Pesan Rasulullah SAW di Awal Ramadan dan Jelang Idulfitri

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 4 Mei 2021 15:30
Pesan Rasulullah SAW di Awal Ramadan dan Jelang Idulfitri
Lebaran hadir tinggal hitungan hari.

Dream - Bulan puasa tahun ini sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Rasanya begitu cepat Ramadan berlalu dan kita tak ingin meninggalkan bulan yang suci ini begitu saja. Masih ingat dengan awal-awal jelang Ramadan, seluruh umat Muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan antusias.

Mulai waktu Maghrib hingga malam, jika tak ada pandemi COVID-19, masjid dan surau sibuk dengan agenda pengajian buka puasa dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjemaah.

Usai Subuh, pengajian digelar sebagai siraman rohani di kala pagi.

Di awal Ramadan, Rasulullah Muhammad SAW pernah meninggalkan pesan yang menyentuh. Pesan tersebut tercantum dalam hadis riwayat Ahmad dan An Nasa'i.

" Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan atas kalian berpuasa. Pintu-pintu langit dibuka di bulan ini, pintu-pintu neraka jahim ditutup, setan-setan pengganggu dibelenggu. Di bulan ini terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa terhalangi dari kebaikan di dalamnya, maka ia telah terhalangi (mendapat kebaikan yang sempurna."

Abu Al Hasan Ubaidillah bin Muhammad Al Mubarakfauri menjelaskan hadis ini dalam kitabnya Mir'atul Mafatih Syarh Misykat Al Mashabih.

" Maksud sabda Nabi soal 'bulan yang diberkahi' adalah bahwa terdapat banyak kebaikan, baik yang tampak atau abstrak sebagaimana fakta yang ada. Sabda Nabi 'barangsiapa terhalangi dari kebaikannya, ia terhalangi mendapat kebaikan' bermakna ia tercegah mendapatkan seluruh kebaikan sebagaimana akan disebutkan secara jelas, maka redaksi ini mengandung melebihkan yang agung. Yang dikehendaki adalah tercegahnya pahala yang sempurna atau pengampunan yang menyeluruh, yang didapatkan oleh orang yang beribadah menghidupi malam harinya."

1 dari 2 halaman

Jelang Lebaran

Namun, bulan Ramadan yang akan kita tinggal dalam hitungan hari Rasulullah SAW juga memiliki pesan dan beberapa hal yang biasa dilakukannya dalam menyambut dan merayakan hari raya Idulfitri.

Takbir

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengumandangkan takbir pada malam terakhir Ramadan hingga pagi hari satu Syawal. Hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185:

“ Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.”

2 dari 2 halaman

Makan Sebelum Sholat Idul Fitri

Salah satu hari yang diharamkan berpuasa adalah hari raya Idulfitri.

Bahkan, dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa berniat tidak puasa pada saat hari Idulfitri itu pahalanya seperti orang yang sedang puasa di hari-hari yang tidak dilarang.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa: " Pada waktu Idulfitri Rasulullah saw. tidak berangkat ke tempat sholat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

Sholat Idulfitri

Rasulullah menunaikan shalat Idulfitri bersama dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya--–baik laki-laki, perempuan, atau pun anak-anak.

Rasulullah bahkan memilih rute jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat dilangsungkannya sholat Idulfitri.

Rasulullah mengakhirkan pelaksanaan shalat Idulfitri, biasanya pada saat matahari sudah setinggi tombak atau sekitar dua meter. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan zakat fitrah.

Beri Komentar