Datangi Posko Daqu, Mantan Preman Kampung: `Nak, Ajari Sayang Mengaji`

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 10 Maret 2020 09:01
Datangi Posko Daqu, Mantan Preman Kampung: `Nak, Ajari Sayang Mengaji`
Sege pernah punya masa kelam dalam hidup. Kini, dia ingin memperbanyak bekal untuk di akhirat kelak.

Dream - Hidayah datang tak pernah bisa diduga. Kepada siapapun orangnya, tak ada yang mampu menebaknya.

Sege Konangia, 42 tahun, pria asal Konawe Utara, Sulawesi Tenggara itu tiba-tiba menyampaikan permintaan kepada tim relawan Siaga Bencana (Sigab) PPPA Daarul Quran Makassar. Kebetulan, tim tersebut bermarkas di rumah Sege selama masa tanggap darurat bencana banjir.

" Nak, ajari saya mengaji. Insya Allah saya rencana mau umrah sama ibunya anak-anak," ucap Sege kepada Tim Sigab Daarul Quran Makassar.

Sege berprofesi sebagai pengusaha ekspor ikan belut cukup sukses. Tiap pekan, dia mampu meraup pendapatan hingga Rp50 juta.

Di sisi lain, pria yang dikenal oleh masyarakat sekitar dengan Pak Sege' ini punya pengalaman berkecimpung di dunia gelap. Saat masih muda, Sege adalah preman kampung yang cukup ditakuti.

Tetapi kini, julukan preman itu sudah jauh dia tinggalkan. Saatnya berpikir soal akhirat, memperbanyak bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

" Saya sudah tua, anak saya sudah banyak, usia kan tidak ada yang mengetahui," kata Sege.

1 dari 5 halaman

Keengganan Berubah Cinta

Awal Januari lalu, Sege mulai belajar membaca Alquran. Didampingi tim Sigab, dia mengenal huruf hijaiyah. Dari alif hingga ya.

Satu per satu huruf dia kenali dan hafalkan. Keengganan mengenal Alquran yang dulu dialaminya perlahan menghilang, berubah menjadi kecintaan.

Usai Maghrib jadi waktu rutin untuk Sege belajar membaca Alquran. Tak mau diganggu dengan kegiatan lain. Songkok hitam bermotif selalu menemaninya.

Tak hanya niat belajar baca Alquran yang kuat, Sege juga mewakafkan salah satu lahan miliknya. Dia serahkan kepada Daarul Quran agar di atas lahan tersebut dibangun rumah tahfiz, tempat mengaji anak-anak di sekitarnya.

 Sege© istimewa

Sege saat belajar membaca Alquran (Istimewa)

Pimpinan Cabang Daarul Quran Makassar, Andi Kurniawan, bersyukur lembaganya dapat memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Mulai dari bantuan emergency, trauma healing, hingga membangunkan enam rumah Quran untuk korban terdampak banjir Konawe Utara.

" Insya Allah kembali akan kami bangunkan rumah tahfiz yang akan melahirkan banyak generasi tahfizul Quran. Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan assessment dengan meninjau lokasi lahan yang diwakafkan Pak Sege’ kepada Daarul Quran," kata Andi.

Andi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus membersamai Daarul Quran. " Mohon doanya semoga Allah berikan keberkahan dan kelancaran untuk setiap program yang dijalankan PPPA Daarul Quran," ucap Andi.

2 dari 5 halaman

Masya Allah, Penjaga Kabah Berdoa Khusyuk di Multazam

Dream - Multazam, salah satu tempat terbaik untuk berdoa. Bagian di antara pintu Kabah dengan Hajar Aswad ini dipercaya sebagai tempat mustajab.

Beredar sebuah foto di media sosial memperlihatkan petugas keamanan Masjidil Haram tengah menempelkan diri di dinding Multazam. Dia tampak khusyuk berdoa.

Foto tersebut diunggah akun Twitter Haramain, @HaramainInfo.

" Penjaga Masjidil Haram menempel pada Multazam. Semoga Allah SWT mengabulkan semua doa kita," demikian tulis admin.

Multazam memiliki lebar yang tidak sama dengan dinding Kabah yang lain. Mungkin hanya sekitar rentangan tangan dua orang dewasa.

Kemustajaban berdoa di tempat ini tercantum dalam sejumlah riwayat dengan derajat shahih. Salah satunya, riwayat Imam Abu Daud.

Diriwayatkan dari Amr bin Suaib, dari ayahandanya, ia mengatakan, 'Aku sedang berthawaf bersama Abdullah (Abdullah bin Umar). Ketika kami berada di belakang Baitullah, aku bertanya, 'tidakkah kamu memohon perlindungan?' Abdullah pun mengucapkan, 'Kami berlindung kepada Allah dari panasnya siksaan api neraka.' Setelah selesai, Abdullah menyalami Hajar Aswad dan berdiri antara Hajar Aswad dan pintu Kabah, lalu merapatkan dada, muka, kedua siku, dan kedua telapak tangannya, 'seperti inilah aku melihat Rasulullah SAW melakukannya.'

