Menggetarkan, Ikhtiar Santri Tuna Netra Hafalkan Al-Qur'an

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 4 Desember 2019 09:01
Menggetarkan, Ikhtiar Santri Tuna Netra Hafalkan Al-Qur'an
Para tuna netra ini begitu bersemangat menghafal Alquran.

Dream - Dunia memperingati Hari Disabilitas yang jatuh setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada para difabel untuk mendapatkan kesempatan yang setara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

Merayakan Hari Disabilitas Sedunia, santri Rumah Tahfiz Nurul Qolbi Bogor, Jawa Barat, mengisi dengan hafalan Al-Qur'an. Para santri rumah tahfiz ini adalah para penyandang tuna netra.

Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an, Abdul Ghofur, mengatakan saat ini ada 367 santri difabel di Rumah Tahfiz Nurul Qolbi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang daerah dan usia, bahkan ada yang masih anak-anak.

" Alhamdulillah, kini sebanyak 367 santri tengah menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfiz Nurul Qolbi. Hafalan mereka beragam mulai dari 1, 5, 10, 15, 20, 25 bahkan ada dua santri yang telah khatam menghafal 30 juz," kata Ghofur.

santri tuna netra© istimewa

Ghofur mengatakan Daarul Qur'an memberikan perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas. Mereka diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi dalam dirinya.

1 dari 6 halaman

Semangat Menghafal Al-Qur'an

Menurut dia, dakwah Daarul Qur'an didawamkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Demi terwujudnya cita-cita besar, membangun dunia dengan Alquran.

" Ikhtiar pun terus dijalankan, salah satunya seperti membimbing penyandang disabilitas menghafal Al-Qur'an," kata dia.

Selanjutnya, Ghofur berharap semangat para tunanetra ini bisa menjadi energi bagi mereka yang dianugerahi fisik sempurna.

Santri Rumah Tahfiz© istimewa

Santri Rumah Tahfiz Nurul Qolbi, Sa'adah, 45 tahun, begitu bersemangat menghafal Al-Qur'an. Tuna netra yang dia alami tidak menjadi penghalang baginya.

Dia bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari rumahnya di Sukabumi ke rumah tahfiz. " Yang penting saya bisa menghafal Al-Qur'an," kata dia.

2 dari 6 halaman

Tergerak Hafalkan Alquran, PNS Jabar Ikuti Ujian Tahfiz

Dream - Generasi penghafal Alquran di Indonesia terus tumbuh. Mereka pun berasal dari beragam latar belakang, baik usia maupun profesi.

Ada balita, anak-anak, remaja, hingga usia lanjut. Ada juga yang pelajar, petani, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS), tergerak untuk menjadi penghafal Alquran.

Demikian halnya dengan Kantor Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat. Puluhan PNS turut menjadi penghafal Alquran lewat program Tahfiz Corporate.

Ujian Tahfiz© istimewa

Program ini digagas oleh PPPA Daarul Quran Bandung. Para PNS tersebut juga telah menjalani Ujian Tahfiz yang dilaksanakan di mushola Dinas Perikanan Jabar pada Senin lalu, 28 Oktober 2019.

" Beberapa peserta sudah ada yang berhasil hafiz juz 30," ujar Penanggung Jawab Tahfiz Corporate Daarul Quran Bandung, Iqbal Tawakal, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Iqbal mengatakan ada dua orang peserta yang sudah menyelesaikan hafalan 1 juz. " Salah satunya atas nama Ibu Warsiti, beliau itu sudah hafal juz 30, sedangkan peserta yang lainnya masih belum lancar," kata dia.

PNS Tahfiz© istimewa

Direktut Utama PPPA Daarul Quran, Abdul Ghofur, menjelaskan, Tahfiz Corporate merupakan program yang didawamkan untuk berdakwah tahfizul Quran. Diharapkan program ini dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Ghofur mengatakan program ini sudah dijalankan tidak hanya di institusi pemerintah. Sejumlah perusahaan baik BUMN maupun swasta turut terlibat dalam program ini.

