Petani Dihina Miskin dan Diusir dari Showroom, Sejam Kemudian Datang Bawa Uang Tunai Beli Mobil, Salesnya Auto Gelagapan

Reporter : Sugiono
Sabtu, 29 Januari 2022 18:45
Petani Dihina Miskin dan Diusir dari Showroom, Sejam Kemudian Datang Bawa Uang Tunai Beli Mobil, Salesnya Auto Gelagapan
"Saya telah meminta eksekutif dan pemilik showroom untuk meminta maaf kepada kami secara tertulis karena telah mempermalukan saya," kata petani itu.

Dream - Pembeli adalah raja, demikianlah kata pepatah. Sehingga siapapun dan seperti apapun penampilan pelanggan, harus mendapat pelayanan yang terhormat dari para penjual. Apalagi, pada dasarnya semua orang harus saling menghormati.

Namun prinsip itu tidak terjadi di sebuah showroom di distrik Tumakuru, Karnataka, India, saat seorang petani ingin membeli mobil pikap Bolero. Petani bernama Kempegowda itu, yang datang dengan teman-temannya, malah diusir oleh sales showroom tersebut.

Kempegowda mengaku hanya dianggap sebagai window-shoppers alias melihat-lihat saja. Sales eksekutif itu bahkan mengatakan bahwa Kemegowanda tidak punya 10 rupee di kantongnya, apalagi sejuta rupee untuk membeli mobil.

" Melihat pakaian saya dan kondisi saya, mereka merasa bahwa saya tidak punya duit. Salah satu pegawai mereka mengatakan kepada saya, 'Anda mungkin bahkan tidak memiliki 10 rupee, apakah Anda akan membeli kendaraan ini?'," kata Kempegowda.

1 dari 4 halaman

Merasa terhina, Kempegowda dan teman-temannya pulang sambil berujar kepada pengelola showroom bahwa mereka dalam sejam lagi bakal kembali dengan membawa uang tunai untuk membeli SUV.

Kempegowda menyuruh sales eksekutif yang menghinanya untuk mengantarkan mobil pada hari itu juga, jika mereka berhasil membawa uang tunai.

Video insiden tersebut menjadi viral dengan beberapa pengguna menuduh tim penjualan di showroom itu rasis.

2 dari 4 halaman

Menurut The Times of India, sales eksekutif merasa bahwa para petani itu tidak akan pernah berhasil memenuhi tantangan mereka karena sudah terlambat untuk menarik uang tunai dari bank hari itu.

Namun tiga puluh menit kemudian, para petani kembali dengan satu juta rupee dan membeli mobil. Tapi, sales eksekutif tidak bisa mengantarkan dan meminta waktu dua hari.

Para petani itu marah dan mengajukan pengaduan ke polisi setempat. Personel polisi di Tilak Park harus membujuk Kempegowda dan teman-temannya untuk kembali ke rumah mereka.

3 dari 4 halaman

Kempegowda menyatakan tidak ingin membeli mobil itu lagi dan menuntut permintaan maaf tertulis dari showroom karena telah mempermalukannya dan teman-temannya.

" Saya telah meminta eksekutif dan pemilik showroom untuk meminta maaf kepada kami secara tertulis karena telah mempermalukan saya dan teman-teman saya. Sekarang, saya kehilangan minat untuk membeli kendaraan itu," kata Kempegowda. (Sumber: India.com)

4 dari 4 halaman

Beri Komentar