Perjuangan Wanita Saudi Gapai Sukses di Bisnis Hotel Mekah

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 28 September 2014 11:01
Perjuangan Wanita Saudi Gapai Sukses di Bisnis Hotel Mekah
Bagi penduduk Saudi, kehadiran wanita di pucuk jabatan hotel seringkali dianggap risih.

Dream - Untuk negara seperti Indonesia, kisah sukses pengusaha wanita di dunia perhotelan mungkin bukan hal yang luar biasa. Namun bagi warga Arab Saudi dimana wanita tak bisa leluasa berkarir, sukses di bisnis hotel bintang lima adalah sebuah prestasi tersendiri.

Adalah Nihad Yamani, supervisor di Makkah Hilton, yang mampu memegang possi kunci di hotel bintang lima di kota suci umat muslim ini. Kinerja yang luar biasa Nihad telah berperan dalam menghilangkan skeptisisme dari sejumlah besar warga Saudi terhadap peran perempuan.

Nihad bahkan dianggap salah satu perempuan perintis Saudi yang bekerja di bagian departemen human resources (HR) di hotel berbintang tersebut. Kariernya di sektor perhotelan telah menantang stigma bahwa perempuan hanya pintar di rumah dan hanya bisa menerima tamu di rumah mereka.

" Saya memulai karier sebagai karyawan di bagian layanan pelanggan dan kemudian dipromosikan ke bagian supervisor. Dengan kerja keras dan upaya tak kenal lelah, saya kemudian menjadi salah satu pegawai di departemen HR," katanya seperti dikutip Saudigazette, Minggu, 28 September 2014.

Rahasia sukses Nihad dalam karirnya terbantu karena keramahannya saat melayani tamu. " Ini adalah bagian dari sifat seorang perempuan. Mereka memiliki potensi dan kualitas intrinsik lebih cemerlang dari seorang pria di sektor perhotelan," katanya.

Selain Nihad, Al-Munawar Jawhara yang bekerja sebagai karyawan hotel bintang lain di Makkah juga dianggap mencatat sukses besar. Dia bertanggung jawab dalam e-bisnis, merancang iklan dan mengelola situs jejaring sosial. Munawar adalah salah satu dari beberapa perempuan Saudi yang bekerja di bidang di hotel di Makkah untuk pertama kalinya.

" Saya menikmati semua pekerjaan ini. Selain mengambil foto untuk acara dan membuat iklan promosi untuk hotel," katanya. Awalnya Munawar bergabung di hotel sebagai staf di bagian reservasi.

Afnan Muadan, karyawan layanan pelanggan di Swisshotel, mengatakan dia dan rekannya menghadapi beberapa kesulitan karena anggota masyarakat Saudi tertentu enggan dilayani oleh perempuan.

" Bahkan beberapa pejabat Saudi berusaha menjauh dalam berinteraksi dengan staf perempuan. Pada beberapa kesempatan, pelanggan akan menutup telepon ketika mereka mendengar suara perempuan," katanya. (Ism)

Beri Komentar