" Alhamdulillah perusahaan seperti PT GMF AeroAsia, Warunk Upnormal dan sejumlah perusahaan lainnya juga telah bekerja sama dengan kami dalam program Tahfiz Corporate. Semoga hadirnya program ini membuat kita semua semakin dekat dengan Alquran," kata Ghofur.

3 dari 6 halaman

Menjadi Tahfiz Quran, Ini Adab yang Patut Diperhatikan

Dream - Menghafal Alquran memang mengandung keutamaan tersendiri. Di setiap hurufnya terkandung sepuluh kebaikan bagi orang membacanya.

Keutamaan lebih besar didapat mereka yang bisa menghafal Alquran. Salah satunya, jaminan masuk surga dan mahkota bagi orangtua.

Dewasa ini, banyak yang berlomba-lomba untuk menghafal Alquran. Tidak sedikit dari saudara kita yang memutuskan menjadi tahfiz mandiri ataupun masuk ke pesantren dan rumah tahfiz demi menjadi penghafal Alquran.

Namun demikian, menjadi tahfiz hakiki tidak mudah. Tidak cukup hanya dengan hafal Alquran, namun dituntut untuk menerapkan isinya dalam kehidupan nyata.

Dikutip dari NU Online, Imam Al Qathalani seperti dikutip Mustafa Murad dalam kitabnya Kaifa Tahfadz Alquran menyatakan Ahlu Alquran adalah orang yang mengamalkan Alquran. Mereka adalah kekasih Allah.

Sehingga, setiap orang yang ingin menjadi tahfiz Alquran patut memperhatikan sejumlah adabnnya. Ini untuk menjaga identitasnya sebagai Ahlu Allah wa khasshatuh (keluarga Allah dan orang-orang istimewa-Nya).

4 dari 6 halaman

Adab Menjadi Tahfiz, Memiliki Perangai Sempurna

Adab pertama yaitu perangai dan akhlak sempurna. Seseorang yang menjadi tahfiz harus mencerminkan akhlak Alquran. Dia harus mencontoh akhlak Rasulullah Muhammad SAW.

Rasulullah adalah teks Alquran yang hidup. Seluruh kandungan dalam Alquran terejawantahkan dalam diri Rasulullah.

Adab kedua, harus meninggalkan segala larangan untuk memuliakan Alquran. Seseorang tidak boleh sekalipun melanggar larangan yang tercantum dalam Akquran.

Adab ketiga yaitu menjaga diri dari pekerjaan rendah. Seorang penghafal Alquran tidak boleh menjalankan pekerjaan tak halal atau menjerumuskan pada dosa.

 

5 dari 6 halaman

Berjiwa Mulia

Adab keempat, memiliki jiwa mulia. Jiwa seorang tahfiz harus bersih dari segala prasangka buruk dan selalu menjaga lisan serta perbuatannya. Tidak boleh seorang tahfiz kasar sikapnya, pelupa, bersuara lantang, serta pemarah.

Adab kelima, seorang penghafal Alquran memiliki derajat lebih tinggi dari penguasa yang sombong dan pecinta dunia yang jahat. Sehingga, dia tidak boleh merendahkan diri di hadapan penguasa angkuh dan serta tidak menjadi pengikut kaum pecinta dunia.

Adab keenam, harus bersikap tawadhu' kepada orang-orang sholeh, baik serta miskin. Dia diharuskan bersikap santun kepada semua orang terutama kepada orang sholeh serta menyayangi mereka yang miskin.

 

6 dari 6 halaman

Berjiwa Khusyuk dan Tak Jadikan Alquran Sumber Pendapatan

Adab ketujuh, jiwa diharuskan khusyuk, tenang dan berwibawa. Seorang ahli Alquran hendaknya berjiwa tenang dalam penampilan serta sabar menjaga dan merawat hafalannya.

Adab kedelapan, tidak boleh menjadikan Alquran sebagai sumber penghasilan. Seorang tahfiz Alquran tidak pantas menggantungkan diri kepada orang lain dan justru dia dituntut memenuhi kebutuhan saudaranya.

Sedangkan adab kesembilan, selalu mengulang hafalannya. Yang paling utama adalah dengan muraja'ah tiap malam mengingat sebagai waktu mustajab.

Sumber: NU Online

Beri Komentar