Sama-Sama Sholat Tarawih, Mengapa Jumlah Rakaatnya Berbeda?

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 8 Mei 2019 20:00
Sama-Sama Sholat Tarawih, Mengapa Jumlah Rakaatnya Berbeda?
Ada yang sholat dengan 8, 20, bahkan 36 rakaat, mengapa?

Dream - Sholat Tarawih menjadi pemandangan yang umum di bulan Ramadan. Masjid dan mushola ramai dengan jemaah pria, wanita dan anak-anak.

Seringkali kita dapati perbedaan jumlah rakaat sholat Tarawih. Ada masjid yang melaksanakan Tarawih 8 rakaat, sementara masjid lainnya 20 rakaat.

Hal ini juga selalu menjadi tema perdebatan setiap kali Ramadan. Perdebatan ini sebenarnya sudah berlangsung sangat lama.

Lantas, mengapa jumlah sholat rakaat sholat Tarawih bisa berbeda?

Dikutip dari NU Online, Tarawih merupakan penerapan dari hadis Rasulullah Muhammad SAW diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Barangsiapa bangun (sholat malam) di bulan Ramadan dengan iman dan ihtisab, maka diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu.

1 dari 2 halaman

Sejarah Sholat Tarawih

Di masa Rasulullah, belum ada istilah Tarawih. Rasulullah hanya menjalankan sholat malam saat Ramadan dan mencontohkannya kepada para sahabat.

Dalam hadis riwayat Muslim, suatu malam Rasulullah sholat di Masjid Nabawi saat Ramadan. Para sahabat yang mengetahui lantas mengikuti Rasulullah.

Awalnya hanya sedikit yang mengikuti Rasulullah. Lama kelamaan, sahabat yang ikut sholat di malam Ramadan makin banyak.

Dua malam setelah itu, Rasulullah masih menjalankannya dan semakin banyak yang ikut. Setelah hari keempat dan beberapa hari sesudahnya, Rasulullah tidak menampakkan diri di Masjid Nabawi hingga membuat orang-orang keheranan.

Suatu pagi, para sahabat bertanya kepada Rasulullah mengapa tidak terlihat di masjid.

" Sebenarnya tidak ada yang menghambatku untuk turut serta bersama kalian. Hanya saja aku takut nanti hal ini akan menjadi wajib," jawab Rasulullah.

Istilah Tarawih baru muncul ketika kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab RA. Saat itu pula, sholat Tarawih mulai dilaksanakan secara berjemaah.

2 dari 2 halaman

Perbedaan Rakaat Sholat Tarawih

Terkait jumlah rakaat, para ulama dari sejumlah mazhab menyatakan masalah ini hanya soal afdhaliyah saja. Seperti disebutkan Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid.

Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah, Imam Asy Syafi'i Imam Ahmad bin Hambal, serta Dawud Azh Zhahiri lebih condong pada Tarawih 20 rakaat. Ada juga pendapat yang lebih mengutamakan Tarawih 36 rakaat, namun tidak terlalu populer.

Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al Mughni, menyatakan perbedaan ini muncul karena pemaknaan hadis serta riwayat sahabat yang digunakan. Imam Malik bin Anas dan sejumlah ulama menggunakan riwayat dari Yazid bin Rumah yang disandarkan dari perilaku para sahabat melaksanakan sholat Tarawih 20 rakaat di masa Khalifah Umar.

Berbeda dengan pendapat Abu Bakar bin Abi Syaibah. Ulama pakar hadis yang juga guru dari Imam Malik ini menyebutkan sholat Tarawih dilaksanakan 36 rakaat. Dasarnya, dia telah menemui orang-orang di Madinah yang sholat dengan 36 rakaat.

Sementara, ada pula yang memandang sholat Tarawih dijalankan dengan 8 rakaat. Pendapat ini didasarkan pada riwayat dari Abu Salamah.

Diriwayatkan dari Abu Salamah, ia pernah bertanya kepada Aisyah, " Bagaimana sholat Nabi Muhammad di bulan Ramadan?” Aisyah menjawab, " Beliau tak menambah pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Sholat empat rakaat, yang betapa bagus dan lama, lantas sholat empat rakaat, kemudian tiga rakaat. Aku pun pernah bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum menunaikan sholat witir?' Beliau menjawab, 'mataku tidur, tapi hatiku tidak'."

Pada dasarnya, tidak ada ketetapan tertentu dari Rasulullah SAW mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih. Masing-masing pendapat memiliki dasarnya.

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak