Balasan Untuk Orang Suka Julid, Naudzubillah

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 30 September 2019 20:00
Balasan Untuk Orang Suka Julid, Naudzubillah
Sholat mengarahkan orang untuk berperilaku halus.

Dream - Kebiasaan menyindir orang lain kini sepertinya semakin merajarela. Apalagi dengan kehadiran media sosial. Seseorang secara tak sadar sedang membicarakan keburukan orang lain dengan menutupi identitas yang dituju.

Dalam dunia pergaulan anak masa kini, kebiasaan menyindir orang ini lazim dikenal dengan istilah julid. Pelakunya seperti tidak pernah nyaman tanpa membicarakan orang lain. Dia merasa iri dan dengki dengan orang lain sehingga menumpahkan perasaannya itu lewat ucapan pedas.

Lebih parahnya, yang dibicarakan adalah keburukan orang lain. Bahkan meski objek yang dibicarakan banyak berbuat baik, dia tetap berusaha mencari keburukannya.

Julid tampaknya kini tengah menjadi fenomena sosial di masyarakat Indonesia. Parahnya, orang sudah tidak lagi sungkan membicarakan orang lain.

Apalagi setelah hadirnya media sosial. Orang julid sangat mudah ditemukan.

Lantas, bagaimana Islam memandang sikap julid para orang lain?

1 dari 5 halaman

Jawaban Rasulullah

Dikutip dari Bincang Syariah, seorang Muslim harus berhati-hati pada sikap ini. Sebab, ancamannya begitu besar hingga sholat tidak akan diterima.

Hal ini dibahas dalam hadis riwayat Imam Ahmad.

Seorang laki-laki bercerita kepada Rasulullah SAW bahwa seorang wanita disebut-sebut karena banyak sholat, puasa dan sedekahnya tetapi ia sering menyakiti tetangganya dengan lidahnya. Maka Rasul menegaskan, 'Wanita itu di dalam neraka.' Kemudian laki-laki tadi bercerita lagi, 'Wahai Rasulullah seorang wanita yang disebut-sebut sedikit sholat dan puasanya dan sesungguhnya ia hanya bersedekah dengan sepotong keju, tetapi ia tidak pernah menyakiti tetangganya. Rasulullah menegaskan, 'Wanita itu di dalam surga.'

 

2 dari 5 halaman

Sholat Melahirkan Perilaku Lembut

Dalam hadis ini dijelaskan bagaimana sholat merefleksikan kelembutan dan kasih sayang kepada sesama. Jika sholat tidak mencerminkan hal itu, maka yang didapat hanyalah kesia-siaan belaka.

Sholat menghadirkan pengaruh terhadap ucapan dan perbuatan seseorang sehari-hari. Karena itu, orang yang sbolatnya baik tidak akan menyakiti saudaranya, tak akan mengumpat, menfitnah, apalagi julid.

Sholat yang tidak dibarengi dengan perilaku terpuji dapat menyeret seseorang ke dalam neraka. Sebaliknya, sholat yang baik dapat memperhalus budi seseorang meski hanya sedikit.

Sumber: Bincang Syariah

3 dari 5 halaman

Dua Sifat yang Ditakutkan Rasulullah dari Kebiasaan Berutang

Dream - Tidak semua orang hidup dalam kondisi ekonomi yang mapan. Mungkin lebih banyak dari saudara kita yang memiliki kondisi ekonomi pas-pasan hingga kekurangan.

Pengeluaran mereka bisa lebih besar dari pendapatan mengingat banyaknya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Tidak jarang mereka terpaksa berutang.

Utang merupakan transaksi peminjaman harta satu pihak kepada pihak lainnya. Transaksi ini sudah umum berlaku di masyarakat.

Dalam Islam, utang juga boleh dilakukan oleh umat Islam. Tidak ada ketentuan syariat yang melarang seorang Muslim berutang.

Tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika berutang. Sebisa mungkin, dampak buruk yang timbul akibat utang harus dihindari.

Dikutip dari Islami, kondisi ekonomi yang kekurangan pernah pula dialami Rasulullah Muhammad SAW. Sahabat Umar bin Khattab sampai menangis melihat Rasulullah hidup dalam keadaan sangat kekurangan.

4 dari 5 halaman

Doa Rasulullah Mohon Perlindungan dari Utang

Karena kondisi sudah parah, Rasulullah terpaksa berutang kepada Zaid bin Sa'nah, seorang Yahudi di Madinah. Meski begitu, Rasulullah selalu berdoa agar terhindar dari sifat buruk yang timbul akibat utang.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Aisyah RA, Rasulullah pernah berdoa dalam sholatnya, tepatnya sebelum salam. Demikian doa Rasulullah yang dimaksud.

Ya Allah, aku berlilndung padamu dari azab kubur, aku berlindung padamu dari fitnah dajjal, aku berlindung padamu dari fitnah kehidupan dan kematian, aku berlindung padamu dari dosa dan utang.

 

5 dari 5 halaman

Dua Sifat Buruk Akibat Utang

Mendengar doa tersebut, seseorang bertanya kepada Rasulullah. " Mengapa engkau sering meminta perlindungan dari utang, wahai Rasulullah?" tanya orang itu,

Rasulullah lalu menjawabnya demikian, " Jika orang yang berutang berkata, dia akan sering bohong. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari."

Riwayat tersebut menunjukkan terdapat dua sifat buruk yang muncul akibat utang. Orang berutang memiliki potensi berbohong dan ingkar janji.

Dua sifat ini muncul karena tujuan untuk mengindar dari beban utang yang ditanggung. Sehingga, Rasulullah sangat membenci dua sifat tersebut.

Sumber: Islami.co

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara