Puasa Syawal, Lafal Niat dan Ketentuan Waktunya

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 11 Juni 2019 16:01
Puasa Syawal, Lafal Niat dan Ketentuan Waktunya
Puasa sunah ini mengandung keutamaan yang besar.

Dream - Puasa cunah enam hari saat bulan Syawal merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan. Puasa ini memiliki keutamaan yang besar yaitu mendapatkan pahala puasa selama setahun penuh.

Dalam menjalankan setiap ibadah baik fardlu maupun sunah, keberadaan niat memiliki peranan sangat penting. Terutama pada puasa, niat merupakan salah satu dari rukun ibadah.

Dikutip dari NU Online, niat mengandung qashad (maksud) dari orang yang melakukan ibadah. Kaitannya dalam hal ini adalah ibadah puasa sunah.

Selain itu, dalam niat, seseorang juga menyebutkan ta'arudh (status hukum) ibadah apakah wajib atau sunah. Juga menyebutkan ta'yin atau nama ibadahnya.

Mengenai ta'yin puasa Syawal, sebagian ulama menyatakan harus mengingat puasa sunah Syawal ketika berniat dalam batinnya. Tetapi, sebagian ulama lainnya menyatakan tidak wajib ta'yin.

 

1 dari 2 halaman

Ketentuan Pelaksanaan Puasa Syawal

Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj menjelaskan demikian.

" Perkataan ‘Tetapi mencari…’ merupakan ungkapan yang digunakan di Mughni, Nihayah, dan Asna. Bila ditanya, Imam An Nawawi berkata di Al Majmu', 'Ini yang disebutkan secara mutlak oleh ulama Syafi’iyyah. Semestinya disyaratkan ta'yin (penyebutan nama puasa di niat) dalam puasa rawatib seperti puasa 'Arafah, puasa Asyura, puasa bidh (13,14, 15 setiap bulan Hijriah), dan puasa enam hari Syawal seperti ta'yin dalam sholat rawatib'. Jawabnya, puasa pada hari-hari tersebut sudah diatur berdasarkan waktunya. Tetapi kalau seseorang berniat puasa lain di waktu-waktu tersebut, maka ia telah mendapat keutamaan sunah puasa rawatib tersebut. Hal ini serupa dengan sholat tahiyatul masjid. Karena tujuan dari perintah puasa rawatib itu adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri terlepas apa pun niat puasanya. Guru kami menambahkan, di sinilah bedanya puasa rawatib dan sembahyang rawatib."

Puasa Syawal memang sangat dianjurkan dilaksanakan pada enam hari usai 1 Syawal, yaitu mulai 2 hingga 7 Syawal. Meski demikian, jika dilaksanakan di luar tanggal tersebut atau tidak berurutan, seseorang tetap mendapatkan keutamaannya.

Apalagi orang yang berniat mengqadha atau menunaikan nazar puasa di bulan Syawal. Keutamaan yang mereka dapat setara dengan melakukan puasa sunah Syawal.

 

2 dari 2 halaman

Lafal Niat Puasa Syawal

Sedangkan lafal niat puasa sunah Syawal sebagai berikut.

 Niat Puasa Syawal

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala.

Artinya,

" Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri