Perjuangan Wanita Tiga Zaman

Reporter : Ayik
Jumat, 16 Januari 2015 11:38
Perjuangan Wanita Tiga Zaman
Selain itu Mbah Watem juga masih sanggup mengangkat beberapa barang dan berjalan kaki setiap hari tanpa menggunakan alas kaki.

Dream - Keinginan untuk tetap bertahan hidup dengan caranya sendiri terus dilakukan nenek berusia 100 tahun ini. Hampir setiap hari menjajakan beberapa telur ayam, telur bebek dan kacang-kacangan di Pasar Ceremai. Mbah Watem begitu dia disapa. Selalu ramah meladeni para pembeli.

Tubuhnya yang sedikit membungkuk tidak menghalangi aktivitas Mbah Watem. Suami dan seluruh keluarga telah lama meninggal. Jadi tak heran Mbah Watem berusaha keras untuk bertahan hidup dengan cara giat berjualan di pasar.

Para tetangga yang mengenalnya sangat kagum dengan apa yang dilakukan si Mbah. Seringkali Mbah Watem disebut-sebut sebagai perempuan tiga zaman, karena usianya yang lebih dari 100 tahun.

Fisik yang dimiliki Mbah Watem cukup kuat. Sebagai orangtua yang lanjut usia, dia jarang sakit-sakitan. Selain itu Mbah Watem juga masih sanggup mengangkat beberapa barang dan berjalan kaki setiap hari tanpa menggunakan alas kaki.

" Hidup itu harus penuh semangat, kalau diri sendiri tak bersemangat bagaimana orang lain yang melihatnya" , ungkap Mbah Watem.

Penasaran dengan kisah mbah Watem si wanita 3 zamn? Yuk simak kisah selengkapnya Baca di sini. (Ism)

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

Beri Komentar