Sudah Berada di Atas Paha, Pemuda Ini Bertaubat Lalu...

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 2 September 2016 07:30
Sudah Berada di Atas Paha, Pemuda Ini Bertaubat Lalu...
Seketika mendengar nama Allah disebut dan pesan takwa diucapkan, pemuda itu gemetar. Hatinya bergetar. Dan ia pun meninggalkan gadis itu. Kemudian, sebuah keajaiban terjadi...

Dream - Gadis itu cantik. Berparas ayu, dengan wajah mempesona. Sebagai pemuda normal, ia pun terpikat dengannya. Cinta tumbuh bersemai dalam hati, lalu akarnya menghujam dan daun-daunnya meninggi.

" Aku sangat mencintainya sebagaimana seorang laki-laki mencintai seorang wanita," kata pemuda itu seperti dikisahkan Rasulullah dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Rupanya cinta itu tak hanya tumbuh rindang tetapi juga liar. Hingga ia pun menginginkan mencicipi madunya gadis pujaan yang tak lain masih sepupu. Berkali-kali ia mencoba merayu, namun sang gadis selalu menolaknya.

Hingga satu kesempatan datang. Kesempatan dalam kesempitan. Suatu ketika...

1 dari 4 halaman

Hatinya Bergetar dan Gadis itu...

Dream - Suatu ketika, musim paceklik melanda. Orangtua gadis itu mengalami kesulitan ekonomi. Karena tahu bahwa pemuda tersebut adalah orang berada, mereka mengutus gadis itu meminta bantuan.

Pemuda tersebut memberinya 120 dinar. " Dengan satu syarat," katanya memanfaatkan kondisi itu, " engkau mau menyerahkan dirimu."

Kondisi ekonomi yang sulit membuat gadis itu terpaksa mengiyakan. Sebab ia sangat butuh uang. Ia perlu menyelamatkan keluarganya dari himpitan paceklik.

Sang pemuda pun bersiap. Hanya berdua, ia berpikir akan segera memetik ranumnya buah yang selama ini diidam-idamkannya. Namun saat ia telah siap dan berada di atas pahanya, gadis itu mengatakan: " Bertakwalah kepada Allah dan janganlah kau pecahkan tutup kecuali dengan cara yang sah."

Seketika mendengar nama Allah disebut dan pesan takwa diucapkan, pemuda itu gemetar. Hatinya bergetar. Dan ia pun meninggalkan gadis itu.

Kemudian, sebuah keajaiban terjadi... selanjutnya baca di sini.   

2 dari 4 halaman

Tobat si Artis Terkenal: Tak Mampu Baca Alquran di Depan Kabah

Dream - Nama bekennya Shamsul Ghau-Ghau. Tapi nama sebenarnya adalah Shamsul Azahar Aliddin. Bagi warga Malaysia, pria 48 tahun ini sudah tak asing lagi.

Namun Shamsul kini sudah meninggalkan dunia glamor dan memilih jalan dakwah sebagai perjuangannya.

Shamsul selalu menjadikan perjalanan hidupnya sebagai bahan pelajaran bagi orang yang mendengarkan dakwahnya.

" Saya khatam Alquran saat umur 12 tahun, tapi tak mampu membacanya di depan Kabah ketika menunaikan umrah pertama pada 2001," kenangnya dengan sedih sampai tidak mampu menahan air matanya mengalir.

Dikutip dari Sinar Online, Shamsul sedang membagikan pengalamannya di hadapan sekitar 300 penonton yang terdiri staf Rumah Sakit Sungai Buloh pada Kamis lalu, dalam acara Quran Hour.

" Saya pikir apa yang akan terjadi jika saya mati nanti atau jika ibu saya sakit, mampukah saya membacakan Alquran buatnya?

" Allah SWT mudahkan rezeki saya, mulai gaji 300 ringgit (sekitar Rp 1 juta) sebulan selama bekerja sebagai polisi, sehingga pernah mendapat bayaran 100 ringgit (sekitar Rp 350 juta) sebulan sebagai artis. Tapi hati saya jauh dari-Nya," katanya.

Shamsul tidak menganggap apa yang terjadi sebelum ini sebagai titik hitam. Sebaliknya ia adalah pembuka jalan baginya untuk memperbaiki dirinya sekarang. (Ism) 

3 dari 4 halaman

Enggan Menoleh ke Belakang

Dream - Shamsul kini giat menjalankan kegiatan berdakwah dengan berbagi pengalaman hidupnya untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat.

" Saya berpeluang menunaikan umrah pertama pada 2001 bersama teman-teman dan berdoa tentang empat hal yang tak mungkin saya lupakan."

Doa pertama, Shamsul minta diberi jodoh segera dan memiliki anak. Doa ketiga, dia ingin punya rumah depan masjid.

Untuk doa keempat Shamsul ingin dibukakan hatinya agar mengaji serta mendekatkan diri dengan Allah SWT.

" Alhamdulillah, pada 2003 saya menikah dan dikaruniai anak setahun kemudian. Pada 2006 saat beli rumah, dan ditakdirkan lokasinya persis depan masjid," katanya.

Meskipun diberi kemudahan, namun kesibukan sebagai artis membuatnya memiliki waktu terbatas untuk pergi ke masjid.

" Setiap hari saya dengar rekaman surah Ar-Rahman yang dipasang di masjid sebelum masuk salat Maghrib sampai bisa menghafalnya meskipun tapi tak tahu artinya."

 

4 dari 4 halaman

Berguru ke Tiga Ustaz

Dream - Ditakdirkan, pada satu hari dia pergi ke toko buku dan saat membaca buku tafsir Alquran, halaman yang dia buka tepat pada surah Ar-Rahman yang salah satu artinya berbunyi 'nikmat mana yang kamu dustakan'.

" Seketika itu hati saya merasa sedih dan teringat akan janji yang tidak terpenuhi untuk mengaji serta mendalami agama."

" Sekarang saya berguru dengan tiga ustaz yang mengajar tajwid, taranum dan tafsir. Saya berharap perubahan ini dapat melapangkan kubur orangtua saya yang sudah tiada. Saya tak memungkiri perubahan saya hari ini adalah hasil doa almarhumah ibu saya yang tak jemu memberi nasihat selama hidupnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Shamsul memberikan nasihat bahwa rugi jika usia sudah puluhan tahun tapi tak tahu maksud bacaan dalam salat.

Dia berharap dengan berbagi pengalaman hidup ini dapat menarik lebih banyak orang untuk berubah menjadi lebih baik.

Menurutnya, Alquran itu harus dibaca, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Coba tanya diri kita, dalam sehari berapa banyak orang yang pegang Alquran dibandingkan dengan smartphone.

" Saya bukan ingin membuka aib diri saya, sebaliknya ingin mengajak lebih banyak orang Islam mendekati Allah dan mengirim pahala kepada orang tua yang sudah tiada," katanya.

(Ism) 

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak