2 Minggu Tak Ada Pembeli, Setelah Sedekah Segelas Air yang Terjadi Mengejutkan

Reporter : Sugiono
Senin, 15 Februari 2021 07:01
2 Minggu Tak Ada Pembeli, Setelah Sedekah Segelas Air yang Terjadi Mengejutkan
Keajaiban sedekah dirasakan langsung oleh Hanif setelah dua minggu jualannya sepi pelanggan.

Dream - Siapa sangka, berawal dari sedekah segelas air jagung manis gratis di perempatan lampu merah, rezeki pemuda dari Malaysia ini langsung melimpah.

Kisah nyata ini berawal ketika seorang guru bernama Ahmad Shahrul Azhan Ibrahim sedang dalam perjalanan untuk fotokopi bahan ajar untuk siswanya yang mau mengikuti ujian Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) tahun ini.

Ahmad Shahrul awalnya sempat kaget saat jendela mobilnya diketuk penjual air jagung manis di perempatan lampu merah di Kubang Kerian, Kota Bharu, Kelantan. Saat itu dia baru saja pulang dari mengajar sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

1 dari 5 halaman

Awalnya Kaget Ditawari Minuman Gratis di Lampu Merah

Penjual air jagung manis itu mengetuk jendela mobil dan menawarkan dagangannya kepada Ahmad Shahrul. Tapi Ahmad Shahrul tidak membuka jendela mobil karena memang tidak berniat membelinya.

" Tapi ketika dia mengetuk lagi, saya terkejut. Saya membuka jendela mobil, lalu saya perhatikan pemuda ini sedang bekerja di sebuah warung makan.

" Lebih kaget lagi ketika dia memberikan segelas air jagung manis. Saya mau bayar tapi dia bilang tidak usah karena gratis," kata guru berusia 45 tahun itu.

2 dari 5 halaman

Kasihan Sekaligus Terkesan

Ahmad Shahrul yang merupakan guru Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Long Ghafar 2 Kota Bharu mengatakan, pemuda tersebut belum lama berjualan air jagung.

Dia berjualan sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar yang di Malaysia disebut dengan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP).

" Setelah memberi saya segelas air jagung manis gratis, dia berjalan dari satu mobil ke mobil lain. Saya merasa kasihan sekaligus terkesan dengan ketekunannya," katanya.

3 dari 5 halaman

Jualan Laris Manis Berkat Guru Bahasa Inggris

Tak lama kemudian, Ahmad Shahrul menghubungi pemuda tersebut. Ahmad Shahrul mengajak pemuda itu datang datang ke sekolah untuk menyediakan air jagung bagi siswa saat istirahat.

" Dengan lebih dari 40 gelas, termasuk untuk para staf di sekolah, saya membayar semuanya," kata guru bahasa Inggris yang sudah berpengalaman 20 tahun itu.

Menurut Ahmad Shahrul, video TikTok yang baru-baru ini dia bagikan dan menjadi viral hanya untuk menunjukkan tentang kegigihan seorang pemuda dalam mencari nafkah.

" Dia mungkin kehilangan 3 ringgit karena memberi saya segelas air jagung gratis. Tapi saya membantunya lebih banyak lagi untuk mendukung bisnis kecilnya," katanya.

4 dari 5 halaman

Sempat Buka Warung Tapi Sepi Karena Corona

Sementara itu, penjual air jagung berusia 19 tahun itu, Muhammad Hanif Asyraf Mohammad Ali, mengatakan dia sebenarnya membuka warung makan di sebuah food court di Kota Bharu.

Namun warung makan yang diusahakan Hanif tersebut terpaksa ditutup lantaran sepi pengunjung akibat diberlakukannya PKP di Kelantan.

" Saya sempat buka warung selama dua minggu pertama PKP, tapi tak ada pelanggan meski untuk yang dibungkus sekalipun. Jadi, saya perlu usaha cara lain dengan menjual air jagung.

" Saya berjualan di perempatan lampu merah di Kubang Kerian mulai jam 11 pagi hingga 6 petang. Alhamdulillah, rata-rata antara 50 hingga 60 gelas terjual sehari," kata Hanif.

5 dari 5 halaman

Berbuat Baik Akan Berbuah Kebaikan Juga

Pemuda asal Besut, Terengganu, bercerita dia tergerak untuk memberikan segelas air jagung secara gratis kepada Ahmad Shahrul dengan maksud memberi sedekah.

Menurut Hanif, tidak hanya Pak Shahrul, tapi ada juga beberapa pengemudi lain yang dia sedekahi air jagung saat berjualan di perempatan lampu lampu merah.

" Saya yakin rezeki itu sangat luas. Jika saya berbuat baik kepada orang lain, mudah-mudahan kebaikan saya juga dibalas," pungkas anak tertua dari empat bersaudara ini.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar