Kisah Perpisahan Pasien Corona: Maaf, Aku Tak Bisa Menciummu untuk Terakhir Kali

Reporter : Reni Novita Sari
Selasa, 14 April 2020 19:00
Kisah Perpisahan Pasien Corona: Maaf, Aku Tak Bisa Menciummu untuk Terakhir Kali
Kehilangan sosok Ibu yang periang dan humoris tentu meninggalkan luka yang teramat dalam

Dream - Penularan virus corona terjadi sangat cepat. Banyak orang yang terinfeksi harus menjalani isolasi. Tak sedikit di antara mereka bahkan meninggal dalam kesendirian. Tanpa didamping sanak saudara.

Dengarlah kisah Keiko Neutz. Nenek asal Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, itu mengembuskan napas terakhir di ruang isolasi. Tanpa teman. Anak-anaknya tak bisa menunggu. Hanya bisa mengucap selamat tinggal lewat FaceTime di penghujung ajalnya.

Nenek 87 tahun itu dilarikan ke rumah sakit pada 25 Maret 2020. Dia sesak napas akut. Setelah menjalani serangkaian tes, dia dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Meski napas sudah tersengal, dia menolak menggunakan ventilator.

Neutz harus menjalani kondisi seburuk itu sendirian. Beruntung, salah satu putri dari delapan anak Neutz, Kathy Mills, diizinkan masuk ke ruang isolasi. Tentu wanita 62 tahun itu harus mengenakan alat pelindung diri yang lengkap.

1 dari 4 halaman

Air Mata Berlinang

 Keiko Neutz© Ilustrasi foto : wsj

Kathy hanya bisa memandang ibunya dari balik kaca mata pelindung. Dia juga harus memakai masker respirator N95. Tangan bersarung karet pun berusaha meraih lengan sang bunda.

" Maaf aku tidak bisa menciummu," kata Kathy pada ibunya. Air mata pun berlinang.

" Apakah Ibu ingin pergi ke surga?" dia bertanya kepada ibunya.

Neutz mengangguk, dan menunjuk ke peralatan medis di ruangan itu. " Ini terlalu banyak," kata Neutz, lirih.

2 dari 4 halaman

Sosok Neutz bagi Keluarga

 Keluarga Keiko Neutz© Ilustrasi foto : wsj

Neutz memang sangat dekat dengan anak-anaknya. Dia membesarkan kedelapan anaknya seorang diri. Neutz memang telah puluhan tahun menjanda setelah kepergian suami tercinta.

Sehari-hari ia bekerja di kantin sekolah dasar untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Namun, lima tahun lalu Ia menderita strok, sehingga harus selalu tinggal di rumah. Semua anak-anak Neutz telah berkeluarga dan tinggal tak jauh dari kediamannya. Mereka bergiliran untuk tinggal bersama dan merawat Neutz.

Neutz merupakan sosok Ibu dan nenek yang menyenangkan untuk anak dan 28 cucunya. Dia selalu mengajarkan Alkitab kepada mereka. Neutz selalu tertawa paling keras jika salah satu dari mereka membuat lelucon. Namun kebahagiaan itu direnggut Ketika Neutz mengalami sesak napas dan dinyatakan positif Covid-19.

3 dari 4 halaman

Memantau Keadaan Sang Ibu Melalui Face Time

Di ruang isolasi itu, Neutz mampu bertahan selama sepekan. Cucu perempuannya, Lacy Taylor, yang berusia 29 tahun, mengirimkannya laptop yang sarat dengan aplikasi jejaring sosial FaceTime ke rumah sakit. Seorang perawat mengaturnya menghadap tempat tidur Neutz.

Anak-anak Neutz selalu mematau keadaan ibunya melalui FaceTime, mereka melihat para perawat dengan pakaian pelindungnya berada di kamar ibunya. Selama sepekan Neutz masih sempat bergurau dengan anak dan cucu-cucunya. Mereka sering menghibur Neutz dengan menyanyikan lagu untuknya. Sesekali Neutz mengulurkan tangan untuk menyentuh layar ketika cicitnya muncul di video.

Keluarga Neutz hanya menunggu di parkiran rumah sakit. Memang ada pelarangan berkunjung. Saat itu, salah satu perawat rumah sakit memberitahu mereka bahwa sang Neutz telah kritis. Mereka mengucapkan selamat tinggal kepada Neutz melalui FaceTime.

Debbie Taylor, anak perempuan Neutz, merasa terpukul mendengarkan salam perpisahan itu. Seluruh anak dan cucunya menyaksikan saat dia mengambil napas terakhir pada pukul 07:45 hari Senin lalu.

" Kami tidak bisa saling berpelukan," katanya.

" Itu tidak adil. Harusnya, kami bisa menangis di bahu satu sama lain," tambah dia.

4 dari 4 halaman

Kematian Keiko Neutz

 kematian keiko neutz© Ilustrasi foto : wsj

Dua orang perawat, Audrey Waters dan Julia Hunt, masing-masing memegang salah satu tangan Neutz setelah meninggal. Audrey Waters, yang berusia 33 tahun, telah bekerja semalaman tetapi tetap melanjutkan shift-nya karena telah berjanji pada keluarga Neutz bahwa mereka tidak akan membiarkan nenek itu sendirian. Begitu pula dengan Julia Hunt.

 dua perawat yang merawat Keiko Neutz© Ilustrasi foto : wsj

" Saya merasa diberkati bisa berada di sana," kata Hunt, yang berusia 28 tahun.

" Tapi itu benar-benar merobek hati saya juga," tambah dia.

Sumber: WSJ

Beri Komentar