Banyak WNI Kerja di Masjidil Haram, Gajinya Bikin Prihatin

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 21 April 2021 04:03
Banyak WNI Kerja di Masjidil Haram, Gajinya Bikin Prihatin
Begini pengakuan seorang TKI yang bekerja di Masjidil Haram, Mekkah.

Dream - Seperti yang diketahui, banyak Warga Negara Indonesia (WNI) bekerja di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Banyak juga dari TKI yang bekerja di Masjidil Harram.

Hal itu diungkap salah seorang YouTuber Faiz Slamet yang tinggal di Kota Mekkah. Dalam salah satu unggahannya ia bertemu seorang WNI asal Lombok, Nusa Tenggara Bart.

Menurut pengakuannya, memang banyak WNI yang bekerja di Masjidil Haram, sekitar 20 orang.

" Sekitar dua puluh," ungkapnya.

" Oh banyak juga ya," jawab Faiz Slamet.

 

1 dari 3 halaman

Gaji yang Diterima

Ketika ditanya soal gaji, pekerja WNI di Masjidil Haram ini pun tak keberatan menyebutkan nominalnya. Namun sangat tak disangka, gajinya begitu kecil untuk ukuran para pekerja di Mekkah, Arab Saudi.

TKI di masjidil haram© Merdeka.com

Pria yang sudah mengaku kerja selama 3 tahun itu mengatakan digaji sebesar 700 riyal atau sekitar Rp2,7 juta saja per bulan.

 

2 dari 3 halaman

Sempat Tak Digaji

Begitu memprihatinkan, bahkan ia juga sempat menceritakan bahwa beberapa bulan ini gajinya sempat tersendat. Gaji tersebut selama 3 bulan tidak diserahkan lantaran suatu masalah.

TKI di masjidil haram© Merdeka.com

" Oh tiga bulan ini tidak digaji? Tapi itu macet apa nanti digaji atau gimana?," tanya Faiz.

" Digaji, tapi karena ada masalah di bawah kan kemarin itu (karena pandemi Covid 19)," ujar sang pekerja.

3 dari 3 halaman

Penawaran Gaji

Masih penasaran, sontak Faiz menekankan apakah memang penawaran gaji yang tertera pada PK (Perjanjian Kerja Tertulis) memang sebesar 700 riyal (Rp2,7 juta) atau tidak. Tanpa segan pria WNI itu pun menjawabnya.

TKI di masjidil haram© Merdeka.com

" Kalau di PK sih 1200 riyal. Tapi pas sudah di sini dibikin PK baru ya itu 700," kata dia sembari tertawa.

" Masya Allah," timpal Faiz.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar