Tata Cara Sholat Bagi Orang Sakit dan Keringanan yang Diberikan

Reporter : Ulyaeni Maulida
Senin, 28 Desember 2020 20:01
Tata Cara Sholat Bagi Orang Sakit dan Keringanan yang Diberikan
Tata cara sholat bagi orang sakit, berbeda dengan gerakan sholat biasanya, tergantung seberapa parah kondisinya.

Dream – Sholat merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan bagi setiap Muslim. Bahkan di tengah kondisi sakit sekalipun, sholat tidak boleh ditinggalkan selama masih berakal dan sudah baligh.

Rasulullah SAW bersabda, “ Catatan amal diangkat dari tiga jenis orang: orang yang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia baligh, dan orang gila hingga ia berakal (HR. An-Nasai)

Tata cara sholat bagi orang saki, berbeda dengan gerakan sholat biasanya. Agama Islam penuh dengan kemudahan. Semua yang diperintahkan dalam Islam disesuaikan dengan kemampuan seorang hamba.

Allah SWT berfirman: “ Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Al-Baqarah: 185)

1 dari 3 halaman

Keringanan Bagi Orang Yang Sakit

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Dibolehkan untuk tidak sholat berjamaah

Dan kondisi sakit terkadang menimbulkan kesulitan untuk pergi ke masjid. Rasulullah SAW pun ketika sakit parah tidak sholat di masjid.

Aisyah ra berkata, “ Rasulullah SAW ketika sakit beliau bersabda: perintahkan Abu Bakar untuk shalat (mengimami) orang-orang.” (HR. Bukhari).

Dalil ini menunjukkan bolehnya orang yang sakit untuk tidak menghadiri sholat berjamaah.

Dibolehkan menjamak sholat

Menjamak sholat dibolehkan secara umum ketika ada masyaqqah (kesulitan). Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu beliau mengatakan:

“ Rasulullah SAW menjamak sholat Zhuhur dan shalat Ashar, dan menjamak sholat Maghrib dan Isya, di Madinah padahal tidak sedang dalam ketakutan dan tidak hujan.” (HR. Muslim no. 705).

Maka, orang yang sakit jika sakitnya membuat ia kesulitan untuk sholat pada waktunya masing-masing, dibolehkan baginya untuk menjamak sholat.

Dibolehkan sholat sambil duduk jika tidak mampu berdiri. Dibolehkan sholat sambil berbaring jika tidak mampu duduk

Dari Imran bin Hushain ra, beliau mengatakan: “ Aku pernah menderita penyakit bawasir. Maka ku bertanya kepada Nabi SAW mengenai bagaimana aku sholat. Beliau bersabda: sholatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka sholatlah sambil duduk, jika tidak mampu maka sholatlah dengan berbaring menyamping.” (HR. Al Bukhari)

Dibolehkan sholat semampunya jika kemampuan terbatas

Jika orang yang sakit sangat terbatas kemampuannya, seperti orang sakit yang hanya bisa berbaring tanpa bisa menggerakkan anggota tubuhnya, namun masih berisyarat dengan kepala, maka ia dapat sholat dengan sekedar gerakan kepala.

Dari Jabir ra beliau berkata: “ Rasulullah SAW suatu kala menjenguk orang yang sedang sakit. Ternyata Rasulullah melihat ia sedang sholat di atas bantal. Kemudian Nabi mengambil bantal tersebut dan menjauhkannya. Ternyata orang tersebut lalu mengambil kayu dan sholat di atas kayu tersebut. Kemudian Nabi mengambil kayu tersebut dan menjauhkannya. Lalu Nabi bersabda: sholatlah di atas tanah jika kamu mampu, jika tidak mampu maka sholatlah dengan imaa` (isyarat kepala). Jadikan kepalamu ketika posisi sujud lebih rendah dari rukukmu.” (HR. Al-Baihaqi)

2 dari 3 halaman

Tata Cara Wudhu Bagi Orang Sakit

Ilustrasi© Freepik

Wajib bagi orang yang sakit untuk mandi, sebagai bentuk membersihkan diri dari hadas besar lalu berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil.

Jika tidak mampu mengambil air wudhu karena suatu halangan atau khawatir sakitnya akan bertambah parah, maka diperbolehkan tayamum.

Apabila orang yang sakit tidak mampu melakukan tayamum dan wudhu, dapat dibantu ditayamumkan oleh orang lain. Seseorang yang menepukkan dan mengusapkan pada orang yang sakit. Begitu pula dengan cara mewudhukannya.

Apabila orang yang sakit memiliki luka atau di gips, maka usapkan air cukup sekali saja sebagai ganti membasuhnya.

3 dari 3 halaman

Tata Cara Salat Bagi Orang Sakit

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Sholat Posisi Duduk

Kalau tidak sanggup berdiri, boleh mengerjakan sambil duduk sembari menghadap kiblat. Bisa duduk layaknya duduk di antara dua sujud atau duduk sambil meluruskan kaki. Tergantung pada sakit yang di derita.

Cara mengerjakan gerakan ruku ialah dengan duduk membungkuk sedikit. Gerakan tangan sama layaknya salat biasanya.

Cara mengerjakan sujud, bisa dengan cara sujud biasanya. Kecuali bagi yang sholat dengan meluruskan kaki, gerakan ruku bungkuknya lebih sedikit daripada bungkuk dalam sujud.

 

Sholat Posisi Tidur

Jika orang sakit tidak dapat mengerjakan sholat dengan duduk, boleh menunaikannya dengan posisi tidur terlentang wajah menghadap kiblat, dan posisi bantal lebih tinggi.

Cara mengerjakan ruku cukup menggerakkan kepala ke muka atau sedikit menekuk.

Cara mengerjakan sujud dengan menggerakkan kepala lebih dalam ke muka atau lebih ditundukkan. Jikalau ada sakit yang menghalangi kedua gerakan tersebut, semisal leher di gips. Orang sakit bisa melakukan dengan isyarat mata yang dibuka dan ditutup sebagai ganti gerakan.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar