Relakan Garis Finish Demi Tolong Lawan yang Cedera

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 16 September 2019 08:02
Relakan Garis Finish Demi Tolong Lawan yang Cedera
Peristiwa itu tepat berada di depan garis finish

Dream - Merelakan sesuatu untuk membantu orang lain menjadi hal yang sangat istimewa. Begitu juga yang dilakukan oleh seorang peserta lomba lari CAT 10K di Thailand.

Dalam video yang diunggah laman Mirror.co.uk, mulanya terlihat seorang pria berkaos putih nampak kesakitan di tengah lintasan. Padahal, garis finish tinggal beberapa meter saja.

Selang beberapa waktu, melintas pelari lain melewatinya menuju garis finish. Tapi, ada satu pria berkaos hijau menghentikan larinya dan kembali untuk menolong peserta yang mengalami cedera.

Sambil membopong, pria berkaos hijau itu membawa peserta yang cedera itu menuju garis finish. Melihat hal itu, panitia dan peserta lain turut membantu.

Salah satu penonoton yang merekam peristiwa itu mengatakan, perlombaan yang biasa disebut Marathon Bonk ini bisa menyebabkan setiap pesertanya mengalami kram hebat.

" Bahkan, rasanya jauh lebih buruk dan berlangsung lebih lama dari kram normal. Itu bisa saja terjadi pada pelari mana pun, tidak peduli seberapa kuat atau sehat mereka," kata dia.

(ism, Sumber: Mirror.co.uk)

1 dari 6 halaman

Tangis Kakek di Terminal, Sempat Terlantar Ditolong Tiga Pemuda

Dream - Kisah haru datang dari Malaysia di malam Hari Raya Idul Adha 1440 H. Seorang kakek menangis bahagia karena telah diantarkan pemuda menuju stasiun.

Kisah ini diunggah di akun Facebook Ajak Santero, mengenai seorang paman berusia 50 tahun yang terlantar di jalanan sembari membawa tas besar. Beberapa pemuda kampung lalu mengantarnya ke terminal dengan sepeda motor.

Dikutip Siakapkeli, pemilik akun merupakan salah satu dari sekumpulan pemuda tersebut. Dia mengisahkan awalnya bersama beberapa temannya berkeliling kampung dengan sepeda motor di malam Hari Raya.

" Jam menunjukkan pukul 1 pagi, bertemu seorang paman membawa tas besar di tepi jalan dekat masjid Taman Medan sedang melambai untuk memberhentikan kendaraan," tulis pemilik akun.

 

2 dari 6 halaman

Dilarang Tidur di Masjid

Dia bersama dua temannya memutuskan berhenti dan bertanya kepada paman itu. Paman itu langsung minta tolong diantarkan ke terminal bus.

" Dik, tolong antar paman ke terminal bus bisa, paman akan pulang ke Ipoh. Tidak ada kendaraan sampai sekarang yang bisa paman tumpangi ke terminal. Tapi paman ke masjid untuk menginap tapi seseorang meminta paman keluar," kata dia.

Ketiga pemuda itu kaget mendengar pengakuan sang paman yang diusir dari masjid.

" Kenapa orang masjid melarang, bukannya boleh musafir tidur di masjid?" kata pemilik akun.

" Tidak tahu, paman diusir keluar, katanya cuma sampai jam 11 malam saja," kata paman itu.

 

3 dari 6 halaman

Tangis Haru Sang Paman

Karena merasa kasihan, salah satu dari tiga pemuda itu pulang dulu untuk mengambil helm. Setelah itu, mereka antarkan paman itu ke terminal.

Sesampai di terminal bus, paman tersebut menangis. Ketiga pemuda itu lalu patungan untuk uang saku si paman.

Paman itu sempat menolak menerima uang dari tiga pemuda tersebut. Tetapi, mereka tetap memberikannya kepada paman itu.

" Terima kasih, Dik, selamat Hari Raya, hati-hati pulang, sampai bertemu di surga," kata paman tersebut.

(ism, Sumber: Siakapkeli.my)

4 dari 6 halaman

Kakek Ini Saban Hari Tempuh 100 Km Jual Ikan Asin untuk Obati Istri

Dream - Jika sedang berada di Melaka, Malaysia, kamu mungkin akan berjumpa dengan kakek satu ini. Namanya Md Zin Ahmad, 64 tahun, yang dikenal banyak orang sebagai penjual ikan asin.

Padahal, Kakek Zin tidak tinggal di Melaka, melainkan di Bukit Pasir, Muar, Johor. Jarak rumah dengan tempatnya berjualan tidaklah dekat, mencapai 100 kilometer.

Jarak sejauh itu ditempuh Kakek Zin setiap hari. Kakek Zin harus menjual ikan asin agar dapat membiayai pengobatan istrinya yang sedang sakit, Fatimah Md Said, 73 tahun.

 Kakek Zin

Dikutip dari World of Buzz, Selasa 6 Agustus 2019, kisah Kakek Zin menjadi viral setelah seorang gadis Malaysia mengunggahnya di Twitter. Gadis bernama Aina Wardina itu bercerita Kakek Zin berkeliling untuk menawarkan dagangannya kepada setiap orang yang ditemui.

5 dari 6 halaman

Jarak 100 Km Ditempuh Tiap Hari

Kakek Zin berangkat dari rumah pada pukul 08.00 pagi. Dia naik bus menuju Melaka untuk jualan ikan asin yang dikulak dari daerah Parit Jawa.

Setiap hari, Kakek Zin membawa 100 bungkus ikan asin. Hasil jualannya dipakai untuk makan sebagian dan biaya berobat sang istri.

Sebenarnya, Kakek Zin punya empat anak yang sudah dewasa. Tetapi, dia memilih jualan ikan asin karena tidak membebani anak-anaknya karena mereka sudah berkeluarga.

Kakek Zin menawarkan ikan asin dagangannya dengan harga 10 ringgit, setara Rp30 ribu, untuk tiga bungkus. Dia sudah menjalani profesi tersebut selama lima tahun terakhir.

6 dari 6 halaman

Selalu Keliling Melaka

Sebagian besar netizen mengaku pernah membeli ikan asin Kakek Zin. Kebanyakan dari mereka mengaku rasa ikan asin itu sangat enak.

 Kakek Zin

Saat jualan, Kakek Zin tidak pernah diam di satu tempat. Dia berkeliling ke sejumlah titik di Melaka untuk agar dagangannya laku sehingga bisa pulang dengan tenang.

Meski punya riwayat diabetes dan tekanan darah tinggi, dia mengaku hal itu bukan penghalang. Dia rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengontrol sakitnya.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya