Rasulullah SAW Selalu Doakan yang Baik Pada Para Pembenci

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 24 Maret 2019 18:00
Rasulullah SAW Selalu Doakan yang Baik Pada Para Pembenci
Rasulullah berpesan umpatan atau perkataan buruk hanya membuat orang sakit hati.

Dream - Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan sebagai sosok yang sempurna. Tidak ada cela sedikitpun pada diri Rasulullah, baik dalam perilaku maupun perkataan.

Allah SWT memang menyiapkan Rasulullah dengan segala kesempurnaannya. Ini karena Rasulullah menjadi suri teladan bagi segenap manusia, sehingga harus punya banyak sifat baik.

Sebagai manusia, Rasulullah juga punya pembenci. Tetapi, Rasulullah selalu memperlakukan mereka yang membencinya dengan santun.

Salah satunya, tidak pernah muncul ucapan kotor ataupun umpatan kepada semua orang termasuk musuhnya. Malah Rasulullah selalu mendoakan yang baik untuk mereka.

Ada banyak riwayat yang menceritakan hal ini. Seperti riwayat yang dinukil Abdul Mun'im Al Hasyimi dalam bukunya Akhlak Rasul Menurut Al Bukhari dan Muslim.

Ketika umat Islam memenangkan Perang Badar, Rasulullah melarang para sahabat untuk mengumpati korban dari pihak lawan. Rasulullah beralasan umpatan hanya akan menyakiti hari orang yang masih hidup.

1 dari 1 halaman

Doa Rasulullah, Agar Para Musuh Dapat Hidayah

Demikian pula yang terjadi ketika Rasulullah bersama sahabat berjalan melewati kaum Tsaqif. Kala itu, salah satu sahabat meminta Rasulullah mendoakan kaum Tsaqif agar dilaknat oleh Allah.

Apa yang terjadi? Rasulullah menolak permintaan itu dan justru mendoakan yang baik. Doa Rasulullah yaitu agar kaum Tsaqif mendapatkan hidayah.

Kaum Tsaqif adalah penguasa Thaif. Ketika hijrah dari Mekah ke Thaif, Rasulullah berharap perlindungan dari kejaran dan ancaman kaum Quraisy.

Apa yang didapat Rasulullah dan sahabat yang mengiringi justru sebaliknya. Kaum Tsaqif malah melempari Rasulullah dengan batu sampai kaki Rasulullah terluka.

Peristiwa serupa juga terjadi ketika umat Islam kalah dalam Perang Uhud. Kala itu, beberapa sahabat meminta Rasulullah mendoakan kaum Quraisy terkena laknat.

Permintaan itu dijawab sebaliknya oleh Rasulullah.

" Sesungguhnya saya diutus dengan membawa kasih sayang. Saya tidak diutus sebagai tukang melaknat. Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka tidak mengetahui," kata Rasulullah.

Begitulah sifat Rasulullah yang harus kita teladani. Sehingga kita sebisa mungkin tidak mendoakan hal buruk kepada orang yang membenci kita.

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara