Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri Sesuai Sunnah

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 21 Januari 2022 14:35
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri Sesuai Sunnah
ata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah sangat penting karena hal ini berkaitan dengan ibadah-ibadah lain.

Dream - Mandi junub setelah berhubungan suami istri hukumnya wajib bagi pasangan. Mereka yang belum menunaikan kewajiban wajib besar tak diperkenankan untuk melakukan ibadah karena dianggap masih memiliki hadast besar.

Ketika sudah memasuki dunia pernikahan, setiap pasangan sudah sepatutnya mengetahui tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah. 

Mandi wajib adalah kewajiban seorang muslim untuk membersihkan diri dari hadast besar. Tak hanya setelah berhubungan suami istri, mandi junub juga dilakukan jika kondisi setelah keluarnya mani bagi laki-laki, bertemunya dua kemaluan, dan berhentinya darah haid atau nifas.

Hadast kecil cukup dihilangkan dengan wudhu, namun hadast besar harus dihilangkan dengan mandi wajib. Maka mengetahui tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah penting diketahui oleh semua umat islam.

Tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah sangat penting karena hal ini berkaitan dengan ibadah-ibadah lain, baik yang fardhu maupun sunnah. Sebab orang islam dalam keadaan junub dilarang menjalankan sholat, i'tikaf di masjid, thowaf, membaca al Quran, sampai menyentuh mushaf al Quran.

Dengan menjalankan tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah yang benar, maka seorang muslim sudah diperbolehkan menjalankan ibadah syariat. Lantas bagaimana tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah? Simak penjelasannya berikut ini, dilansir dari berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri Sesuai Sunnah

Niat merupakan hal yang pertama kali dilakukan ketika hendak melakukan tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah.

Niat lebih utama dilafalkan secara lisan. Berikut lafal niat dalam tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah:

 نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil abkari minal jinabati fardhal lillaahi ta'aala.

Artinya: " Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabat, fardhu karena Allah Ta'ala."

Dikutip dari laman NU Online, tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunah dalam madzhab Syafi'iyah, niat dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.

Hal kedua yang perlu dilakukan adalah mengguyurkan air ke seluruh badan, mulai dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Air harus mengalir sampai kulit khususnya pada bagian tubuh yang berambut atau berbulu dan bagian tubuh yang tersembunyi.

Agar lebih jelasnya, simak secara detail tata cara mandi wajib setelah berhubngan suami istri sesuai sunah berikut ini:

  1. Tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah diawali dengan membaca doa niat mandi wajib saat awal-awal mandi karena hukumnya wajib. Doa niat inilah yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Caranya bisa dalam hati maupun bersuara.
  2. Sebelum mengguyurkan air ke tubuh, sesuai sunnah Rasulullah SAW dianjurkan untuk mencuci tangan dahulu sampai tiga kali. Hal ini bertujuan agar tangan bersih dan terhindar dari najis dan kotoran yang menempel.
  3. Lalu membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi menggunakan tangan kiri, seperti bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain–lain.
  4. Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang dengan cara mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok kemudian dibilas air langsung atau dicuci dengan sabun baru dibilas.
  5. Selanjutnya berwudu seperti tata cara wudu saat akan melakukan sholat.
  6. Menyeka pangkal rambut dengan jari-jari yang sudah dicelup ke air sampai menyentuh bagian kulit kepala.
  7. Kemudian membasahi kepala dengan mengguyurkan air sebanyak tiga kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air.
  8. Selanjutnya membasahi tubuh hingga merata dengan mengguyurnya dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai bagian kanan terlebih dahulu kemudian bagian kiri.
  9. Pastikan kamu membersihkan seluruh area lipatan kulit dari tubuh yang tersembunyi pada saat melaksanakan tata cara mandi wajib.
2 dari 3 halaman

Adab Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Ilustrasi© Freepik.com

Tak hanya hal-hal tentang tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunnah saja, tetapi ada adab yang perlu diperhatikan selama melaksanakan mandi junub.

Menurut Imam al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah secara teknis beliau menjelaskan tentang adab mandi junub dengan cukup rinci, mulai dari awal masuk kamar mandi hingga keluar lagi. Berikut adab mandi junub yang perlu kamu ketahui:

  • Ketika masuk ke kamar mandi ambilah air lalu basuhlah tangan terlebih dahulu hingga tiga kali.
  • Kemudian yang kedua adalah membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel pada badan.
  • Adab yang ketiga adalah berwudhu seperti halnya hendak sholat. Akhirilah dengan menyiram kedua kaki.
  • Keempat mulailah mandi junub dengan mengguyurkan air ke kepala sampai tiga kali sembari berniat untuk menghilangkan hadats besar setelah berhubungan suami istri.
  • Kemudian guyurkan air ke bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, baru kemudian bagian badan sebelah kiri hingga tiga kali juga.
  • Gosok-gosoklah tubuh baik bagian depan maupun belakang sebanyak tiga kali.
  • Jangan lupa menyela-nyela rambut dan jenggot sampai bersih.
  • Kamu perlu memastikan air mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan. Namun jika tersentuh, maka berwudhulah lagi.
3 dari 3 halaman

Di antara beberapa tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sesuai sunah di atas, yang diwajibkan hanyalah tiga aktivitas, yaitu: berniat, membersihkan najis, dan menyiramkan air ke seluruh tubuh.

Sementara sisanya adalah sunah muakkadah dengan keutamaan yang tidak boleh dianggap remeh.

Menurut Imam al-Ghazali, orang yang mengabaikan sunah-sunah di atas maka akan merugi karena sejatinya amalan-amalan sunnah tersebut menambal kekurangan pada amalan fardlu.

Beri Komentar