Sudah Mampu Tapi Mengemis, Ini Ancamannya

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 12 September 2019 16:00
Sudah Mampu Tapi Mengemis, Ini Ancamannya
Rasulullah sangat melarang umatnya menjadi pengemis.

Dream - Konsep tangan di atas lebih baik daripada di bawah sudah menjadi pemahaman bersama bagi umat Islam. Konsep ini mengajarkan setiap Muslim untuk ikhlas berbagi harta dengan saudaranya.

Namun demikian, sering dijumpai banyak orang menjadi pengemis di sekitar kita. Mereka menengadahkan tangan kepada setiap orang yang ditemui.

Caranya pun beragam. Ada yang meminta-minta di pinggir jalan, ada pula yang berjalan dari rumah ke rumah.

Kemudian, muncul berita pengemis tertangkap razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ketika diperiksa, ternyata ada pengemis yang tidak benar-benar miskin.

Ada yang punya uang banyak. Bahkan ada pula yang sudah punya harta berupa rumah maupun kendaraan.

Anehnya, mereka tidak mau berhenti mengemis. Mereka bahkan lebih suka mengemis daripada harus bekerja keras.

1 dari 6 halaman

Petuah Rasulullah

Dikutip dari NU Online, Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah menganjurkan umatnya untuk mengemis. Bahkan Rasulullah melarang aktivitas ini dilakukan umat Islam.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Hikam bin Hizam pernah mendengar Rasulullah bersabda demikian.

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu. Sedekah paling baik adalah yang dikeluarkan dari kelebihan kebutuhan. Barangsiapa berusaha menjaga diri, Allah akan menjaganya. Barangsiapa berusaha mencukupkan diri (tidak bergantung pada orang lain), Allah akan memberinya kecukupan.

 

2 dari 6 halaman

Hinaan Rasulullah Pada Orang Kaya Tapi Mengemis

Rasulullah pun bersikap tegas kepada mereka menjadikan kegiatan meminta-minta sebagai rutinitas. Apalagi sampai menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama.

Sindiran tersebut tercantum dalam hadis riwayat Imam Ahmad.

Kegiatan meminta-minta akan selalu ada pada diri seseorang sampai ia menemui Allah dalam kondisi wajahnya tanpa sepotong daging.

Al Mahlab, seperti dikutip Ibnu Bathal dalam kitab Syarah Ibnu Bathal, menafsirkan hadis di atas sebagai bentuk penghinaan Rasulullah kepada mereka yang suka meminta-minta. Bukhari memberikan penegasan yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah mereka yang meminta-minta padahal sedang tidak dalam keadaan darurat.

" Al Bukhari memberikan pemahaman, sesungguhnya yang datang pada hari kiamat yang wajahnya tidak ada dagingnya sama sekali adalah orang yang banyak mengemis dalam rangka memperkaya diri tanpa ada unsur darurat. Barangsiapa mengemis berdasarkan untuk memperkaya diri, ia termasuk dikategorikan orang kaya yang tidak halal menerima sedekah. Di akhirat kelak akan disiksa."

Rasulullah pun memberikan ancaman kepada mereka yang suka meminta-minta dengan tujuan memperkaya diri. Dalam hadis riwauat Muslim, Rasulullah menegaskan orang yang meminta-minta karena ingin kaya, sesungguhnya sedang mengharapkan api neraka.

Orang yang miskin jiwa tidak akan segan untuk mengemis, apalagi sampai berbuat kejahatan seperti korupsi, mencuri, dan lain sebagainya. Sebaliknya, orang kaya jiwa akan menjalani hidup penuh kebahagiaan dan selalu merasa cukup.

Sumber: NU Online

3 dari 6 halaman

Ketika Rasulullah Terkena Serangan Sihir

Dream - Mendengar kata sihir, mungkin sebagian dari kita mengira hal ini tidak masuk akal. Apalagi di era modern dan canggih seperti sekarang.

Tetapi, kenyataan justru menunjukkan hal sebaliknya. Meski tidak bisa kita percayai, sihir memang benar-benar ada.

Sihir merupakan cara yang dipakai seseorang untuk melukai orang lain dengan bantuan setan. Biasanya menggunakan perantara berupa anggota tubuh atau benda yang identik dengan korban yang disasar, seperti rambut, kuku, atau barang kesenangannya.

Praktik sihir sudah berlangsung ribuan tahun lamanya. Tidak terkecuali di zaman Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menjadi target serangan sihir.

Dikutip dari NU Online, kisah ini tercantum dalam kitab hadis Imam Bukhari dan Imam Muslim yang diriwayatkan dari Asy Syaikhan. Rasulullah pernah disihir oleh seseorang bernama Labid Al Asham.

 

4 dari 6 halaman

Rasulullah Alami Halusinasi

Suatu hari, Rasulullah pernah berhalusinasi mendatangi istrinya satu demi satu. Ternyata, hal itu tidak pernah terjadi.

Kepada Aisyah RA, Rasulullah mengatakan Allah telah memberikan jawaban atas pertanyaannya mengenai apa yang sedang terjadi. Jawaban itu disampaikan dua malaikat.

" Aku kedatangan dua laki-laki, salah seorang duduk di sisi kepalaku, seorang lainnya duduk di sisi kakiku," kata Rasulullah.

Salah seorang malaikat memberitahu, Rasulullah sedang terkena sihir, sedangkan pelakunya adalah Labid bin Al Asham.

Malaikat itu juga mengatakan Labid melakukan sihir menggunakan sisir dan rambut Rasulullah serta kulit mayang kurma jantan. Benda-benda itu diletakkan di dalam sumur Dzarwan.

 

5 dari 6 halaman

Benda Sihir di Sumur Dzarwam

Keesokan harinya, Rasulullah meminta Ammar bin Yasir dan beberapa sahabat untuk melihat isi sumur Dzarwam. Mereka mendapati air di sumur itu berwarna merah kecoklatan sedangkan mayangnya terlihat menyerupai kepala setan.

Satu riwayat menyebut Rasulullah meminta benda-benda itu dibiarkan tetap berada di dalam sumur dan tidak diangkat karena sudah disembuhkan Allah. Rasulullah juga tidak mau menyebar keburkan seseorang, lalu meminta sumur itu ditutup.

Riwayat lain menyebutkan benda itu diangkat dari dalam sumur lalu dibakar. Kemudian muncul tali dengan 11 simpul yang sulit dibuka.

Ketika itu, turun wahyu berupa Surat Al Falaq dan An Nas. Setiap kali Rasulullah selesai membaca dua surat itu, satu simpul terbuka. Rasulullah terus membacanya hingga semua simpul terurai.

 

6 dari 6 halaman

Kebiasaan Rasulullah Setelah Terkena Sihir

Sejak saat itu, Rasulullah selalu membaca dua surat tersebut yang dikenal dengan muawwidzatain sebelum tidur. Surat tersebut untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti sihir.

Pun ketika Rasulullah sakit parah. Aisyah akan membacakan surat-surat tersebut dan mengusapkan tangannya pada tubuh Rasulullah.

Dalam bukunya The Great Episodes of Muhammad SAW, Said Ramadhan Al Buthy menyatakan sihir tersebut hanya menyerang tubuh luar Rasulullah. Tidak pernah bisa menyerang hati maupun keimanan Sang Nabi.

Rasulullah memang maksum atau bebas dari dosa. Namun begitu, Rasulullah juga manusia yang tidak bisa lepas dari penyakit.

Karena sihir itu pula, mengalami sakit parah. Dalam kondisi itulah Rasulullah mengalami halusinasi.

(ism, Sumber: NU Online.)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-