Sapi Diberi Minum Arak, Halalkah Dimakan?

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 6 Juli 2019 18:00
Sapi Diberi Minum Arak, Halalkah Dimakan?
Konon, sapi yang diberi perlakuan khusus seperti ini menghasilkan daging yang berkualitas.

Dream - Sapi merupakan salah satu hewan halal sehingga boleh dikonsumsi. Selain itu, daging sapi memiliki kandungan yang baik untuk metabolisme manusia.

Belakangan, mungkin kerap kita dengar peternak di suatu negara punya perlakuan khusus dalam memelihara sapi. Contohnya seperti kandang eksklusif, pemberian pakan pilihan, dan pemijatan otot.

Bahkan ada peternak yang memberikan minum sapi-sapinya dengan arak. Cara tersebut diyakini agar nafsu makan sapi meningkat dan dagingnya berkualitas sangat baik.

Bagaimanapun, arak adalah minuman yang mengandung khamr. Mengonsumsinya dapat membuat mabuk dan hilang kesadaran.

Lantas, apakah sapi yang diberi minum arak dagingnya boleh dimakan?

1 dari 5 halaman

Apa Hukumnya?

Dikutip dari NU Online, khamr atau biasa dikenal dengan alkohol termasuk benda kotor. Benda semacam ini diharamkan untuk dikonsumsi oleh umat Islam.

Pun demikian halnya diberikan kepada hewan halal seperti sapi. Jika khamr dipakai untuk pakan sapi bisa membuat daging sapi menjadi kotor.

Mengenai hewan halal yang mengonsumsi benda kotor atau zat yang diharamkan disinggung dalam hadis riwayat Tirmidzi. Dalam hadis itu, Rasulullah menyarankan sahabat untuk menunda menyembelih hewan yang makan benda haram selama beberapa hari untuk diberikan pakan halal lagi bersih.

Berdasarkan hadis ini, para ulama menyatakan mengonsumsi daging hewan yang sebelumnya diberikan pakan haram hukumnya adalah makruh. 

2 dari 5 halaman

Cara Membuat Halal Sepenuhnya

Hal ini seperti disinggung oleh Syeikh Abu Zakaria dalam Syarah Tahrir.

" Makruh hukumnya mengonsumsi hewan pemakan kotoran baik itu hewan ternak, ayam, atau hewan selain keduanya. Maksudnya, kemakruhan itu meliputi anggota tubuh hewan pemakan kotoran itu seperti susu, telur, daging, bulu, atau mengendarainya tanpa alas. Ungkapan saya ‘anggota tubuh’ lebih umum dibanding ungkapan ‘dagingnya.’ Makruh ini dikarenakan ada perubahan pada dagingnya yang mencakup rasa, bau, dan warnanya. Menyantap daging hewan seperti ini akan tetap makruh hingga hewan ini dibiarkan hidup beberapa waktu agar ia memakan barang-barang yang suci. Tujuannya tidak lain agar tubuhnya kembali bersih dengan sendirinya tanpa bantuan sesuatu (seperti mencucinya hingga bersih."

Dari penjelasan tersebut, mengonsumsi daging hewan yang diberi pakan arak adalah makruh. Hal ini jika ketika akan disembelih tetap diberi zat haram tersebut.

Dianjurkan untuk membiarkan sapi hidup beberapa lama sebelum disembelih lalu diberi pakan halal. Fungsinya untuk membersihkan daging sapi tersebut sehingga sepenuhnya halal dimakan.

Sumber: NU Online

3 dari 5 halaman

Belalang Halal Dimakan, Bagaimana dengan Jangkrik?

Dream - Jangkrik merupakan serangga dengan ciri tertentu. Serangga ini mudah dikenali lewat suaranya yang khas.

Jangkrik bisa tumbuh dengan ukuran tubuh hingga sebesar jari kelingking. Suara khas pada jangkrik berasal dari dua sayapnya yang bergerak-gerak.

Serangga ini kerap dijadikan pakan burung atau ikan. Tetapi, ada sebagian orang yang menjadikan jangkrik sebagai bahan pangan.

Ada yang mengolahnya dengan cara digoreng. Ada juga yang menjadikannya sebagai campuran lauk.

Alasan yang dipakai adalah penyamaan jangkrik dengan belalang. Dalam Islam, belalang halal dimakan sehingga dijadikan dasar untuk menyatakan jangkrik juga boleh dimakan.

Lantas, apa sebenarnya hukum mengonsumsi jangkrik?

4 dari 5 halaman

Hewan Hasyaraf

Dikutip dari NU Online, syariat Islam mengharamkan mengonsumsi jenis hewan tertentu. Salah satunya yaitu hewan yang tergolong menjijikkan, yang dalam bahasa Arab disebut dengan hasyaraf.

Definisi hasyaraf sendiri adalah segala macam hewan yang melata di tanah. Hewan yang masuk kategori ini seperti rayap, tikus, ular, kumbang, dan lain sebagainya.

Selain haram dikonsumsi, hewan hasyaraf sebenarnya juga terlarang untuk diperjualbelikan. Hal ini seperti dijelaskan Syeikh Syamsuddin Muhammad bin Abi Al Abbas bin Syihabuddin Ar Ramli dalam kitab Nihayah Al Mumtaz.

" Tidak sah menjual hewan-hewan hasyarat yakni hewan-hewan kecil yang melata di tanah seperti tikus, kumbang, ular, kalajengking dan lebah."

 

5 dari 5 halaman

Definisi Jangkrik Menurut Ulama

Jangkrik dapat dimasukkan dalam golongan hewan hasyarat. Sehingga, mengonsumsi serangga ini adalah haram karena dianggap menjijikkan.

Syeikh Kamaluddin Ad Damiri dalam Hayat Al Hayawan Al Kubra memberikan penjelasan mengenai hal ini.

" Sharshar (jangkrik) adalah hewan yang menyerupai belalang, terkadang hewan tersebut bersuara dengan suara yang lirih. Seringkali hewan ini bersuara pada saat malam hari, karena hal tersebut maka hewan ini juga disebut dengan shurrarul laili. Hewan ini merupakan bagian dari jenis bintu wardan yang tidak memiliki sayap (yang bisa terbang). Hewan ini juga disebut judjud, seperti halnya yang dijelaskan pada pembahasan yang telah lalu bahwa Syekh Al Jauhari mengartikan judjud dengan hewan jangkrik. Keberadaan jangkrik tidak akan dapat diketahui kecuali dengan meneliti dari suaranya, hewan ini menyukai tempat-tempat yang basah. Warnanya berbeda-beda, ada yang berwarna hitam, biru dan merah. Hewan ini hampir sama dengan belalang yang sering ditemukan di hutan belantara. Hukum mengonsumsi hewan ini adalah haram karena dianggap hewan yang menjijikkan."

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim