Tata Cara Sholat Bagi Wanita Saat Istihadhah

Reporter : Ulyaeni Maulida
Senin, 28 Desember 2020 15:02
Tata Cara Sholat Bagi Wanita Saat Istihadhah
Wajib baginya untuk menyegerakan sholat setelah selesai berwudhu.

Dream – Seorang wanita mendapat ruqsah (keringanan) untuk tidak melakukan ibadah apapun selama masa tertentu seperti haid dan nifas. 

Darah haid keluar secara teratur setiap sebulan sekali, sementara darah nifas keluar setelah wanita melahirkan anak.

Namun, ada pula kondisi lain yang dialami seorang wanita, yaitu mengeluarkan darah istihadhah. Darah istihadhah adalah keluarnya darah karena mengalami penyakit tertentu.

Istihadhah yaitu darah yang tidak memenuhi syarat-syarat darah haid dan nifas. Darah yang tidak memenuhi persyaratan darah haid yaitu, darah yang keluar sebelum umur 9 tahun, atau sudah umur 9 tahun tetapi pada masa tidak boleh haid tidak mencapai 24 jam atau melebihi 15 hari.

Adapun darah yang tidak memenuhi persyaratan nifas adalah darah yang keluar melebihi 60 hari.

Oleh karena itu, wanita yang istihadhah tetap wajib sholat, puasa Ramadhan, membaca Al-Quran, bersetubuh dan melakukan hal-hal yang diharamkan ketika haid dan nifas lainnya.

1 dari 3 halaman

Kondisi yang Perlu di Perhatikan

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Shutterstock.com)

 

Menurut Syaikh As Sa'di ada tiga kondisi yang perlu diperhatikan terkait haid dan istihadhah, diantaranya:

  1. Menyesuaikan kebiasaan tanggal haid. Jika darah keluar bukan di tanggal biasa haid, maka itu adalah istihadhah. Begitu pula jika darah keluar terus menerus melebihi tanggal biasa haid, maka sisa hari dihitung sebagai istihadhah. Usai tanggal biasa haid, diharuskan bersuci dan mandi wajib. Jika darah tetap keluar, maka itu istihadhah dan tetap dianggap telah suci.
  2. Kondisi kedua yakni jika wanita tak memiliki kebiasaan haid yang teratur. Tanggal biasa haid nya selalu berubah. Untuk kondisi ini, maka cara membedakan istihadhah dan haid dengan melihat sifat darah. Darah haid identik kental, berbau dan berwarna gelap. Sementara darah istihadhah nampak cair, tak berbau dan merah terang.
  3. Kondisi terakhir yakni jika tak dapat membedakan sifat darah dan tak memiliki kebiasaan haid teratur. Hal ini tentu menyulitkan untuk mengetahui perbedaan antara haid dan istihadhah. Menurut As Sa'di, jika terjadi kondisi demikian maka hitunglah enam hingga tujuh hari setiap bulannya. Hitungan tersebut dianggap sebagai waktu haid. Selepas itu, mandi wajib dan menjalankan ibadah seperti biasa meski masih keluar darah. Karena selepas hitungan sepekan dianggap darah istihadhah.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Tata Cara Sholat Bagi Wanita Istihadhah

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Sebelum melaksanakan sholat atau ibadah lainnya, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan seorang wanita, yaitu:

  1. Membersihkan area kewanitaan lebih dulu dan menutupnya dengan kain atas kapas. Hal ini supaya darah tidak menetes keluar.
  2. Kemudian bersuci atau berwudhu. Ketika wudhu, wanita istihadah harus meniatkan wudhunya agar dibolehkan sholat (istibahah al sholat) dan bukan untuk menghilangkan hadas. Wudhu tersebut berlaku untuk satu kali sholat fardhu dan beberapa kali sholat sunah.
  3. Menyegerakan sholat. Jika tidak segera sholat, maka dianggap membatalkan hal-hal yang telah dilakukan sebelumnya dan wajib diulangi kembali.  
  4. Jika setelah dibalut ternyata darah masih keluar membasahi pembalut maka jika keluarnya darah tadi karena banyaknya darah, maka tidak apa-apa. Tetapi, jika hal tersebut karena kelalaian maka sholatnya batal.

 

3 dari 3 halaman

Kapan Wudhu Di Anggap Batal?

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Wudhu bagi seorang wanita yang sedang keluar darah istihadah dianggap batal dikarenakan dua sebab berikut:

  1. Keluar dari waktu shalat.
  2. Keluar hadats lain selain darah Istihadah.

Wajib baginya untuk selalu berwudhu setiap akan melaksanakan sholat. Hal ini berdasarkan hadist, “ Berwudhulah kamu setiap masuk waktu shalat hingga waktu itu tiba.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).

Pada hadist ini dijelaskan bahwa keabsahan wudhu wanita mustahadoh dikaitkan dengan waktu sholat. Sehingga apabila telah keluar dari waktu sholat, maka wudhunya dianggap batal.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

 

Beri Komentar