Tata Cara Penggunaan 'Syafakallah' dan 'Syafakillah' Untuk Orang Sakit

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 28 Januari 2020 16:47
Tata Cara Penggunaan 'Syafakallah' dan 'Syafakillah' Untuk Orang Sakit
Lafal tersebut mengandung ketentuan dalam penggunaannya.

Dream - Salah satu adab yang diajarkan Islam adalah menjenguk orang sakit. Adab ini merupakan bagian dari silaturahmi untuk mempererat ukhuwah.

Ketika menjenguk orang sakit, kita dianjurkan untuk mendoakannya. Doa kita bisa menjadi penghibur bagi mereka yang tengah dilanda sakit.

Seringkali kita mendengar orang mengucap 'syafakallah', ada pula 'syafakillah'. Kata ini merupakan doa agar si sakit segera diberikan kesembuhan oleh Allah.

Dua kata ini memiliki makna yang sama. Jika diterjemahkan artinya adalah 'Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu.'

Karena artinya sama, banyak orang mengira cukup mengucap 'syafakallah' untuk semua orang sakit. Buat yang meyakini kata 'syafakillah' lebih tepat, maka lafal itu yang selalu diucapkan.

Sebenarnya, dua lafal tersebut tidak bisa digunakan secara sembarangan. Karena peruntukannya berbeda.

 

1 dari 6 halaman

Ini Cara Pemakaiannya

Dikutip dari Salamadian, jika mengikuti kaidah Nahwu Sharaf, maka diketahui tata cara penggunakaan lafal doa untuk orang sakit yang tepat.

Kata Syafakallah digunakan untuk pria sakit jumlahnya satu orang. Artinya yaitu 'Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kamu (pria).'

Syafakillah adalah lafal untuk satu orang wanita yang sakit. Arti lafal ini adalah 'Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kamu (wanita).'

Ada juga Syafakumullah untuk pria sakit yang jumlahnya lebih dari dua orang. Artinya 'Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian (pria).'

Syafahullah, lafal untuk pria sakit yang jauh. Artinya 'Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada dia (pria)'.

Jika wanita sakit di tempat jauh, maka lafalnya Syafahallah. Artinya 'Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada dia (wanita).'

Juga ada Syafahumullah untuk pria sakit banyak. Arti lafal ini adalah 'Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (pria)."

Sedangkan wanita sakit banyak jumlahnya digunakan lafal Syafahunnallah. Artinya 'Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (wanita)."

2 dari 6 halaman

Kisah Wabah Penyakit di Masa Rasulullah dan Cara Cegah Penyebarannya

Dream - Dunia tengah dibuat gempar oleh wabah virus corona. Dalam sekejap, virus ini sudah menyebar di sejumlah negara.

Ada lebih dari 2.000 kasus manusia terjangkit virus baru corona, 2019-NCoV, di sejumlah negara di dunia. Kasus terbanyak terjadi di China, negara yang jadi sumber virus corona berasal.

Kasus wabah penyakit sebenarnya sudah ada sejak dulu. Pun demikian di masa Rasulullah Muhammad SAW.

Rasulullah juga mengajarkan cara menghadapi wabah penyakit. Hal itu tertuang dalam hadisnya yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf, tercantum dalam kitab Shahih Muslim dengan nomor kodifikasi 4115.

Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya.

 

3 dari 6 halaman

Peristiwa yang Melatarbelakangi Hadis

Hadis ini disampaikan Abdurrahman bin 'Auf kepada Umar bin Khattab yang sedang dalam perjalanan menuju Syam. Saat itu, Umar sudah menjadi Khalifah.

Suatu waktu, Umar bersama beberapa sahabat sedang dalam perjalanan untuk kunjungan ke wilayah Syam (sekarang Suriah). Ketika tiba di daerah Saragh, Umar mendapatkan informasi mengenai wabah kolera yang melanda Syam.

Umar lalu menggelar musyawarah membicarakan apakah perlu melanjutkan perjalanan menuju Syam atau lebih baik kembali ke Madinah. Sebagian sahabat Muhajirin memandang perjalanan ke Syam harus dilanjutkan karena Umar membawa tujuan tertentu.

Tetapi, sebagian sahabat Muhajirin lainnya berpandangan sebaliknya. Mereka justru melarang Umar melanjutkan perjalanan ke Syam dan menyarankannya kembali ke Madinah.

Setelah itu, Umar meminta pendapat dari para sahabat golongan Anshar. Saran yang diberikan sama, sebagian memandang lebih baik melanjutkan perjalanan sementara sebagian lainnya menyarankan kembali.

 

4 dari 6 halaman

Umar Memutuskan Kembali ke Madinah

Belum puas, akhirnya Umar bertanya kepada para sahabat dari kalangan petinggi Quraisy yang berhijrah ketika Fathu Makkah. Jawaban yang didapat, Umar dan rombongan disarankan untuk kembali ke Madinah dan melarang mendatangi daerah yang terserang wabah.

Umar lalu membuat keputusan untuk kembali ke Madinah dan tidak melanjutkan perjalanan ke Syam. Umar pun semakin mantap dalam mengambil keputusan setelah mendapat informasi dari Abdurrahman bin Auf bahwa Rasulullah pernah bersabda untuk tidak mendatangi tempat yang dilanda wabah penyakit.

Sedangkan arti lengkap hadis tersebut seperti tercantum dalam kitab Shahih Muslim adalah sebagai berikut.

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata, 'Aku membaca Hadis Malik dari Ibnu Syihab dari 'Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah bahwa, " Pada suatu ketika 'Umar bin Khattab pergi ke Syam. Setelah sampai di Saragh, dia mendengar bahwa wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Maka 'Abdurrahman bin 'Auf mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya.' Maka Umar pun kembali dari Saragh. Dan dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah; bahwa Umar kembali bersama orang-orang setelah mendengar Hadits Abdurrahman bin Auf.

Sumber: NU Online

5 dari 6 halaman

Geger Virus Corona, Baca Doa Ini Agar Terhindar dari Wabah Penyakit Ganas

Dream - Wabah corona kini tengah menjangkiti masyarakat Wuhan, China. Negeri Tirai Bambu tersebut tengah berupaya agar wabah tersebut tidak meluas.

Meski jauh dari China, bukan berarti Indonesia aman dari wabah tersebut. Sebab, corona bisa menyerang siapa saja  terutama mereka yang berkunjung ke China dalam beberapa waktu terakhir.

Corona merupakan virus yang sangat berbahaya. Virus ini bisa membuat orang yang terjangkiti menderita penyakit pneumonia, yaitu infeksi yang menyerang jaringan dan kantung udara di paru-paru.

Pemerintah telah mengantisipasi masuknya virus cornan ini dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan. Setiap orang yang baru datang dari luar negeri akan dipantau dengan ketat menggunakan thermal scanner.

Setelah berikhtiar menghindari kontak dengan pemicu penularan virus corona, langkah selanjutnya adalah meminta perlindungan kepada Allah SWT. Salah satunya bisa dilakukan dengan memanjatkan doa agar terhindar dari segala jenis wabah penyakit. 

Doa terhindar dari wabah penyakit berbahaya tersebut dibaca Imam Syafi'i dan dituliskan dalam kitab Abwabul Faraj.

 

6 dari 6 halaman

Doa Terhindar dari Wabah

 Doa Terhindar dari Wabah© Dream.co.id

Bismillahir rahmanir rahimi wa billahi wa la hawla wala quwwata illa billahil 'aliyil 'adzimi uskun ayyuhal waja'u sakkantuka bil ladzi yumsikus sama a an taqo'a 'alal ardli illa bi idznihi innallaha binnasi la roufur rohimun.

Bismillahir rahmanir rahimi wa billahi wala hawla wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzimi uskun ayyuhal waja'u sakantuka billazi yumsikus samawati wal ardli an tazula innahu kana haliman ghofuran.

Artinya,

“ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan nama Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Meredalah, wahai rasa sakit, aku meredakanmu dengan Dia yang menggenggam langit agar tidak jatuh menimpa bumi kecuali atas izin-Nya. Sesungguhnya Allah kepada manusia Maha Lembut dan Maha Penyayang.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan nama Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Meredalah, wahai rasa sakit, aku meredakanmu dengan Dia yang menggenggam langit dan bumi agar keduanya tidak tergelincir. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun dan lagi Maha Pengampun.”

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin