Resto di Gaza Beri Kesempatan Tuna Rungu `Bersinar`

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 28 Agustus 2014 09:04
Resto di Gaza Beri Kesempatan Tuna Rungu `Bersinar`
Tapi ada perbedaan saat pelanggan memesan makanan. Hampir semua staf restoran Atfaluna ternyata tuna rungu.

Dream - Saat memasuki restoran Atfaluna di kota Gaza, semua tampak seperti restoran lainnya. Tapi ada perbedaan saat pelanggan memesan makanan. Hampir semua staf restoran Atfaluna ternyata tuna rungu.

Hampir sebagian besar staf restoran di Gaza itu tuna rungu, termasuk para kokinya. Ini adalah salah satu konsep dan gagasan dari organisasi lokal bernama Atfaluna, yang artinya Anak Kami. Konsep untuk meningkatkan kehidupan masyarakat tuna rungu di wilayah itu.

Proyek ini memiliki tujuan ganda yaitu meningkatkan kesadaran tentang kebutuhan dan kemampuan para tuna rungu. Di samping memberikan jalan keluar bagi masyarakat untuk mencari nafkah, di kala tingkat pengangguran di Gaza menembus 45 persen.

Melalui penerjemah bahasa isyarat, Ahmed Dahman, mengatakan bagaimana bekerja di restoran Atfaluna telah mengubah hidupnya. " Ini memberi perasaan aman tentang masa depan dan kemampuan saya. Karena kesempatan kerja hampir tidak ada sebelum ini," katanya.

" Kami mendapat banyak dukungan dan kerjasama dari orang-orang," kata dia kepada AFP seperti dilansir Arab News. " Banyak dari mereka menunjukkan ketertarikan untuk belajar bahasa isyarat." Bagi Dahman dan pekerja tuna rungu lainnya, Atfaluna merupakan kesempatan langka untuk bekerja.

Sampai beberapa bulan yang lalu, kesempatan pendidikan bagi kaum tuna rungu di Gaza hanya sampai ke kelas sembilan. Sehingga mereka tidak memiliki pendidikan tingkat menengah atau universitas.

Baru-baru ini sebuah sekolah menengah baru dibuka dan Atfaluna bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuat program bagi tuna rungu. Namun sebagian besar masyarakat usia produktif di Gaza mempunyai keterampilan kerja yang rendah.

" Kesempatan kerja bagi penderita tuna rungu di Gaza sangat kurang. Tentu saja mereka rugi besar karena kekurangan pendidikan," Dalia Abu Amr dari organisasi Atfaluna.

Tidak hanya menyajikan makanan, restoran Atfaluna juga memajang dan menjual kerajinan buatan warga Gaza. Kerajinan itu adalah cara organisasi Atfaluna dalam menciptakan lapangan kerja bagi mereka.

Abu Amr mengatakan 12 dari 14 staf restoran ini tuna rungu. Satu-satunya pengecualian adalah koki utama dan bagian kasir, yang menjawab telepon untuk mengambil pemesanan dan perintah pengiriman.

" 12 Pekerja itu menerima pelatihan kuliner dan perhotelan," kata Abu Amr. Proyek ini berharap untuk mengasimilasi tuna rungu di Gaza ke dalam masyarakat dan menyediakan mereka kesempatan kerja. Sekitar 1,5 persen warga Gaza yang berusia di atas lima tahun memiliki cacat fisik. Dan cacat itu membawa sebuah stigma. (Ism)

Beri Komentar