Suami Wafat karena Corona, Istri Hanya Bisa Ucapkan Selamat Tinggal di FaceTime

Reporter : Ulyaeni Maulida
Senin, 6 April 2020 14:46
Suami Wafat karena Corona, Istri Hanya Bisa Ucapkan Selamat Tinggal di FaceTime
Mewabahnya virus Covid-19, menghadirkan berbagai cerita. Terutama dari mereka yang kehilangan.

Dream – Pasien Covid-19 harus menjalani isolasi untuk mencegah penularan. Mereka tak boleh dijenguk siapapun, termasuk keluarga, untuk mencegah penyebaran virus corona.

Karena itulah banyak kisah pilu yang dialami oleh pasien Covid-19 dan keluarga. Mereka tak bertemu berminggu-minggu, selama masa karantina.

Sebagian pasien Covid-19 bahkan meninggal tanpa didampingi keluarga. Mereka mengembuskan napas terakhir dalam kesendirian. Dalam kesenyapan total.

Dengarlah kisah Maura Lawinger, yang baru saja kehilangan sang suami akibat infeksi virus corona. Dia hanya mampu mengucapkan selamat tinggal kepada sang suami melalui FaceTime.

1 dari 3 halaman

Awal suami dirawat

Menurut Maura, awalnya sang suami ditolak saat hendak melakukan tes virus Covid-19. Kondisi sang suami semakin memburuk, meski sudah menjalani serangkaian perawatan.

Karena kondisi yang semakin memburuk, barulah sang suami dibawa ke ICU. Sejak itu, ia dan suami dipisahkan. Karena suaminya harus menjalani isolasi di rumah sakit.

Maura sadar bahwa waktu bersama sang suami tak akan lama. Dia berpesan kepada perawat memutarkan musik untuk sang suami. 

“ Dia (perawat) mengatakan kepada saya bahwa dia (suami) sangat tenang tetapi mereka pasti akan melakukanya,” cerita Maura, dikutip dari CNN.

2 dari 3 halaman

Saat-saat terakhir bersama suami

Maura Lewinger© Twitter CNN

Ketika keadaan menjadi lebih lebih buruk, Maura meminta melakukan FaceTime dengan suaminya.

“ Saya memohon padanya untuk tidak meninggalkan kami. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami semua membutuhkannya,” lanjut Maura.

Pada kesempatan lain, Maura kembali meminta FaceTime. Saat itu dia diberitahu bahwa tak ada banyak waktu lagi baginya bersama sang suami.

“ Saya berterima kasih padanya karena telah menjadi suami yang paling menakjubkan. Bahwa ia membuatku merasa dihargai dan dicintai setiap hari,” ungkap Maura.

“ Dia menulis padaku surat-surat indah setiap hari untuk dimasukkan ke dalam kotak makan siang saya. Saya sangat berterima kasih padanya. Saya berdoa, kemudian dokter mengambil telepon.”

Dokter bilang, “ Aku minta maaf, tapi sudah tidak ada denyut nadi lagi.”

3 dari 3 halaman

Harapan Maura

Maura menambahkan bahwa dia tidak ingin hal ini terjadi kepada orang lain. Ia tidak ingin orang-orang diluar sana merasa tidak terkalahkan dan berpikir bahwa ini tidak akan terjadi pada diri kita.

Kisah ini menjadi pelajaran. Bahwa siapapun dapat tertular virus Covid-19 tanpa terkecuali. Semuanya akan terlambat jika kita tidak segera melakukan upaya untuk mencegahnya.

Sumber: worldofbuzz.com

Beri Komentar