Tata Cara Mengubur Jenazah Laki-Laki dan Perempuan Yang Benar Sesuai Sunnah

Reporter : Sugiono
Kamis, 12 September 2019 20:00
Tata Cara Mengubur Jenazah Laki-Laki dan Perempuan Yang Benar Sesuai Sunnah
Cara mengubur jenazah tidak boleh sembarangan. Dalam tata cara mengubur jenazah sesuai sunnah, ada adab dan perlakuan khusus yang harus diperhatikan. Bagaimana dengan azan sebelum menguburkan jenazah?

Dream - Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati. Dan, salah satu kewajiban Muslim terhadap saudara yang seiman yang meninggal adalah mengurus jenazahnya menurut ajaran Islam.

Ada empat tahapan mengurus jenazah dalam Islam. Ketika seorang Muslim meninggal maka yang masih hidup wajib memandikan, mengkafani, dan mensholatkan jenazahnya.

Setelah mensholatkan, mereka kemudian mengubur jenazah tersebut menurut ajaran Islam atau sesuai dengan sunnah.

Cara mengubur jenazah tidak boleh sembarangan. Dalam tata cara mengubur jenazah sesuai sunnah, ada adab dan perlakuan khusus yang harus diperhatikan.

Di sana ada perlakuan khusus dan doa-doa yang harus diucapkan dalam tata cara mengubur jenazah menurut Islam.

Adanya doa dan perlakuan khusus dalam tata cara mengubur jenazah sesuai sunnah ini menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan manusia.

Tidak hanya di masa hidupnya, ketika meninggal dunia pun manusia masih mendapat perlakuan yang baik dari sesamanya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran, yang artinya, " Dan sungguh telah Kami muliakan anak keturunan Adam." (QS. Al-Isra: 70)

Dirangkum dari berbagai sumber, Dream akan menjelaskan bagaimana tata cara mengubur jenazah laki-laki dan perempuan yang benar sesuai sunnah.

Tata Cara Mengubur Jenazah Laki-laki dan Perempuan Yang Benar Sesuai Sunnah

Mempersiapkan Lubang Kubur

Sebelum sampai pada cara mengubur jenazah menurut Islam, maka yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lubang kubur untuk si mayit.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam tata cara mengubur jenazah saat mempersiapkan lubang kubur ini.

1. Lubang kubur harus dalam

Dalam mempersiapkan lubang kubur, maka harus dalam setinggi orang berdiri dengan tangan melambai ke atas. Sementara lebarnya seukuran satu dzira (hasta) lebih satu jengkal atau kira-kira 50 cm.

Lubang kubur digali pada tanah yang kuat dan dalam agar saat membusuk bau jasadnya tidak tercium dan aman dari gangguan hewan pemakan bangkai. Selain itu, untuk menghindari longsor akibat aliran air yang mengalir saat hujan.

2. Bentuk lubang kubur

Bila tanahnya keras, disunahkan membuat liang lahat di dalam lubang kubur. Yang dimaksud liang lahat di sini adalah lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat seukuran yang cukup untuk menaruh jenazah.

Jenazah diletakkan di liang lahat tersebut kemudian ditutup dengan batu pipih lalu diurug dengan tanah. Namun di Indonesia, orang-orang umumnya memakai papan kayu sebagai pengganti batu pipih agar tanahnya tidak runtuh mengenai jenazah.

Namun jika tanahnya gembur, disunahkan membuat semacam lubang lagi di dasar kubur seukuran yang dapat menampung jenazah. Jenazah diletakkan di lubang tersebut kemudian di bagian atasnya ditutup dengan batu pipih atau papan kayu lalu diurug dengan tanah.

3. Dikubur di pemakaman Muslim

Idealnya jenazah seorang Muslim dikubur di pemakaman yang memang khusus Muslim. Namun apabila tidak terdapat pemakaman muslim dan harus dilakukan penguburan segera, maka bisa dikubur di pemakaman umum asalkan tata cara mengubur jenazahnya tetap menurut Islam atau sesuai sunnah.

4. Waktu menguburkan jenazah

Soal waktu menguburkan jenazah juga perlu diperhatikan karena bisa berdampak pada proses pemakaman dan ketersediaan panitia penguburan. Beberapa waktu yang sebaiknya dihindari saat akan menguburkan jenazah:

  • Ketika matahari terbit hingga naik
  • Ketika matahari berada di tengah-tengah
  • Ketika matahari hampir terbenam atau benar-benar terbenam.

1 dari 6 halaman

Membawa dan Mengiringi Jenazah ke Kuburan

Setelah bagian penggali kubur mempersiapkan lubang kubur, sekarang saatnya keluarga, kerabat, teman atau tetangga membawa dan mengiringi jenazah ke kuburan atau pemakaman.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat membawa dan mengiringi jenazah ke kuburan:

1. Mengiringi jenazah dengan kusyuk

Saat mengiringi jenazah, hendaknya dilakukan dengan kusyuk. Karena ini adalah momen terakhir bagi keluarga, kerabat, teman atau tetangga mendampingi jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Maka dari itu, saat mengiringi jenazah hendaknya dengan khidmat dan tidak diselingi dengan bercanda. Selain itu, dilarang untuk membaca dzikir atau membaca Alquran.

2. Adab pengiring jenazah

Pengiring jenazah yang berjalan kaki di sekitar keranda mayat, sementara yang menggunakan kendaraan berada di belakang iringan jenazah. Jika kendaraan mau lewat, maka mendahulukan iringan jenazah.

3. Adab memasuki kuburan

Ketika sampai di kuburan, para pengiring jenazah tidak dianjurkan untuk duduk terlebih dahulu sebelum jenazah diturunkan dari pundak yang membawanya. Selain itu, para pengiring pun juga harus mengucapkan salam yang diajarkan oleh Rasulullah berikut ini.

" Assalamu alaikum ya ahlad diyar minal mukminin wa muslimin,wa inna insya Allahu bikum la hiqun, nasalullahi lana walakumul 'afyah."

Artinya: " Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."

2 dari 6 halaman

Memasukkan Jenazah ke Dalam Lubang Kubur

Khusus untuk jenazah perempuan, maka dibentangkan kain di atas lubang kubur. Saat memasukkan jenazah ke dalam lubang kubur, yang melakukan sebaiknya dua atau tiga orang laki-laki yang paling dekat dengan keluarga si mayit pada saat hidupnya.

Selain itu, orang-orang yang memasukkan jenazah ke dalam lubang kubur diusahakan adalah mereka yang saat malam harinya tidak junub. Jenazah diletakkan dengan mendahulukan kepala dan kemudian meluruskan kakinya.

Pada saat meletakkannya di liang lahat disunahkan membaca Bismillahi wa 'ala sunnati Rasulillahi shallallâhu 'alaihi wa sallama yang artinya " Dengan Nama Allah dan atas agama Rasulullah" .

Cara mengubur jenazah dengan membaca doa ini sesuai sunnah Rasulullah sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud.

" Dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa bila Rasulullah meletakkan jenazah di dalam kubur, beliau membaca Bismillahi wa ala sunnati Rasulillahi shallallâhu 'alaihi wa sallama."

3 dari 6 halaman

Posisi Jenazah di Dalam Lubang Kubur

Wajib memiringkan jenazah ke sebelah kanan atau menghadapkannya ke arah kiblat. Jika jenazah tidak dihadapkan ke arah kiblat namun terlanjur diurug tanah, maka lubang kubur wajib digali kembali dan menghadapkan jenazahnya ke arah kiblat.

Setelah jenazah diletakkan secara pelan di dasar kubur, disunahkan untuk melepas tali ikatannya dimulai dari kepala dan membuka kain yang menutupi pipi serta jari-jari kaki sehingga bisa menempel ke tanah.

Seperti penjelasan sebelumnya, disunahkan meletakkan jenazah di liang kuburnya dengan posisi tubuh miring ke sebelah kanan. Karena kalau tubuhnya miring ke sebelah kiri, hukumnya makruh.

Dalam konteks wilayah Indonesia, arah kiblatnya cenderung ke arah barat. Sehingga kepala selalu berada utara. Bila posisi kepala ada di sebelah selatan, maka untuk menghadapkannya ke arah kiblat mesti memiringkan tubuhnya ke sisi kiri.

4 dari 6 halaman

Proses Menutup Lubang Kubur

Untuk menutup jenazah, maka digunakan beberapa papan kayu dengan memberikan rongga yang cukup di sela-selanya. Setelah itu liang kubur ditimbun dengan tanah yang ditinggikan satu jengkal.

Setelah selesai ditimbun, maka lubang kubur dipasangi batu, kayu, atau bambu di bagian kepala tanpa diberi tulisan apa pun. Jika proses menutup kuburan sudah selesai, pengiring jenazah dan para pengantar jenazah menaburkan tanah ke atas kuburan sebanyak tiga kali.

5 dari 6 halaman

Hal-hal Yang Dilarang Saat Mengubur Jenazah

Ada beberapa hal yang dilarang dalam tata cara mengubur jenazah laki-laki dan perempuan yang benar sesuai sunnah.

  • Meninggikan timbunan kuburan lebih dari satu jengkal di atas permukaan tanah.
  • Menembok kuburan atau membangun kijing di atasnya
  • Membuat tulisan pada nisan atau kayu penanda kuburan
  • Duduk di atas kuburan
  • Menjadikan kuburan sebagai tempat sholat atau membaca Alquran
  • Berjalan di atas kuburan tanpa menggunakan alas kaki
  • Melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menjurus ke arah syirik dan takhayul, seperti minta doa, cari jimat dan perbuatan mistis lainnya.

Demikian tadi tata cara mengubur jenazah laki-laki dan perempuan sesuai sunnah. Semoga hal ini menambah pengetahuan tentang hukum Islam.

6 dari 6 halaman

Hukum Azan Sebelum Mengubur Jenazah

Seolah sudah menjadi bagian dari tradisi di Indonesia, masyarakat selalu mengumandangkan azan saat jenazah hendak dimasukkan ke liang lahat.

Lalu, apakah mengumandangkan azan sebelum menguburkan jenazah memang sesuai dengan ajaran Islam?

Salah seorang ulama mazhab Syafi’i yang bernama Ibnu Hajar Al Haitsaimi rahimahullah pernah ditanya pertanyaan yang senada.

Beliau menjawab, perbuatan tersebut tidak ada tuntunan dalam syariat.

Siapa yang menyangkanya sebagai sunah yang dilakukan ketika turun ke liang kubur, karena meng-qiyaskan dengan anjuran mengazani bayi yang baru lahir, sebagai bentuk penyamaan antara akhir kehidupan dengan awal kehidupan, maka dia telah keliru.

Di mana sisi kesamaannya sehingga bisa dikaitkan? Semata-mata ini dilakukan di awal, kemudian yang ini dilakukan di akhir, tidak bisa kemudian dianalogikan seperti itu. (Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubro 3/24).

Oleh karena amalan ini tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW, juga tidak pernah dilakukan oleh para sahabat beliau, para tabi'in dan tabi'uttabi'in, sepatutnya amalan ini kita tinggalkan. Meskipun kita tahu bahwa azan itu baik.

Dirangkum dari berbagai sumber

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie