Tak Hadiri Undangan Pernikahan Karena Tak Punya Uang, Bolehkah?

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 3 September 2019 06:01
Tak Hadiri Undangan Pernikahan Karena Tak Punya Uang, Bolehkah?
Hukum menghadiri undangan walimah nikah adalah wajib.

Dream - Pernikahan memang sangat dianjurkan untuk diumumkan agar semua orang mengetahui hubungan yang sudah sah secara agama dan negara. Salah satu caranya dengan menggelar walimah atau pesta.

Selain sebagai pengumuman, pengantin dan keluarga mempelai juga turut mengundang kerabat, teman, dan warga sekitar untuk berbagi kebahagiaan.

Walimah nikah merupakan salah acara yang hukumnya wajib dihadiri jika mendapat undangan. Berbeda dengan walimah lainnya seperti haji, pindah rumah, yang hukumnya sunah.

Tradisi di masyarakat kita biasanya datang ke pernikahan dengan memberikan hibah atau hadiah. Bisa berupa uang atau barang.

Akibat tradisi itu pula ada orang yang enggan menghadiri walimah nikah. Salah satunya, tidak punya uang untuk ongkos pergi maupun memberikan hibah kepada pasangan mempelai.

Lantas, bagaimana hukumnya tidak hadir nikah karena tidak punya uang?

1 dari 5 halaman

Tak Punya Uang Untuk Amplopan

Dikutip dari NU Online, terdapat dua kemungkinan terkait tidak datangnya ke walimah nikah karena tak punya uang. Pertama, tak punya uang untuk hibah, umumnya dikenal dengan uang amplopan, atau tak punya uang untuk ongkos memenuhi undangan.

Untuk kasus pertama, tidak menghadiri undangan walimah karena tak punya untuk hadiah kepada pengantin. Syariat memandang hal ini bukan sebagai uzur yang bisa menggugurkan kewajiban memenuhi undangan.

Sebab, memberikan hadiah kepada pengantin ataupun tuan rumah bukan termasuk hal wajib namun sebatas sunah. Sehingga, kewajiban orang mendapat undangan walimah nikah tidak gugur lantaran tak punya uang untuk hadiah.

 

2 dari 5 halaman

Jika Pengundang Memang Berharap Pemberian

Beda persoalannya jika pengantin ataupun tuan rumah mengundang walimah nikah dengan tujuan mengharapkan pemberian hadiah dari tamu. Keadaan ini membuat orang yang diundang tidak wajib datang sebab walimah seperti ini tidak memenuhi syarat wajib mendatanginya.

Hal ini secara tegas dijelaskan oleh Syihabuddin Al Qulyubi dalam Hasyiyah Al Qulyubi.

" Sebagian dari syarat (wajibnya mendatangi walimah) adalah motif mengundang seseorang tidak karena khawatir perlakuan buruk darinya pada fisik, harta, dan kehormatan (orang yang mengundang), tidak karena mengharap jabatan atau uang darinya dan tidak karena mengharap hadirnya orang lain yang akan memberikan hal di atas. Tetapi motif mengundang murni untuk mempererat hubungan, berbuat baik, memberi tahu atau hal-hal sesamanya."

 

3 dari 5 halaman

Lokasi Jauh

Sedangkan untuk kasus kedua, tak hadir karena tak punya uang untuk ongkos pergi karena lokasinya jauh. Keadaan ini menjadikan kewajiban hadir memenuhi undangan tidak berlaku karena dianggap tidak mampu.

Kasus kedua ini masuk dalam persoalan jarak lokasi yang membuat undangan walimah nikah tidak perlu dihadiri. Hal ini dijelaskan oleh Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami dalam Al Fatawa Al Fiqhiyyah Al Kubra.

" Dengan ini dapat disimpulkan bahwa kemungkinan kedua (membatasi jarak kehadiran dengan standar tempat yang masih terdengar azan shalat Jumat) adalah lebih mendekati kebenaran dan lebih utama untuk dijadikan pegangan. Bahkan terdapat kemungkinan ketiga yang lebih mendekati kebenaran, yakni dengan menstandarkan pada 'urf (kebiasaan masyarakat) yang berlaku pada setiap kaum di daerahnya. Jika penduduk suatu daerah membiasakan mengundang (para undangan) dengan jarak tempuh 'adwa (perjalanan pulang pergi dapat ditempuh dalam waktu satu hari) atau lebih sedikit, dan kebiasaan mereka ketika diundang masih dalam lingkup jarak tersebut, maka mereka akan menghadirinya dan ketika tidak menghadiri akan berakibat pada sakit hati dan memutus keharmonisan hubungan pada orang yang diundang, maka dalam hal ini wajib untuk menghadiri undangan tersebut bagi orang yang mampu, sekiranya tidak berdampak pada kepayahan tubuh dan kesulitan finansial. Jika hal di atas tidak dibiasakan, maka tidak wajib menghadiri undangan tersebut. Bahkan ketika tidak menghadiri undangan dari luar desa menjadi sebuah tradisi, maka tidak wajib menghadiri undangan tersebut, meskipun mereka masih mendengar suara azan dari luar daerahnya."

Dari penjelasan ini, diketahui menghadiri undangan walimah nikah tetap wajib meskipun tidak memiliki uang untuk hadiah bagi pengantin atau tuan rumah. Tetapi, jika pengundang memang berharap pemberian dari tamu, maka undangan walimah ini tidak lagi wajib dihadiri.

Sedangkan jika tidak punya ongkos untuk menghadiri undangan walimah nikah dengan lokasi jauh, maka boleh tidak datang.

Sumber: NU Online

4 dari 5 halaman

Muncul Niat Cerai Karena Mengaku Lajang Pas Nikah Lagi, Sudah Dianggap Talak?

Dream - Mungkin kerap terdengar kasus seseorang yang sudah menikah terpikat dengan lawan jenis. Didorong hasrat yang begitu tinggi, orang yang bersangkutan akan melakukan segala macam cara untuk memikat targetnya.

Salah satu modus yang sering terjadi yaitu mengaku masih sendiri dan belum pernah menikah. Ini semata untuk mengelabui pasangan impian agar mau dinikahi.

Padahal, ada pasangan sah yang setia menemani. Juga ada anak yang begitu mengharapkan orangtuanya.

Lantas, jika terjadi demikian, apakah talak jatuh secara otomatis? Bagaimana dengan nasib dari pasangan yang sudah dinikahi?

 

5 dari 5 halaman

Lafal Talak Sharih dan Kinayah

Dikutip dari Bincang Syariah, terdapat beberapa rukun yang bisa menjadi sebab jatuhnya talak. Salah satunya yaitu lafal yang dalam pandangan Mazhab Syafi'i terbagi atas sharih dan kinayah.

Lafal sharih berarti ucapan yang tidak mengandung makna lain. Jika lafal ini sampai terucap, tidak perlu ada niat dan secara otomatis jatuh talak.

Sedangkan lafal kinayah berarti ucapan yang bisa bermakna cerai atau kemungkinan lainnya. Jika lafal ini diucapkan, dibutuhkan niat dari orang yang mengucapkannya.

 

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo