpesan agar penyandang disabilitas di seluruh Indonesia tetap semangat dan membuktikan ke masyarakat bahwa mereka mampu bersaing.

Sumber: 

3 dari 7 halaman

Profil Surya Tjandra, Wakil Menteri Anak Tukang Ayam Jatinegara

Dream – Ada yang berbeda dari Kabinet Indonesia Maju. Di kabinet ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat seorang penyandang disabilitas sebagai wakil menteri di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Dia adalah Surya Tjandra, kader dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“ Barusan diminta oleh Pak Jokowi untuk membantu menteri ATR, Agraria dan Tata Ruang, (menjadi) wakil kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional),” kata Surya di Jakarta, dikutip dari live streaming Kompas TV, Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019.

Kader partai pimpinan Grace Natalie ini mengatakan Jokowi ingin merampungkan masalah agraria, seperti tumpang tindih perizinan dan konflik lahan. Diharapkan dalam setahun, sudah ada penyelesaian dari masalah-masalah di bidang pertanahan dan kehutanan.

“ Dalam setahun ini, (diharapkan) ada hasil yang lebih baik,” kata dia.

Sekadar informasi, Surya adalah penyadang disabilitas daksa. Kakinya terserang polio sejak dia berusia 6 bulan.

4 dari 7 halaman

Siapa Surya Tjandra?

Dikutip dari laman PSI, Surya dibesarkan dari keluarga tak mampu. Orang tuanya adalah pedagang ayam potong di Pasar Jatinegara, Jakarta. Saat itu, keluarganya tinggal di rumah kontrakan dan sering pindah rumah.

Orang tua Surya selalu mendorong anak-anaknya untuk menggapai cita-cita dan memberikan kebebasan untuk memilih sendiri apa yang diimpikan.

Karena terlahir dari keluarga yang kurang mampu, Surya dan kakak-kakaknya sempat tak diizinkan mengambil rapor sebelum melunasi biaya sekolah. Malah, saudara-saudaranya terpaksa berhenti kuliah karena mengalami kesulitan perekonomian.

Menyadari kondisi ini, Surya masuk ke sekolah negeri yang biaya pendidikannya terjangkau. Setelah lulus dari SMAN 68 Jakarta, dia diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pria ini juga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi hukum S-2 di Universitas Warwick, Inggris, dan S-3 di Universitas Leiden, Inggris.

5 dari 7 halaman

Kepekaan Tinggi untuk Kemiskinan, Ketidakadilan, dan Perburuhan

Surya punya sensitivitas yang tinggi dengan isu kemiskinan dan ketidakadilan. Hal ini yang mendorongnya untuk memilih bekerja di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, untuk memberikan bantuan hukum kepada rakyat miskin dan buta hukum.

Dia juga sangat peduli terhadap isu perburuhan. Ini terlihat saat Surya terlibat di Komite Aksi Jaminan Sosial.

Komite ini mengajukan gugatan terhadap pemerintah ke pengadilan terkait kelalaian pemerintah untuk melaksanakan perintah UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN).

Surya yang berperan sebagai Koordinator “ Tim Pembela Rakyat untuk Jaminan Sosial” menjadi kuasa hukum dari ratusan penggugat dari berbagai kalangan masyarakat dan bertanggung jawab dalam merancang gugatan hingga mengikuti persidangan di pengadilan.

Pengalaman bekerja di LSM pendamping, advokasi perburuhan, dosen, dan peneliti bidang hukum di sejumlah universitas memberikan Surya kemampuan untuk menganalisis dan memahami masalah-masalah yang ada untuk satu isu tertentu.

Surya belajar bahwa isu jaminan sosial, misalnya, merupakan ujung gunung es dari berbagai isu lain, seperti politik anggaran, pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas, aturan pelaksanaan, dan lain-lain.

Dia juga belajar untuk menetapkan fokus dan prioritas, serta pengorganisasian untuk langkah-langkah yang harus diambil untuk mewujudkannya.

6 dari 7 halaman

Mengenal Angkie Yudistia, Sosok Difabel Berprestasi 'Pasukan Muda' Jokowi

Dream - Sejak muda Angkie Yudistia sudah tahu betul apa yang ingin diraih dan selalu mencari jalan melakukannya. Ia merupakan penyandang tunarungu. Saat kecil, Angkie terkena penyakit malaria yang membuatnya demam tinggi dan kehilangan pendengaran.

Kekurangan tersebut tak lantas membuatnya menyerah. Di usia 20-an, Angkie sempat menjadi model dan wajahnya menghiasi berbagai sampul majalah dan iklan. Tak hanya itu, Angkie juga mendirikan Thisable Enterprise, asosiasi sumber daya manusia untuk penyandang disabilitas dan non-disabilitas.

Perempuan 32 tahun ini juga seorang penulis. Angkie telah menelurkan tiga buah buku yang bertajuk Menembus Batas, Setinggi Langit, dan Sociopreneur.

Pada akhir Oktober 2019 lalu, Angkie Yudistia dianugerahkan penghargaan sebagai Asia Women Marketer of the Year 2019 di Asia Marketing Federation yang berlangsung di Taipei, Taiwan.

7 dari 7 halaman

Demi Indonesia yang Ramah Disabilitas

Ia juga menerima penghargaan Ikon Prestasi Pancasila 2019 dan menjadi penghargaan ke-21 selama berkarier. Apresiasi ini diberikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

 Cerita Angkie Yudistia Memilih Bahan Hijab Buat TunarunguCerita Angkie Yudistia Memilih Bahan Hijab Buat Tunarungu © © MEN

Dengan sederet pencapaian dan prestasi, tak heran kalau Angkie ditunjuk oleh presiden Jokowi sebagai staf khusus. Ia diberi tugas menjadi juru bicara Presiden membawahi bidang sosial.

Targetnya adalah agar Indonesia lebih inklusif dan ramah bagi disabilitas. Ditunggu ide-ide cemerlangnya, Angkie!

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak