Tata Cara Sholat Dzuhur Lengkap dengan Niat, Bacaan, Keistimewaan dan Dzikir Setelahnya

Reporter : Arini Saadah
Senin, 23 Mei 2022 10:00
Tata Cara Sholat Dzuhur Lengkap dengan Niat, Bacaan, Keistimewaan dan Dzikir Setelahnya
Sholat dzuhur adalah sholat fardhu yang dikerjakan sebanyak empat rakaat dan wajib ditunaikan oleh umat Islam yang sudah baligh.

Dream - Menjalankan sholat fardhu lima waktu hukumnya wajib bagi setiap umat Islam. Selama ini kita mengenal lima waktu sholat yaitu subuh, dzuhur, asar, magrib dan isya. Tak dipungkiri masih ada muslim yang lalai, atau bahkan meninggal, sholat dzhuhur karena alasan kesibukan kerja atau aktivitas lainnya. Mereka menyadari meninggalkan sholat dengan sengaja adalah perbuatan dosa besar dan akan mendapat hukuman dari Allah SWT di akhirat kelak.

Sholat dzuhur adalah salah satu sholat fardhu yang dikerjakan sebanyak empat rakaat. Waktu sholat dzuhur adalah ketika matahari telah condong (ke barat) dan bayangan seseorang sama dengan tingginya, serta selama waktu shalat Ashar belum tiba. 

Perintah untuk menjalankan sholat memiliki posisi istimewa bagi umat Rasulullah. Sholat fardu, termasuk di dalamnya sholat dzuhur, diperintahkan langsung oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra' Mi'raj.

Dalam tulisan kali ini, Dream tidak akan membahas semua sholat fardhu. Namun kali ini hanya fokus membahas tata cara sholat dzuhur yang benar sesuai perintah Nabi SAW. Berikut tata cara sholat dzuhur yang wajib dilakukan oleh setiap muslim yang sudah baligh lengkap dengan bacaannya.

1 dari 10 halaman

Bacaan Niat Sholat Dzuhur

Sebelum memasuki pembahasan tata cara sholat dzuhur yang benar dan lengkap, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu bacaan niatnya.

Niat merupakan rukun dalam sholat yang wajib dilakukan. Kemudian niat ini lebih utama dan sunah untuk dilafalkan.

Berikut bacaan niat dalam tata cara sholat dzuhur:

1. Bacaan Niat Sholat Dzuhur Sendiri

Ushalli fardladz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“ Saya berniat sholat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.”

2. caan Niat Sholat Dzuhur Sebagai Makmum

Ushalli fardladz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati ma’muman lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“ Saya berniat sholat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.”

3. Bacaan Niat Sholat Dzuhur Sebagai Imam

Ushalli fardladz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“ Saya berniat sholat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala.”

2 dari 10 halaman

Tata Cara Sholat Dzuhur

Tata cara sholat dzuhur dimulai dari niat hingga salam. Adapun urutan tata cara sholat dzuhur dan tuntunan bacaan sholatnya juga perlu dilakukan agar sholat kita lebih sempurna. Berikut tata cara sholat dzuhur lengkap dengan bacaan dan doanya.

1. Takbiratul Ihram

Setelah membaca niat yang disbeutkan di atas, tata cara sholat dzuhur yang selanjutnya adalah takbiratul ihram. Takbiratul ihram termasuk rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan.

Gerakan takbiratul ihram dilakukan dengan mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan kalimat takbir yaitu Allaahu Akbar, yang artinya Allah Maha Besar.

2. Membaca Doa Iftitah

Tata cara sholat dzuhur selanjutnya adalah membaca doa iftitah. Membaca doa ini sebenarnya hukumnya sunnah. Sehingga jika tidak membaca sebenarnya juga tidak masalah. Namun membaca doa iftitah memiliki keutamaan yang tinggi menurut sabda Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda bahwa dengan membaca doa iftitah maka pintu-pintu langit akan terbuka.

Membaca doa iftitah dilakukan setelah takbiratul ihram. Kemudian tangan disedekapkan di depan dada dan baru membacakan doa iftitah berikut ini:

Allaahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsiira wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha, haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya:

“ Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang." Sesuggunya kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim.”

3 dari 10 halaman

Tata Cara Sholat Dzuhur

3. Membaca Al-fatihah

Tata cara sholat dzuhur yang selanjutnya adalah membaca surat al-fatihah. Hukum membaca surat Al-Fatihah adalah wajib karena termasuk dalam rukun sholat.

Bismillahir rahmaa nirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil 'alamin. Ar rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghduubi 'alaihim waladh-dhaalliin.

Artinya: “ Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

4. Membaca Surat Pendek

Tata cara sholat dzuhur selanjutnya adalah membaca surat pendek. Surat pendek dibaca pada dua rakaat pertama. Berbeda dengan surat Al-Fatihah, membaca surat pendek hukumnya sunnah. Pilihlah bacaan ayat pendek yang sudah kamu hafal ya, Sahabat Dream. Atau boleh juga kamu membaca ayat tertentu di dalam Al Quran.

5. Ruku’ dengan Tuma’ninah

Tata cara sholat dzuhur selanjutnya adalah ruku'. Gerakan ruku' yaitu mengangkat kedua tangan dan membaca 'Allahu akbar', kemudian badan dibungkukkan sedangkan kedua tangan memegang lutut. Usahakan antara punggung dan kepala sama rata. Saat gerakan ruku' ini dianjurkan membaca doa berikut: Subhaana robbiyal 'adziimi wabihamdih, dibaca sebanyak 3 kali.

Artinya: " Maha suci tuhan yang maha agung serta memujilah aku kepadanya."

4 dari 10 halaman

Tata Cara Sholat Dzuhur

6. I’tidal dengan Tuma’ninah

Selanjutnya yaitu gerakan i'tidal yang diawali dengan bangkit dari ruku' kemudian berdiri tegak dan mengangkat kedua tangan setinggi telinga (laki-laki) atau dada (perempuan) sambil membaca doa Sami'allaahu liman hamidah yang artinya “ Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya."

Setelah berdiri tegak, lalu membaca:

Robbanaa lakal hamdu mil us-samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.

Artinya: " Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu."

7. Sujud dengan Tuma’ninah

Setelah i'tidal, tata cara sholat dzuhur yang harus dilakukan adalah sujud. Gerakan sujud dilakukan dengan meletakkan dahi di lantai yang telah diberikan alas bersih. Ketika turun ke bawah dari posisi i'tidal, lakukanlah sambil membaca " Allahu akbar" kemudian sujud dengan membaca doa berikut:

Subhaana robbiyal a'la wabihamdih. Dibaca sebanyak tiga kali.

Artinya: " Maha suci tuhan yang maha tinggi serta memujilah aku kepadanya."

8. Duduk di Antara Dua Sujud dengan Tuma’ninah

Tata cara sholat dzuhur yang selanjutnya adalah duduk di antara dua sujud sambil membaca doa berikut: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: “ Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

Setelah selesai membaca lakukan gerakan sujud dengan bacaan yang sama sebelumnya. Selesai sujud, berdiri lagi dan melanjutkan rakaat selanjutnya sampai empat rakaat.

5 dari 10 halaman

Tata Cara Sholat Dzuhur

9. Duduk Tasyahud Awal

Duduk tasyahud awal dilakukan pada rakaat kedua sholat dzuhur. Setelah sujud yang kedua, posisi tasyahud awal yaitu dengan sikap kaki tegak dan kaki kiri diduduki sambil membaca doa berikut:

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa muhammad.

Artinya: “ Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

10. Duduk Tasyahud Akhir

Tasyahud akhir dilakukan pada rakaat keempat atau terakhir pada sholat dzuhur. Bacaan dan posisi gerakannya sama dengan tasyahud awal dengan ditambah solawat nabi.

Allahumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohim wa 'alaa aali ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik 'alaa muhammad wa'alaa aali muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohim wa 'alaa aali ibroohimm fil ‘alamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: “ Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia.”

11. Salam

Tata cara sholat dzuhur yang etrakhir adalah membaca salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

ASSALAAMU ALAIKUM WA RAHMATULLAH.

Artinya: " Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."

Semua tata cara sholat dzuhur di atas hendaknya dilakukan secara tertib dan berurutan. Sebab jika tidak urut, maka pelaksanaan sholat dzuhur tidaklah sah. Maka perlu diperhatikan dan dihafalkan dengan baik ya, Sahabat Dream.

6 dari 10 halaman

Keistimewaan Sholat Dzuhur

Ilustrasi© Shutterstock.com

Setelah mengetahui tata cara sholat dzuhur di atas, ketahui pula keistimewaan mengerjakan sholat fardhu yang satu ini.

  1. Sholat dzuhur merupakan terapi yang bagus bagi metabolisme tubuh khususnya jantung untuk beristirahat. Menurut sebuah penelitian, kegelisahan dan keresahan yang dialami penderita penyakit jantung meningkat pada waktu setelah dzuhur. Maka jika kamu ingin jantungmu sehat dan tenang maka sholatlah dzuhur tepat waktu.
  2. Keutamaan sholat dzuhur yang selanjutnya adalah mendapatkan pahala dan terhindar dosa-dosa.
  3. Sholat dzuhur sangat istimewa karena bisa menyucikan jiwa dari dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.
  4. Selain itu juga bisa menghapuskan dosa masa lalu.
  5. Sholat dzuhur juga disebut sebagai perbuatan baik setelah kesaksian syahadat.
  6. Tuhan Allah SWT akan mengangkat derajat umat manusia lewat Sholat, salah satunya sholat dzuhur.
  7. Sholat merupakan cahaya di dunia dan akhirat sekaligus bagi seorang muslim di hari kiamat kelak.
  8. Sholat dzuhur juga bagus untuk terapi jantung dan melancarkan pencernaan.
7 dari 10 halaman

Waktu Sholat Dzuhur Perempuan di Hari Jumat

Pada hari Jumat, setiap Muslim laki-laki diwajibkan untuk menunaikan sholat Jumat secara berjamaah di masjid. Sedangkan bagi perempuan ada yang mengerjakannya dan ada juga yang tidak karena perempuan sendiri tidaklah diwajibkan untuk mengerjakan sholat Jumat tersebut.

Lalu, bagaimana dengan waktu sholat dzuhur para perempuan di hari Jumat? Nah, hal inilah yang masih kerap dipertanyakan oleh perempuan. Apakah sholat dzuhur dilakukan setelah masuknya waktu sholat dzuhur atau setelah sholat Jumat selesai?

Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran yang menjelaskan bahwa sholat fardhu sudah ditetapkan waktunya. Di mana hal tersebut terdapat dalam surat An-Nisa ayat 103 berikut ini:

فَاِذَاقَضَيْتُمُالصَّلٰوةَفَاذْكُرُوااللّٰهَقِيَامًاوَّقُعُوْدًاوَّعَلٰىجُنُوْبِكُمْۚفَاِذَااطْمَأْنَنْتُمْفَاَقِيْمُواالصَّلٰوةَۚاِنَّالصَّلٰوةَكَانَتْعَلَىالْمُؤْمِنِيْنَكِتٰبًامَّوْقُوْتًا

Artinya: Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103).

Seperti dikutip dari islampos.com, waktu dzuhur sendiri dimulai sejak zawal atau saat matahari tergelincir ke arah barat hingga bayangan benda sama tingginya dengan tinggi benda tersebut. Hal ini pun juga dijelaskan dalam sbeuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berikut ini:

Waktu dzuhur, sejak matahari tergelincir sampai bayangan orang sama dengan tingginya, sebelum masuh waktu ashar.” (HR. Muslim).

Melalui penjelasan di atas bisa diambil kesimpulan bahwa para perempuan dan orang-orang yang tidak diwajibkan sholat Jumat seperti orang yang sakit atau musafir, maka mereka bisa melakukan sholat dzuhur setelah masuknya waktu dzuhur. Meskipun saat itu bisa saja sholat Jumat belum selesai.

8 dari 10 halaman

Batas Waktu Sholat Dzuhur Menurut Hadis dan Ulama Madzhab

Batas Waktu Sholat Dhuhur Menurut Hadis dan Ulama Madzhab© Shutterstock.com

Setelah mengetahui tata cara sholat dzuhur, akan lebih lengkap jika sahabat Dream juga mengetahui batas waktu dari sholat dzuhur. Hal ini sangatlah penting agar kamu bisa sholat secara tepat waktu. Karena sholat tepat waktu sendiri sangatlah dianjurkan dalam Islam. Hal ini seperti dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini:

Perbuatan yang paling mulia ialah sholat pada awal waktunya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat dzuhur? Seperti dikutip dari merdeka.com, sholat dzuhur dikerjakan sejak matahari tergelincir di tengah-tengah langit sampai munculnya bayangan yang memiliki panjang sama dengan di bawahnya.

Dalam artian sholat dzuhur dikerjakan ketika matahari sudah berada tepat di tengah-tengah sampai tibanya waktu sholat ashar. Hal ini berdasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berikut:

Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: ‘Waktu dzuhur ialah ketika matahari tergelincir, …. sampai datangnya waktu ashar.” (HR. Muslim).

Sedangkan dari kalangan ulama empat madzhab terdapat perbedaan pendapat tentang batas waktu sholat dzuhur. Di mana waktu dzuhur dimulai sejak tergelincirnya matahari hingga bayang-bayang benda sama panjangnya dengan benda tersebut. Jika sudah lebih dari itu, meskipun hanya sedikit, maka maka waktu dzuhur dianggap sudah selesai atau habis.

Batasan itulah yang diberlakukan bagi mereka yang memang memilihnya. Namun menurut madzhab Syafi’i dan Maliki, batas waktu dzuhur adalah hingga bayang-bayang benda lebih panjang dari benda itu.

Kemudian dalam sebuah hadis juga menjelaskan bahwa hukum dari sholat dzuhur menjadi mustahab, yakni diundurkan beberapa waktu jika waktu siangnya di hari tersebut sedang sangat panas. Tujuannya adalah untuk memberikan keringanan dan meningkatkan kekhusyukan saat mengerjakan ibadah. Berikut adalah bunyi hadisnya yang diriwayatkan oleh Bukhari:

Dari Anas bin Malik ra berkata bahwa Nabi Muhammad saw bila dingin menyengat, menyegerakan sholat. Tapi bila panas sedang menyengat, beliau mengundurkan sholat.” (HR. Bukhari).

9 dari 10 halaman

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Dzuhur

Setelah sholat dzuhur, dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir. Berikut bacaan doa setelah sholat dzuhur yang bisa diamalkan setiap hari:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal-Adziim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwalhayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih. Dibaca sebanyak 3 kali.

 

 لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر

 Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

 

 اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

Allohumma ajirnii minanar (3 kali)

 

اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مَنْكَ الْجَدُّ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma la mani a lima a thaita wa la mu’thiya lima mana’ta wa la yanfa’u dzal jadii minkal jaddu, la ilaha illa anta.

 

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

allahumma antas-salaamu wamingkas-salaamu wa ilaika ya uudus-salaamu fa hayyinaa rabbanaa bis-salaami wa adkhilna-jannata daaros-salaami tabaarokta robbanaa wa ta aalaita ya dzal-jalaali wal ikroom.

 

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾ أمين

A’udzu billahiminas syaitho nirrojiim. Bismillahir rohmanirro’hiim. Al’hamdulillahi robbil’aalamiin. Arro’hmanirro’him. Maliki Yawmiddiin. Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin. Ihdinash-Shiro Tholmustaqiim. Shirotholladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim wala dholiin. Aamiin.

 

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Mandzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal 'aliyyul 'azhiim.

 

 شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

 

Terakhir membaca tasbih, tahmid, dan takbir 33 kali. Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa setelah sholat dzuhur.

10 dari 10 halaman

Surat yang Dibaca Rasulullah saat Sholat Dhuhur

Surat yang Dibaca Rasulullah saat Sholat Dhuhur© Shutterstock.com

Sholat dhuhur yang dikerjakan sebanyak empat rakaat, dalam setiap rakaatnya wajib untuk membaca surat Al-Fatihah. Setelah membaca surat Al-Fatihah, selanjutnya adalah membaca surat pendek yang ada di dalam Al-Quran dari sejak rakaat pertama hingga rakaat ketiga.

Ada banyak sekali surat pendek yang bisa sahabat Dream lafalkan ketika mengerjakan sholat fardhu seperti sholat dhuhur. Namun, ada beberapa surat yang dibaca oleh Rasulullah saw ketika sholat dhuhur. Nah, hal ini bisa sahabat Dream ikuti.

Seperti dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw mengerjakan sholat dhuhur pada rakaat yang pertama dan kedua membaca surat Al-Fatihah dan dua surat yang masing-masing rakaatnya satu surat. Beliau juga lebih memanjangkan bacaan surat pada rakaat yang pertama, sedangkan pada rakaat yang kedua tidak.

Kemudian dalam hadis riwayat Ahmad dan Muslim, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad saw membaca sekitar 30 ayat di dalam setiap rakaat, yakni sepanjang surat As-Sajdah yang di dalamnya juga termasuk surat Al-Fatihah.

Lalu dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw terkadang membaca surat Was samaa-I wath thaariq (surat Ath Thariq), Was samaa-I dzaatil buruuj (surat Al-Buruj), Wal laili idzaa yaghsyaa (surat Al-Lail), dan surat-surat yang sejenisnya.”

Tak hanya itu saja, Nabi Muhammad saw juga membaca surat Idzaa samaa-un syaqqat (surat Al Insyiqaq) dan yang semisalnya seperti dijelaskan dalam hadis riwayat Ibnu Khuzaimah.

Beri Komentar