Gerhana Bulan Malam Ini, Berikut Cara Salat dan Bacaannya

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 23 Maret 2016 15:28
Gerhana Bulan Malam Ini, Berikut Cara Salat dan Bacaannya
Malam nanti akan terjadi terjadi gerhana bulan penumbra. Fenomenan ini bisa diamati dari wilayah Indonesia.

Dream - Gerhana bulan penumbra akan terjadi pada petang nanti. Fenomena alam ini bisa diamati dari wilayah Indonesia.

Saat terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat sunah gerhana.

Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdo’alah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap, dan bersedekahlah.” (HR Bukhari-Muslim)

Adapun tata cara salat gerhana adalah sebagai berikut:

1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau terlebih dahulu.

2. Salat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.

3. Sebelum salat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan, ”Ash-shalatu jaami'ah.”

4. Niat melakukan salat gerhana bulan (khusufil-qamar),

5. Salat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.

6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.

7. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali

8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.

Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin (36)dan ar-Rahman (55), lalu raka’at kedua
membaca al-Waqiah (56) dan al-Mulk (78)

9. Setelah salat disunahkan untuk berkhutbah.

(Ism, Sumber: Nu.or.id)

 

 

1 dari 3 halaman

Saksikan Gerhana Bulan Malam Nanti, Ini Waktunya

Dream - Gerhana bulan penumbra akan terjadi pada petang nanti. Fenomena alam ini bisa diamati dari wilayah Indonesia.

Gerana bulan penumbra terjadi apabila seluruh atau sebagian permukaan bulan masuk pada bayangan penumbra bumi. Artinya, ketika gerhana bulan penumbra terjadi, bulan melintasi wilayah bayangan bumi yang masih terdapat cahaya.

Pada gerhana yang terjadi pada Rabu 23 Maret 2016 ini, bulan masih dapat terlihat dengan mata telanjang maupun kamera dan teleskop, tapi dengan cahaya yang sedikit redup. Lihat gambar berikut:

 Saksikan Gerhana Bulan Malam Nanti, Ini Waktunya© langit selatan

Menurut perhitungan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan penumbra akan mulai terjadi pada pukul 16.36 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 18.47 WIB dan baru berakhir pada pukul 20.57 WIB.

Seluruh proses gerhana bulan penumbra ini akan bisa diamati di wilayah Indonesia bagian timur, khususnya di Papua dan Maluku. Sementara, untuk bagian tengah dan barat, gerhana ini terjadi saat bulan terbit.

Gerhana bulan penumbra malam nanti merupakan anggota ke 18 dari 73 gerhana dalam Seri Saros 142. Seri Saros 142 terdiri dari 31 gerhana penumbra, 16 gerhana sebagian dan 26 gerhana total. (Ism, Sumber: bmkg.go.id)

2 dari 3 halaman

Heboh Awan Rukuk Sebelum Gerhana Matahari di Ambon

Dream - Sebuah foto awan berbentuk unik tersebar di dunia maya. Awan tersebut berbentuk seperti orang yang tengah rukuk.

Banyak orang menyebut awan tersebut terlihat di langit Ambon, saat terjadi gerhana matahari total pada Rabu 9 Maret 2016.

Tak jelas, apakah awan tersebut benar-benar ada, atau foto tersebut hanya hasil editan seseorang, yang lantas disebarkan ke dunia maya.

Tak jelas pula kapan foto yang disebut-sebut dari langit Ambon itu diambil. Belum ada verifikasi terkait siapa yang mengambil dan menyebarkan foto yang tersebar ini.

Yang pasti, foto itu tengah ramai dibicarakan orang, terutama oleh pengguna media sosial, setelah fenomena gerhana matahari total.

Dalam Islam, saat gerhana matahari tiba dianjurkan untuk salat sunah kusuf. Perbedaan salat yang lain dengan salat gerhana matahari terletak pada rukuk. Saat salat gerhana matahari, gerakan rukuk dilakukan dua kali. 

Lihat selengkapnya di tautan berikut ini.

3 dari 3 halaman

Ajaib, Telur Bisa Berdiri Saat Gerhana

Dream - Banyak hal yang bisa dipelajari dari Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada Rabu 9 Maret kemarin. Salah satunya adalah pengaruhnya terhadap gravitasi di Bumi.

Dan itulah yang diteliti oleh Langkawi National Observatory (ONL), Malaysia. Mereka mengemas penelitian itu secara menarik bersama para murid Sekolah Kebangsaan Sungai Menghulu.

“ Ini sebuah kesempatan yang tidak selalu terjadi dan banyak yang bisa dipelajari oleh murid-murid,” tutur petugas ONL, Karzaman Ahmad, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Star Online, Kamis 10 Maret 2016.

Bagaimana penelitian itu? Mereka menggunakan telur yang diletakkan di tanah atau lantai yang rata. Telur-telur itu diletakkan dalam posisi berdiri. Hasilnya cukup menakjubkan, telur-telur itu tak roboh atau jatuh ke posisi miring.

Menurut peneliti ONL, Siti Aminah Arbain, fenomena itu terjadi ketika posisi bumi itu segaris dengan bulan dan matahari, sehingga menciptakan tarikan gravitasi.

“ Berdasarkan pendapat para ilmuwan, medan gravitasi antara matahari dan bumi mampu menstabilkan elektron dalam telur, memungkinkan mereka untuk berdiri tegak,” tutur Siti Aminah sebagaimana dimuat laman Bernama.

Tentu saja demonstrasi ini sangat menarik perhatian masyarakat. Mereka menjadi lebih tahu tentang apa saja yang terjadi selama gerhana matahari. Jadi, bukan mitos yang didengungkan, melainkan pengetahuan.

Jika sejumlah wilayah di Indonesia bisa menyaksikan GMT, maka di Malaysia hanya bisa menikmati gerhana matahari sebagian saja. Warga negeri jiran itu bisa menyaksikan fenomena alam ini sejak pukul tujuh pagi waktu setempat.

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair