Siswa SMP Ciptakan Tongkat Ber-GPS untuk Tuna Netra

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 10 November 2019 12:49
Siswa SMP Ciptakan Tongkat Ber-GPS untuk Tuna Netra
Tongkat itu diciptakan oleh siswa SMP di Semarang

Dream - Siswa SMP Nasima Semarang, Masayu Nur Kautsar Zaida Nafia Setyani menjadi perbincangan di dunia pendidikan berkat terobosannya. Siswa kelas 9 itu membuat karya ilmiah Tongkat Tuna Netra Elektronik dengan Pemandu GPS.

Karya itu mengantarkannya sebagai juara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat SMP se-Kota Semarang 2019.

" Masayu bukan kali pertama menjadi juara, sebelumnya dalam Kompetisi Penelitian Siswa tingkat Asia di Bali, Masayu juga menjadi juara," kata Kepala SMP Nasima, Dwi Astuti dikutip Liputan6.com dari suaramerdeka.com, Minggu 10 November 2019.

Masayu menjelaskan, tongkat tersebut memiliki bahan alumunium dengan rangkaian elektronika yang dilengkapi sensor ultrasonik. Sensor itu ditempatkan di ujung tongkat sebagai pendeteksi lingkungan sekitar.

Ketika sensor membaca lingkungan, hasil analisisnya diteruskan ke bagian mikrokontroler.

 

 

1 dari 6 halaman

Jadi Pemandu

Setelah data ditransfer ke mikrokontroler, speaker yang terpasang akan berbunyi apabila ada halangan di depannya.

" Di tongkat tuna netra ini telah diset jarak halangan yang dibuat yakni 40 cm. Sehingga jika penyandang cacat tuna netra menggunakan tongkat kemudian ada halangan di depannya sejauh 40 cm, maka tongkat akan berbunyi," kata Masayu.

Pembimbing Masayu, Abdul Rohim mengatakan, keunggulan lainnya dari tongkat ciptaan siswanya itu dengan adanya GPS.

" Kelebihan lain, keberadaan pengguna mudah diketahui keluarga, dengan bantuan GPS," ujar Rohim.

(Sumber: Liputan6.com)

2 dari 6 halaman

Siswa MTs Juara Kontes Robot Dunia, Kalahkan Peserta Dewasa!

Dream - Beberapa hari lalu, siswi MAN 1 Surakarta, Salma Sonia Jneina Sagiri membuat bangga Indonesia. Dia meraih juara dalam World Robot Games 2019 dengan robotnya yang terinspirasi dari kesadaran pengunjung mal membuang sampah yang masih rendah.

Di ajang yang sama, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Sragen, M Miftahul Risqi, turut mencatatkan prestasi. Dia juga meraih Performance Award.

" Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan dan terima kasih atas doa teman-teman semua, karena siswa kami berhasil meraih penghargaan pada kompetidi robotik tingkat internasional," ujar Kepala MTsN 8 Sragen, Muawanatul Badriyah, dikutip dari Kemenag.go.id.

Risqi mendapat penghargaan Performance Award untuk kategori Lince Tracing Robot Extreme. Kategori ini menguji keandalan robot dalam melintasi jalur ekstrem yang sulit dilewati.

Lintasan dibuat seperti jalur roller coaster dan robot diharuskan melintasinya dengan kecepatan tinggi. Jika tidak diprogram secara matang, risikonya robot bisa rusak karena jatuh dari ketinggian.

3 dari 6 halaman

Kalahkan Peserta Dewasa

Risqi dapat melewati kompetisi ini. Dia juga berhasil mengalahkan para peserta lainnya yang kebanyakan masuk kategori dewasa.

" Ini menunjukkan bahwa siswa madrasah di desa mampu berprestasi pada ajang yang membutuhkan kemampuan teknologi masa depan," kata Badriyah.

Lebib lanjut, Badriyah mengaku bangga dengan raihan prestasi Risqi. Menurut dia, Risqi membuktikan siswa madrasah juga bisa mengharumkan nama bangsa lewat prestasi.

" Saya yakin madrasah kami bakal lebih bersinar dan menjadi pilihan utama para orangtua dalam menyekolahkan anaknya," kata dia.

4 dari 6 halaman

Siswi Madrasah Juara Kompetisi Robot Dunia, Idenya dari Mal

Dream - Salma Sonia Jneina Sagiri, membuat Indonesia berbangga. Siswi kelas XII IPA 2 Boarding School Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta meraih medali emas di ajang World Robot Games 2019 di Bangkok, Thailand, untuk kategori Innovative Robot Extreme.

Robot yang diberi nama Smart Bin in the Mall ini mengantarkan Salma menuju panggung juara tertinggi kompetisi itu. Salma menjelaskan, robot yang dia ciptakan terinspirasi dari kebiasaan pengunjung pusat perbelanjaan atau mal yang jarang mau membuang sampah pada tempatnya.

" Banyak alasan yang disampaikan. Mulai dari malas, takut kotor, dan sebagainya. Robot ini hadir untuk mengatasi hal tersebut," ujar Salma, dikutip dari jateng.kemenag.go.id.

Salma merancang robotnya untuk memudahkan masyarakat yang ingin buang sampah tanpa perlu bersentuhan dengan tempat sampah. Robot itu dibekali sensor sehingga bisa membuka dan menutup tutup tempat sampah.

Kemudian, robot tidak akan membuka tutup secara otomatis jika sampah yang ditampung sudah penuh. Sehingga, sampah harus dibuang lebih dulu agar robot buatan Salma bisa normal beroperasi.

 

5 dari 6 halaman

Pukau Dewan Juri

Robot ini dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Selain itu, biaya pembuatan robot ini tidaklah mahal.

Presentasi Salma mampu memukau para juri yang berasal dari berbagai kalangan. Salmapun diganjar emas, mengalahkan ribuan peserta dari negara-negara lain.

Kepala MAN 1 Surakarta, Slamet Budiyono, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Salma. Dia menyatakan capaian tersebut sejalan dengan misi MAN 1 Surakarta untuk Go International.

" Alhamdulillah akhirnya kita bisa go international dan sudah dimulai dari lomba robotik di Thailand," ujar Slamet.

Slamet mengatakan pihak sekolah dan para guru selalu mendorong para siswa untuk berkarya. Terutama berani terjun ke kancah dunia.

" Saya sangat mendorong siswa siswi MAN 1 Surakarta untuk berani berpikir global dan bukan hanya lokal. Termasuk mengikuti lomba juga harus berani tampil di tingkat global," kata dia.

 

6 dari 6 halaman

Mampu Bersaing dengan Peserta Dewasa

Pembimbing Tim Robotik MAN 1 Surakarta, Prihantoro Eko Sulistyo, mengatakan World Robot Games merupakan kompetisi robot dunia yang digelar tiap tahun. Ada 10 negara berpartisipasi dalam kompetisi ini, yaitu Thailand selaku tuan rumah, Vietnam, Indonesia, Bhutan, Myanmar, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Prihantoro mengakui performa Salma selama mengikuti ajang kompetisi ini sangat membanggakan. Sebab, siswi MAN itu mampu bersaing dengan peserta dewasa pada kategori Extreme.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone