Doa Santri Tahfiz Quran untuk Kebaikan Negeri

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 31 Januari 2020 17:02
Doa Santri Tahfiz Quran untuk Kebaikan Negeri
Para santri juga memanjatkan doa istimewa kepada masyarakat.

Dream - Tak hanya Indonesia, kondisi dunia juga tengah mengalami situasi yang bergejolak. Seperti terjadinya ketegangan politik hingga bencana alam dan teror kesehatan seperti virus corona di Wuhan, Hubei, China.

Situasi ini sedikit banyak memberikan pengaruh kepada Indonesia. Meski belum ditemukan kasus infeksi corona, Indonesia tetap waspada dan melakukan sejumlah langkah penanggulangan.

Menyikapi hal itu, para santri tahfiz Alquran Rumah Tahfiz Center serta Pesantren Tahfiz Alquran Takhassus menggelar khataman akbar juga doa untuk negeri. Para santri melangitkan doa dan harapan agar Indonesia dijauhkan dari bencana, musibah maupun wabah penyakit.

Daarul Quran© istimewa

Direktur Utama PPPA Daarul Quran, Abdul Ghofur, mengatakan ada lebih dari 37 ribu santri mengikuti gelaran khataman Alquran serta buka puasa bersama yang dilaksanakan di 1.000 rumah tahfiz dan pesantren takhassus di seluruh Indonesia.

" Pada kesempatan ini, santri-santri kamu memanjatkan doa terbaik bagi negeri ini dan para donatur yang terus membersamai perjuangan dakwah tahfidzul Quran," ujar Ghofur, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Ghofur melanjutkan, para santri juga mempersembahkan doa istimewa kepada para donatur. Setiap harapan yang dititipkan para donatur dipegang para santri untuk dibacakan dan didoakan.

Daarul Quran© istimewa

Selain itu, para santri juga melaksanakan ibadah sunah puasa Senin-Kamis. Ghofur berharap doa-doa mereka diijabah oleh Allah SWT.

" Terima kasih kepada masyarakat yang terus membersamai PPPA Daarul Qur’an dalam perjuangan dakwah tahfidzul Quran. Semoga Allah mengabulkan segala hajat dan senantiasa memberikan keberkahan para donatur. Insya Allah setiap ayat yang dibacakan dan dihafal para santri, mengalir pula pahalanya untuk donatur," kata Ghofur.

1 dari 4 halaman

Usia Masih Belia, Gadis Ini Sudah Hafal 30 Juz Alquran

Dream - Usia Risa Sri Rizkiyah masih belia. Baru 16 tahun. Meski begitu, dia sudah punya prestasi membanggakan, hapal 30 juz Alquran.

Risa sudah dua tahun meninggalkan kampung halamannya di Garut, Jawa Barat, dan menjadi santriwati Pesantren Tahfiz Khusus Yatim Daarul Quran Takhassus Tegal, Jawa Tengah.

Keputusannya merantau karena ingin mewujudkan cita-cita menjadi seorang tahfizah, muslimah penghafal Alquran. Motivasi utamanya adalah orang tua.

" Biar bisa menolong orang tua karna belum tentu di dunia kita bisa membahagiakan mereka tapi dengan hafalan Quran kita bisa jadi penolong mereka di akhirat," ujar Risa dalam keterangan tertulis diterima Dream dari Daarul Quran.

Risa ingin mempersembahkan hadiah terbaik kepada orang tuanya, berupa hapalan Alquran. Dia juga mengharapkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT.

2 dari 4 halaman

Pertahankan Hapalan

Sejak kecil Risa memang sudah dikenalkan dengan Alquran. Saat duduk di bangku kelas 3 SD, Risa meraih juara 3 lomba hafalan Juz 30.

Risa kini menjadi motivasi bagi kakak dan adiknya. Mereka ingin mengikuti jejak Risa menjadi hafizah.

Di keluarnya, Risa bukan anak pertama yang menghapal Alquran. Tetapi, dia jadi satu-satunya anak yang sudah hapal genap 30 juz.

" Yang sulit dari menghapal adalah menjaganya, insyaallah sekarang harus lebih banyak waktu lagi untuk murajaah," tutur Risa.

Hingga saat ini, terdapat 302 santri yang menghapal Al-Quran di Pesantren Tahfiz Daarul Quran Takhassus yang tersebar di seluruh Indonesia. Para santri tengah berjuang mewujudkan cita-cita meraih keberkahan dunia akhirat.

3 dari 4 halaman

Semangat Tukang Cukur Belajar Baca Alqur'an

Dream - Usia Roni bukan lagi anak-anak. Dia sudah 34 tahun. Tetapi, usia tersebut tidak menghalangi tukang cukur asal Palembang, Sumatera Selatan, itu untuk belajar membaca Alqur'an.

Ya, Roni memang tidak bisa membaca huruf-huruf hijaiyah. Namun begitu, semangatnya yang tinggi untuk belajar mengaji mampu menghilangkan rasa malunya.

" Pokoknya setiap siang, jadwal saya ya mengaji di sini," ujar Roni, melalui keterangan tertulis diterima Dream dari PPPA Daarul Quran.

Lima kali dalam sepekan, Roni selalu datang ke kantor Daarul Quran Palembang untuk mengikuti program mengaji. Roni benar-benar memulainya dari nol, dari mengenal huruf hijaiyah lewat kitab Iqro'.

Kios cukur rambut Roni berlokasi di dekat kantor Daarul Quran. Dia pun berpikir daripada menunggu pelanggan hanya dengan duduk-duduk, lebih baik memanfaatkan sebagian waktu untuk belajar baca Alqur'an.

4 dari 4 halaman

Tak Malu Mulai dari Iqro'

Roni juga tidak malu mengakui waktu terakhirnya belajar mengaji saat masih kecil. Sehingga, bukan masalah bagi Roni jika harus kembali belajar Iqro'.

" Dulu kecil saya nakal dan malas belajar Alqur'an, sekarang sudah tua baru ingat dan ingin belajar lagi," kata dia.

Semangat Roni untuk bisa mengaji sangat tinggi. Tak lupa, setiap kali usai mengaji Roni selalu menyisihkan sebagian rezekinya untuk para penghafal Alquran.

Tukang Cukur© Daarul Quran

Doa Roni hanya satu, dimudahkan Allah untuk bisa belajar Alquran.

Pimpinan Daarul Quran Palembang, Dwi Frihanto, mengatakan pihaknya menyambut siapa saja yang ingin belajar ataupun menghafal Alquran.

" Insya Allah kami menyiapkan asaatidz dan asaatidzah untuk membimbing tahsin dan tahfiz. Semoga ikhtiar ini membuat dakwah tahfidzul Qur’an bisa menembus kota maupun di pelosok Palembang bahkan di Nusantara maupun seantero dunia," kata Dwi.

Beri Komentar