Sakit Covid-19, Dokter Lepas Selang Oksigennya untuk Selamatkan Pasien Kritis

Reporter : Sugiono
Rabu, 19 Agustus 2020 09:00
Sakit Covid-19, Dokter Lepas Selang Oksigennya untuk Selamatkan Pasien Kritis
Dengan susah payah, dokter muda itu berjalan ke pasien yang berjarak dua tempat tidur darinya.

Dream - Karena Covid-19 menyerang paru-paru, orang yang berada dalam kondisi kritis perlu diintubasi atau dipasang tabung endotrakeal melalui mulut atau hidung untuk menghubungkan udara luar dengan kedua paru.

Baru-baru ini seorang dokter yang positif Covid-19 di India memasang alat intubasi yang sedang dipakainya kepada pasien lanjut usia yang sakit kritis akibat penyakit yang sama.

Dr Sanket Mehta, seorang ahli anestesi, dirawat di Rumah Sakit BAPS di Adajan karena dinyatakan positif Covid-19. Dia dirawat di ICU dengan intubasi karena mengalami sesak napas dan tingkat oksigen yang rendah.

1 dari 3 halaman

Terlalu Lama Menunggu Dokter Datang

Pada tanggal 9 Agustus lalu, seorang pasien berusia lanjut dilarikan ke ICU karena Covid-19. Pasien bernama Dinesh Purani itu dalam kondisi kritis. Pria berusia 71 tahun itu juga perlu diintubasi.

Sayangnya, para dokter harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Mereka mungkin membutuhkan waktu 15-20 menit untuk menangani pasien kritis yang baru datang itu.

" Dokter kami mungkin membutuhkan waktu 15-20 menit untuk mencapai ruang ICU setelah memakai pakaian APD lengkap," kata Dr Parshottam Koradia, CEO Rumah Sakit BAPS.

2 dari 3 halaman

Bertaruh Nyawa demi Pasien Covid-19 Lainnya

Tetapi para dokter dan staf RS BAPS terkejut ketika melihat Dr Mehta, yang hanya berjarak dua tempat tidur dari Purani, melepaskan alat intubasinya.

Dengan kekuatan yang tersisa, Dr Mehta berjalan menuju tempat tidur Purani dengan susah payah. Dia kemudian melakukan intubasi terhadap Purani yang sedang kritis.

Menurut para dokter, intubasi pada pasien yang kritis perlu dilakukan dalam waktu tiga menit atau pasien bisa mengalami kerusakan otak yang parah.

3 dari 3 halaman

Sudah 10 Hari Melawan Covid-19

Dr Koradia mengatakan, Dr Mehta telah dirawat selama 10 hari dalan usahanya melawan Covid-19. Dia tidak dapat berbicara banyak karena lemah dan kesulitan bernapas.

" Dr Mehta sendiri membutuhkan oksigen sekitar enam liter per menit, tetapi dia bertaruh nyawa dengan melepas alat bantu pernapasannya untuk Purani," tambah Dr Koradia.

Dr Mehta sebelumnya bekerja di RS BAPS beberapa tahun yang lalu. Tetapi dokter berusia 37 tahun itu membuka praktik pribadi sebagai ahli anestesi tamu di rumah sakit swasta.

Sumber: World of Buzz

Beri Komentar