Otoritas Arab Saudi menutup Kabah dan Mataf atau area thawaf dari aktivitas umrah untuk sementara waktu. Para jemaah hanya dibolehkan sholat namun tidak diizinkan untuk menjalankan thawaf umrah.

Keputusan ini diambil untuk mencegah adanya kasus penularan wabah virus corona di sekitar Kabah. Belum ada informasi hingga kapan penutupan tersebut dilakukan.

3 dari 5 halaman

Sudah di Tanah Suci tapi Gagal Haji atau Umrah, Harus Diulang?

Dream - Ribuan calon jemaah terpaksa gagal menjalankan umrah akibat penutupan Masjidil Haram oleh otoritas Arab Saudi. Pemerintah kerajaan Saudi mengeluarkan kebijakan tersebut untuk melindungi warganya dari penyebaran wabah virus corona.

Gagal terbang ke Tanah Suci banyak dialami jemaah Indonesia baik dari dalam negeri maupun di tengah perjalanan. Tidak sedikit pula calon jemaah sudah berada di Tanah Suci namun gagal melaksanakan ibadah umrah padahal sudah berniat dan berpakaian ihram.

Hal serupa berpotensi terjadi pada calon jemaah haji 1441H/2020M. Sebabnya, otoritas Saudi belum memberikan kepastian kapan Masjidil Haram dibuka untuk aktivitas haji maupun umrah.

Haji dan umrah menjadi ibadah yang sangat diharapkan bagi sebagian besar Muslim Indonesia. Mereka rela berkorban demi bisa menjadi tamu Allah di Tanah Suci.

Lantas, jika ibadah haji dan umrah gagal, apakah mereka harus mengulang dari awal? Sementara butuh stamina yang prima dan biaya sangat besar untuk bisa berhaji dan berumrah.

4 dari 5 halaman

Hukum Dasar Ibadah Wajib

Dikutip dari Bincang Syariah, ketika seseorang sudah berniat untuk ihram baik haji ataupun umrah, maka tidak boleh membatalkannya rangkaian ibadahnya. Ini hukum dasar yang berlaku sebagaimana untuk sholat.

Dasar larangan ini, salah satunya adalah Alquran Surat Al Baqarah ayat 196 yang artinya demikian.

Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit) (sehingga tidak bisa melanjutkan haji atau umrah) maka (sembelihlah) kurban.

Larangan membatalkan sholat juga berlaku ketika dalam keadaan darurat, seperti terjadi gempa bumi. Seseorang yang sedang sholat boleh keluar ruangan jika khawatir tertimpa reruntuhan akibat gempa tanpa perlu membatalkan sholatnya.

Ketika sudah merasa di tempat aman, maka dia wajib melanjutkan gerakan sholat yang belum dilaksanakan hingga tuntas.

Hal ini juga berlaku ketika seorang sedang sholat lalu menemukan hewan berbisa. Orang tersebut boleh membunuh hewan itu tanpa harus membatalkan sholatnya.

Pun jika gerakan yang dia lakukan untuk membunuh hewan berbahaya itu berulang-ulang, sholatnya tidak menjadi batal. Sehingga ketika hewan itu sudah mati, dia wajib melanjutkan sholatnya.

 

5 dari 5 halaman

Harus Diulang?

Keringanan atau rukhshah tersebut juga berlaku untuk jemaah yang sudah berniat haji dan umrah yang terpaksa gagal beribadah. Sehingga, mereka harus menjalankan rangkaian ibadah haji atau umrah yang belum dilaksanakan jika situasi sudah aman.

Ketentuan ini berlaku untuk jemaah yang sudah berniat ibadah haji atau umrah namun gagal karena kondisi tertentu. Meski mereka sudah berada atau di miqat (tempat dimulainya prosesi haji atau umrah), niatnya bisa diurungkan karena ada larangan masuk ke Masjidil Haram akibat virus corona.

Orang yang bersangkutan diharuskan melakukan kembali rangkaian ibadah haji dan umrahnya jika larangan masuk Masjidil Haram sudah dicabut.

Berbeda halnya untuk calon jemaah yang belum berniat serta berihram, seperti masih di Tanah Air atau sedang dalam perjalanan namun belum melewati daerah Bir Ali sebagai miqat makani.

Baginya, terdapat pilihan untuk berangkat di waktu lain atau mengurungkan niatnya berhaji atau berumrah. Pendapat terkuat, dia wajib mengulang di waktu lain.

Jika tidak memungkinan berangkat sendiri, maka menjadi hak keluarga atau ahli waris untuk membadalkannya. Artinya, ibadah haji atau umrah yang sudah diniatkan harus diwakilkan kepada ahli warisnya.

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak