Pesan Aiptu Sri Mulyono, Anggota Satgas Covid-19 yang Wafat karena Corona

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 25 September 2020 08:00
Pesan Aiptu Sri Mulyono, Anggota Satgas Covid-19 yang Wafat karena Corona
"BRI-MOB Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan"

Dream - Aiptu Sri Mulyono, anggota Brimob Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) yang tergabung dalam posko dukungan satgas Covid-19 telah menghadap ke Sang Pencipta, Minggu 20 September 2020.

Aiptu Sri Mulyono meninggal dunia setelah dirawat karena positif Covid-19. Ia harus gugur setelah selama ini menunaikan tugas kemanusiaan, memakamkan jenazah para pasien Covid-19.

Pada awal wabah Covid-19 memasuki wilayah DIY, Polri mengeluarkan kebijakan penanggulangan wabah dengan sandi Operasi Aman Nusa II Progo 2020 pada Maret 2020.

Aiptu Sri Mulyono dikenal ahli dalam bidang Kimia, Bilogi, dan Radioaktif, diikutsertakan dalam opeprasi tersebut. Ia mendapat tugas sebagai tenaga pemulasaran korban Covid-19.

Dengan baju hazmat standar WHO bertuliskan " BRI-MOB Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan" , ia bersama rekan-rekannya secara ikhlas melakukan pekerjaan kemanusiaan tersebut tanpa mengenal lelah.

1 dari 11 halaman

Menanggapi meninggalnya Almarhumah, Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, saat dikonfirmasi menyampaikan, Almarhum Aiptu Sri Mulyono merupakan anggota yang berkepribadian baik. Beliau sangat berjasa di tengah pandemi saat ini.

“ Aiptu Sri Mulyono dikabarkan meninggal dunia pada Minggu 20 September pukul 05.00 WIB, pagi. Dan telah dilakukan penghormatan terakhir berupa jajar kehormatan oleh personil Ditsamapta Polda DIY di TPU Malangwijan, Bangunharjo, Sewon, Bantul,” ucapnya.

Yulianto menambahkan, almarhum selesai bertugas BKO Dukungan Operasi Gugus Tugas Covid-19 DIY sempat mendapatkan tugas baru mengemban Pejabat Sementara Komandan Pleton 3 Kompi 3 Dalmas Ditsamapta Polda DIY.

“ Banyak pesan yang didapat dari sosok Almarhum Aiptu Sri Mulyono. Jiwa kemanusiaan yang beliau lakukan di tengah pandemi covid-19 ini sangat berarti bagi kita. Semoga segala aman beliau diterima di sisi-Nya, Aamiin,” ujar Kabidhumas mengakhiri.

2 dari 11 halaman

Menurut informasi yang dilansir jogja.polri.go.id, almarhum telah tercatat sebanyak delapan kali terlibat bersama dengan tim relawan gugus tugas dalam pemulasaran pasien yang meninggal karena covid-19, periode Maret hingga Juni 2020.

Almarhum juga tercatat di bawah kendali operasi (BKO) Pos Dukungan Operasi Gugus Tugas Covid-19 DIY ditunjuk sebagai partner dan mentor dalam percepatan penanganan covid-19 DIY, almarhum juga ditunjuk sebagai tim perumusan safety procedure dan dekontaminasi area.

Selain itu dirinya ditunjuk sebagai tim advance dan cipta kondisi dalam beberapa oeparsi percepatan penanganan covid-19 DIY dan pemakaman protokol covid-19. Serta sebagai tim emergency respon evakuasi dan pemakaman protokol covid-19.

Sumber: Polri Jogja

3 dari 11 halaman

Cara Unik Warga Yogyakarta Mencegah Penyebaran Wabah Covid-19

Dream - Masyarakat Indonesia semakin waspada terhadap penyebaran virus corona baru, Covid-19. Apalagi, hampir seluruh provinsi di Indonesia telah terinfeksi. Jumlah orang yang terinfeksi virus tersebut kian hari semakin bertambah.

Hingga Minggu sore, tercatat 1.285 kasus infeksi di Indonesia, sebanyak 114 orang dinyatakan meninggal dunia dan baru 64 yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Sejumlah wilayah mengambil kebijakan untuk mencegah meluasnya penularan di daerah masing-masing. Salah satunya dilakukan oleh Yogyakarta. 

Saat ini, di Yogyakarta telah ada 19 kasus Covid-19. Dari angka itu, 4 orang meninggal dunia, baru 1 orang yang dinyatakan sembuh. Sebagian besar kasus positif Covid-19 di Kota Gudeg berasal dari orang yang kembali dari daerah lain. Sejumlah wiyayah Yogyakarta memang menjadi tujuan para pemudik.

Kota Pelajar ini melakukan berbagai pencegahan Covid-19 dengan cara yang berbeda dari daerah lain. Upaya-upaya itu mengundang respons positif dari berbagai daerah di Indonesia, beberapa dari mereka mengikuti cara yang dilakukan oleh warga Yogyakarta.  

Sahabat Dream, ayo kita simak cara pencegahan unik yang dilakukan oleh warga Yogyakarta berikut ini:

4 dari 11 halaman

1. Lockdown Lokal

Penerapan lockdown lokal alias karantina lokal ini pertama kali dilakukan oleh sebuah kampung di Sleman, Yogyakarta, pada 26 Maret 2020. Daerah Pakem menjadi daerah pertama yang melakukan penutupan jalan sebagai akses menuju kampung mereka. Disusul oleh beberapa daerah di Kabupaten Sleman lainnya, seperti Pogung, Sambirejo, dan sekitarnya.

Hingga 30 Maret, hampir semua daerah di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo mengikuti langkah tersebut. Setelah kabar ini beredar beberapa daerah di luar Yogyakarta pun turu melakukan Lockdown Lokal.

Langkah ini dilakukan dengan menutup semua akses menuju suatu kampung, agar membatasi orang yang dikhawatirkan membawa virus Covid-19 mudah memasuki wilayahnya.

5 dari 11 halaman

2. Pembuatan Gerbang Dis infectan Otomatis

Selain memutuskan lockdown lokal, warga Yogyakarta juga membuat gerbang di depan jalan masuk ke daerah mereka. Gerbang buatan warga Yogya ini dilengkapi dengan sensor otomatis, sehingga jika seseorang melintas di bawahnya, mesin tersebut akan menyemprotkan cairan disinfektan. 

Di Daerah Bantul, gerbang disinfektan dibuat dengan mengucapkan kata sandi. Setiap warga yang lewat diwajibkan mengucapkan kata sandi tersebut atau dengan menepukkan kedua tangan sehingga cairan disinfektan dapat keluar.

6 dari 11 halaman

3. Polisi Gunakan Water Canon untuk Bubarkan Masa

Polda Yogyakarta dan jajarannya melakukan penyemprotan cairan disinfektan di jalan raya menggunakan water canon. Selain untuk membersihkan virus yang ada di jalan-jalan di Yogyakarta.

Kegiatan ini juga efektif membubarkan masa yang berkumpul di tepi-tepi jalan. Langkah ini mengundang decak kagum dari warga yang melihatnya. Sebab water canon yang menyemprotkan cairan diinfektan dari segala sisi membentuk pemandangan indah yang mungkin belum pernah mereka lihat sebelumnya.

 

7 dari 11 halaman

4. Warga Secara Mandiri Semprot Disinfektan ke Tiap-tiap Rumah

Warga Yogyakarta terkenal aktif dalam gotong-royong, sehingga tidak mengagetkan bahwa mereka membuat cairan disinfektan sendiri dan menyebarkannya dari rumah satu ke rumah yang lain, tanpa menunggu penyemprotan dari petugas pemerintah.

8 dari 11 halaman

5. Membuat Hand Soap Mandiri untuk Warga

Di daerah Bantul, selain menerapkan sistem lockdown lokal, kesadaran masyarakat akan kegiatan cuci tangan dengan sabun juga sangat bagus. Masyarakat membuat handsoap dalam jumlah yang banyak dan membagikan kepada warga dengan gratis.

Dengan dibagikan secara gratis, akan lebih menjamin warga untuk mencuci tangan mereka dengan sabun. Selain itu, kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi kepada warga yang belum paham pentingnya cuci tangan di tengah wabah Covid-19.

9 dari 11 halaman

6. Pemasangan Hand Soap Di setiap Sudut Jalan Kampung

Di setiap sudut jalan di Bantul, warga memasang kran air dan menyediakan sabun cuci tangan. Langkah ini guna mengingatkan dan memudahkan warga untuk selalu cuci tangan dengan sabun. Alat ini dipasang di sepanjang jalan agar pengguna jalan dapat memanfaatkannya dengan baik. Jika alat telah disediakan, maka kecil kemungkinan warga tidak memanfaatkannya.

10 dari 11 halaman

7. Berita HOAX Sayur Lodeh Penangkal Corona Tetap Dilakukan

Berita hoaks mengenai sayur lodeh yang terdiri dari tujuh macam jenis sayur, yang dikabarkan merupakan anjuran dari Sri Sultan, ternyata dipercaya sebagian masyarakat Yogyakarta. Mereka bahkan mempraktikkannya, walau sudah banyak yang mengkonfirmasi bahwa anjuran tersebut merupakan berita hoaks.

 

11 dari 11 halaman

8. Warga Diberikan Tanda Pengenal

Setelah diberlakukannya lockdown lokal, warga pendatang, seperti mahasiswa atau pekerja yang tinggal di kos dan kontrakan di Yogyakarta diberikan tanda pengenal sebagai bukti seseorang tinggal di daerah tersebut.

Karena diberlakukan lockdown lokal, maka orang dari luar tidak bisa memasuki wilayahnya tanpa menunjukkan bukti pengenal tersebut. Bahkan, jika mereka keluar hanya untuk mencari bahan makanan, saat akan memasuki kawasan tersebut harus menunjukkan tanda pengenal.

Nah, begitulah cara unik warga Yogyakarta dalam upaya pencegahan penyebaran Wabah Covid-19 di Yogyakarta. Sahabat Dream yang dari daerah lain bisa mengikuti langkah tersebut jika dinilai efektif untuk memutus rantai penyebaran Cocivd-19 yang sudah sangat meresahkan ini.

Beri Komentar