Semangat Tukang Cukur Belajar Baca Alqur'an

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 29 Januari 2020 19:00
Semangat Tukang Cukur Belajar Baca Alqur'an
Meski harus mulai dari Iqro', Roni sama sekali tidak malu.

Dream - Usia Roni bukan lagi anak-anak. Dia sudah 34 tahun. Tetapi, usia tersebut tidak menghalangi tukang cukur asal Palembang, Sumatera Selatan, itu untuk belajar membaca Alqur'an.

Ya, Roni memang tidak bisa membaca huruf-huruf hijaiyah. Namun begitu, semangatnya yang tinggi untuk belajar mengaji mampu menghilangkan rasa malunya.

" Pokoknya setiap siang, jadwal saya ya mengaji di sini," ujar Roni, melalui keterangan tertulis diterima Dream dari PPPA Daarul Quran.

Lima kali dalam sepekan, Roni selalu datang ke kantor Daarul Quran Palembang untuk mengikuti program mengaji. Roni benar-benar memulainya dari nol, dari mengenal huruf hijaiyah lewat kitab Iqro'.

Kios cukur rambut Roni berlokasi di dekat kantor Daarul Quran. Dia pun berpikir daripada menunggu pelanggan hanya dengan duduk-duduk, lebih baik memanfaatkan sebagian waktu untuk belajar baca Alqur'an.

1 dari 5 halaman

Tak Malu Mulai dari Iqro'

Roni juga tidak malu mengakui waktu terakhirnya belajar mengaji saat masih kecil. Sehingga, bukan masalah bagi Roni jika harus kembali belajar Iqro'.

" Dulu kecil saya nakal dan malas belajar Alqur'an, sekarang sudah tua baru ingat dan ingin belajar lagi," kata dia.

Semangat Roni untuk bisa mengaji sangat tinggi. Tak lupa, setiap kali usai mengaji Roni selalu menyisihkan sebagian rezekinya untuk para penghafal Alquran.

 Tukang CukurTukang Cukur © Daarul Quran

Doa Roni hanya satu, dimudahkan Allah untuk bisa belajar Alquran.

Pimpinan Daarul Quran Palembang, Dwi Frihanto, mengatakan pihaknya menyambut siapa saja yang ingin belajar ataupun menghafal Alquran.

" Insya Allah kami menyiapkan asaatidz dan asaatidzah untuk membimbing tahsin dan tahfiz. Semoga ikhtiar ini membuat dakwah tahfidzul Qur’an bisa menembus kota maupun di pelosok Palembang bahkan di Nusantara maupun seantero dunia," kata Dwi.

2 dari 5 halaman

Ketika Santri Ungkap Rahasia Menghafal Alquran dan Tak Cepat Lupa

Dream - Alquran bukan sekadar bacaan. Di dalamnya terdapat banyak sekali pedoman hidup bagi manusia terutama umat Islam.

Bisa menghafal Alquran, apalagi jika bisa genap 30 juz merupakan keinginan dari setiap Muslim. Ini karena janji Allah memberikan keberkahan hidup bagii mereka yang mau menghafal setiap ayat Alquran.

Hal itulah yang menjadi penyemangat para santri Pesantren Takhasus Cinagara, Caringin, Bogor, Jawa Barat. Mereka rela bersusah payah demi meriah keberkahan Alquran dengan menghafalnya.

Tentu, setiap santri memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghafal Alquran. Alhasil, metode para santri di pesantren di bawah binaan PPPA Daarul Quran tidak sama antara satu dengan lainnya.

 

      View this post on Instagram

Menghafal Al-Qur’an adalah impian semua umat Islam, karena Allah telah menjamin keberkahan kehidupan dunia akhirat bagi para penghafal Qur’an. Allah juga mengatakan bahwa Menghafal Qur’an itu muda . Meskipun mudah, nyatanya banyak juga orang yang sangat sulit untuk menghafal Al-Qur’an. Bahkan untuk menghafal satu ayat saja, mereka membutuhkan waktu yang sangat lama, dan setelah hafal juga cepat lupa. Sahabat, Yuk kita simak video santri-santri Pesantren Takhassus Cinagara ini . #berkahnyazakat #nikmatnyasedekah #IndonesiaMenghafalQur’an

A post shared by PPPA Daarul Qur'an (@daarul_quran) on

3 dari 5 halaman

Metode Tiap Santri Berbeda

Seperti dituturkan Muammar Saddam. Santri yang telah hafal 30 juz Alquran ini memakai metode sesuai kemampuannya.

" Sebenarnya nggak semua sama sih, karena setiap orang memiliki kemampuan masing-masing, jadi metodenya tergantung setiap santrinya," kata Saddam dalam video yang diunggah di akun Instagram @daarul_quran, diakses pada Kamis 18 Juli 2019.

Santri tahfiz 30 juz lainnya, Ahmad Faza, menuturkan metodenya menghafal Alquran dengan cara mengulang satu ayat sampai beberapa kali.

" Satu ayat itu diulang-ulang, sambil dibayangkan ayatnya," kata Faza.

 

4 dari 5 halaman

Baca Sampai Satu Waqof

Faza mengatakan pengulangan ayat dilakukan antara 10 sampai 15 kali. " Baru nanti lanjut ke ayat selanjutnya," ucap dia.

Berbeda dengan Najib. Santri tahfiz 30 Juz ini juga punya metode sendiri dalam menghafal Alquran.

Najib kerap membaca Alquran hingga satu waqof (tanda untuk berhenti dalam Alquran). Dia lalu mengulanginya minimal sampai tiga kali.

" Terus kita coba tutup, kalau lupa kita buka lagi," kata Najib.

Meski susah payah, para santri ini tidak patah semangat dalam menghafal Alquran. Mereka pun mengajak umat Islam untuk juga menjadi hafiz.

5 dari 5 halaman

Berikan Beasiswa Tahfiz Quran, D'Masiv Lelang Barang Kesayangan

Dream - Grup musik D'Masiv menggelar lelang barang kesayangan mereka saat menggelar konser amal di Kampus 3 IAIN Salatiga. Hasil lelang barang tersebut dimanfaatkan untuk beasiswa bagi para santri tahfiz Alquran.

" Manggung di IAIN Salatiga, lelang kaus yang pernah saya pakai beberapa kali buat manggung. Dan dibeli dengan harga Rp10 juta. Sepatu kesayangan Kiki (Gitaris D'Masiv) laku Rp1 juta. Semua akan disumbangkan untuk pembangunan rumah tahfizh dan beasiswa untuk para penghafal Al-Qur'an. @daarul_quran," tulis vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta.

 D'MasivD'Masiv © istimewa

Lelang tersebut dilaksanakan bersamaan dengan tabligh akbar dengan tema " Harmoni Cinta untuk Indonesia" pada Minggu, 7 Juli 2019 yang juga menghadirkan Syeikh Muhammad Jabeer sebagai penceramah.

Masyarakat Salatiga begitu antusias mengikuti lelang ini. Mereka bahkan turut bersedekah yang disalurkan kepada panitia lelang.

 D'MasivD'Masiv © istimewa

Kepala Cabang PPPA Daarul Quran Semarang, M. Nur Fauzan, bersyukur pelaksanaan konser amal ini mendapat respon positif dari masyarakat. Sejumlah tokoh dan institusi turut memberikan donasi lewat konser ini, seperti Wakil Rektor IAIN Salatiga, kepolisian, Direktur PDAM serta Dinas Pariwisata Kota Salatiga.

Donasi yang terkumpul mencapai Rp75 juta. Fauzan pun menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah terlibat memberikan donasi lewat tabligh akbar tersebut.

" Semoga Allah memberikan keberkahan dan melimpahkan segala kebaikan untuk kita semua," kata Fauzan.

 D'MasivD'Masiv © istimewa

Dalam kesempatan ini, Syeikh Muhammad Jabeer mengajak umat Islam untuk lebih dekat dengan Alquran. Adik Syeikh Ali Jabeer ini menjelaskan setiap huruf Alquran yang dibaca mengandung satu kebaikan.

" Bila satu ayat, satu halaman, hingga satu juz, maka akan mendapatkan kebaikan berlipat-lipat," kata Syeikh Muhammad Jabeer.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak