Sholat Sunah Dianjurkan di Tempat Tertutup, Ini Keutamaannya

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 25 Oktober 2019 20:00
Sholat Sunah Dianjurkan di Tempat Tertutup, Ini Keutamaannya
Anjuran ini berbeda dengan sholat fadlu yang lebih baik di tempat terbuka seperti masjid atau mushola.

Dream - Selain menjalankan sholat fardu lima waktu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunah. Jenis sholat ini cukup banyak.

Ada sholat sunah yang mengiringi sholat fardu, ada juga sholat sunah dilaksanakan di waktu-waktu tertentu seperti dhuha, tahajud, hajat, dan lain sebagainya.

Terdapat anjuran melaksananakan sholat fardu di tempat terbuka dan bisa dilihat banyak orang. Bisa di masjid atau mushola sehingga dilaksanakan secara berjemaah.

Berbeda dengan sholat fardu, sholat sunah justru lebih dianjurkan di tempat tertutup. Bisa di rumah, kamar, atau ruangan lainnya yang tidak memungkinkan orang lain melihatnya.

Dikutip dari Bincang Syariah, ada sejumlah keutamaan dianjurkannya sholat sunah di tempat tertutup. Keutamaan pertama yaitu dibebaskan dari api negara, seperti terjelaskan dalam hadis riwayat Imam Suyuti dari Jabir RA.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Barangsiapa melaksanakan sholat dua rakaat dalam kesunyian yang hanya Allah dan malaikat saja yang melihatnya, maka dituliskan untuknya terbebas dari api neraka."

1 dari 6 halaman

Bisa Masuk Surga Tanpa Hisab

Keutamaan kedua, seseorang akan masuk surga tanpa hisab. Ketentuan ini tercantum dalam hadis Rasulullah berikut.

Tidak ada seorang hamba yang sholat dalam rumah yang gelap dengan rukuk dan sujud yang sempurna melainkan surga wajib baginya dengan tanpa hisab.

Keutamaan ketiga yaitu terbebasnya seseorang dari sifat munafik, kufur, bid'ah dan kesesatan. Ini seperti disebutkan dalam hadis berikut.

Siapa yang sholat empat rakaat sekiranya orang-orang tidak melihatnya, maka sungguh ia telah terbebas dari kemunafikan, kekafiran, kebid'ahan, dan kesesatan.

Begitu utamanya melaksanakan sholat sunah di tempat tertutup. Selain agar lebih khusyuk, juga agar terhindar dari riya.

Sumber: Bincang Syariah

2 dari 6 halaman

Dianjurkan Berjabat Tangan, Bolehkah Ucap Salam Cuma Lewat Lambaian?

Dream - Mengucap salam ketika bertemu teman sudah jadi kebiasaan seorang Muslim. Kebiasaan ini memang dianjurkan dalam Islam dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Selain mengucap salam, dianjurkan untuk berjabatan tangan. Ini untuk menguatkan persaudaraan dengan sesama.

Tetapi, ada sebagian dari kita melambaikan tangan dan mengucap salam ketika berjumpa dengan saudaranya. Meskipun sudah mendekat, dia tidak juga bersalaman karena merasa lambaian tangan sudah cukup.

Tentu, menjabat tangan adalah sunah setelah mengucap salam. Amalan ini juga mengandung keutamaan tersendiri.

Lantas bagaimana dengan mengucap salam sambil melambaikan tangan?

3 dari 6 halaman

Jabat Tangan Bisa Gugurkan Dosa

Dikutip dari Bincang Syariah, jabat tangan jauh lebih utama dilakukan ketika bertemu dengan orang lain. Amalan ini bisa menggugurkan dosa kita dan yang dijabat tangannya.

Keutamaan ini terdapat dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, Imam Ibnu Maja, Imam Tirmdzi dari Al Bara' bin Azib. Rasulullah SAW pernah bersabda demikian.

Tidaklah dua muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya.

Karena itulah tidak mengherankan jika jabat tangan telah menjadi kebiasaan di masyarakat. Ini semata jabat tangan mengandung manfaat yang sangat besar.

 

4 dari 6 halaman

Melambaikan Tangan

Tetapi, ada kalanya kita dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk berjabat tangan. Misalnya, kita bertemu teman saat kita sedang mengemudikan sepeda motor sehingga hanya bisa melambaikan tangan.

Ternyata, hal ini juga pernah dilakukan Rasulullah. Saat itu, Rasulullah bertemu dengan sekelompok wanita sehingga tidak bisa menjabat tangan mereka satu per satu. Akhirnya Rasulullah melambaikan tangan.

Hal ini tertuang dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi.

Rasulullah SAW pada suatu hari lewat menuju masjid, dan sekelompok wanita sedang duduk-duduk. Maka beliau melambaikan tangannya dengan mengucap salam.

Riwayat ini menunjukkan dibolehkannya melambaikan tangan saat mengucap salam. Tentu hal itu bisa dilakukan jika memang tidak memungkinan untuk jabat tangan.

Sumber: Bincang Syariah

5 dari 6 halaman

Doa Agar Cita-cita Besar Terwujud

Dream - Cita-cita besar menjadi motivasi seseorang. Dia akan berjuang dan bekerja keras demi terwujudnya cita-citanya.

Cita-cita dan harapan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Bayangan akan masa depan yang cerah tentu menjadi harapan banyak orang.

Sayangnya, selalu ada potensi cita-cita tidak terwujud. Bisa jadi karena kurangnya upaya yang kita lakukan.

Bisa pula karena kita tidak memasrahkan cita-cita kepada Allah. Kita terus berusaha sekeras mungkin dan merasa tidak perlu bantuan Allah.

Agar cita-cita besar terwujud, dianjurkan membaca doa yang terdapat dalam hadis riwayat Abu Daud dari Abu Darda'. Doa ini dapat dibaca setiap pagi dan sore hari.

6 dari 6 halaman

Doa Cita-cita Terwujud

 Doa Cita-cita Terwujud

Hasbiyallahu la ilaha illa huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil 'adzim.

Artinya,

" Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'arsy yang agung."

Beri Komentar
Anak Millenial Wajib Tahu, Ini Tips Umroh Tenang Tanpa Utang