Tata Cara Sholat Fardhu, Perlu Diperhatikan bagi Orang yang Baru Belajar Islam

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 12 Januari 2022 20:00
Tata Cara Sholat Fardhu, Perlu Diperhatikan bagi Orang yang Baru Belajar Islam
Simak tata cara sholat fardhu berikut ini, terutama bagi kamu yang sedang belajar sholat.

Dream – Setiap umat Islam berkewajiban melaksanakan sholat fardhu sebanyak lima waktu setiap harinya. Sholat fardhu terdiri dari subuh, dhuhur, asar, magrib, dan isya.

Kewajiban sholat 5 waktu sebagaimana tercantum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu. Bahwasannya Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam telah memerintah Muadz radhiyallahu ‘anhu ke Yaman, kemudian beliau SAW bersabda kepadanya:

“ Ajaklah mereka (penduduk Yaman) untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sungguh aku adalah utusan Allah, jika mereka menaatinya, maka beritahukan mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka sholat 5 waktu dalam sehari semalam.” (HR. Bukhari)

Tata cara sholat fardhu sangat mudah untuk dilakukan jika sudah mengetahui patokannya. Karena sebenarnya semua gerakan dan bacaan sholat fardhu maupun sunah hampir sama. Karena yang membedakan hanyalah waktu, dan niatnya, serta beberapa gerakan.

Kali ini Dream akan mengulas tentang tata cara sholat fardhu yang perlu diperhatikan bagi orang yang baru belajar agama Islam. Yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini.

1 dari 6 halaman

Tata Cara Sholat Fardhu

Tata cara sholat fardhu diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam. Berikut tata cara sholat fardhu bagi pemula lengkap dengan bacaan dan artinya.

1. Niat Sholat Fardhu

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, tata cara sholat fardhu dimulai dengan niat dengan kondisi tubuh berdiri tegak menghadap kiblat. Namun jika tdak sanggup berdiri maka boleh duduk hingga boleh sambil berbaring. Dan jika tidak sanggup berbaring maka boleh dengan tidur telentang. Namun untuk menunaikan sholat, semuanya harus menghadap kiblat.

Berikut bacaan niat sholat fardhu dari subuh, dhuhur, ashar, maghrib hingga isya’.

Bacaan Niat Sholat Subuh

Ushalli fardhas subhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.

Artinya: “ Saya berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala.”

Bacaan Niat Sholat Dzuhur

Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “ Saya berniat sholat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala.”

Bacaan Niat Sholat Asar

Ushalli fardhal ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “ Saya berniat sholat fardu asar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala.”

Bacaan Niat Sholat Magrib

Ushalli fardhal maghribi tsalatsa’ raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “ Saya berniat sholat fardu magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala.”

Bacaan Niat Sholat Isya

Ushalli fardhal ‘isyaa-i raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “ Saya berniat sholat fardu isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala.”

2 dari 6 halaman

2. Takbiratul Ihram

Setelah membaca niat, tata cara sholat fardhu dilanjutkan dengan gerakan takbiratul ihram. Takbiratul ihram merupakan salah satu rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan.

Gerakan takbiratul ihram dilakukan dengan mengangkat kedua tangan seaya mengucapkan kalimat takbir yaitu Allaahu akbar, yang artinya Allah Maha Besar.

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, tata cara sholat fardhu yang ketiga adalah membaca doa iftitah. Membaca doa ini sebenarnya hukumnya sunnah. Sehingga jika tidak membaca sebenarnya juga tidak masalah. Namun membaca doa iftitah memiliki keutamaan yang tinggi menurut sabda Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda bahwa dengan membaca doa iftitah maka pintu-pintu langit akan terbuka.

Membaca doa iftitah dilakukan setelah takbiratul ihram. Kemudian tangan disedekapkan di depan dada dan baru membacakan doa iftitah. Berikut bacaannya:

Allaahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsiira wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha, haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya: “ Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang." Sesuggunya kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim.”

3 dari 6 halaman

4. Membaca Surat Al-fatihah

Ilustrasi© Shutterstock.com

Kemudian tata cara sholat fardhu yang selanjutnya adalah membaca surat al-fatihah. Hukum membaca surat Al-Fatihah adalah wajib karena termasuk dalam rukun sholat.

Bismillahir rahmaa nirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil 'alamin. Ar rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghduubi 'alaihim waladh-dhaalliin.

Artinya: “ Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

5. Membaca Surat Pendek

Tata cara sholat fardhu setelah membaca al-fatihah adalah membaca surat pendek. Surat pendek dibaca pada dua rakaat pertama. Berbeda dengan surat Al-Fatihah, membaca surat pendek hukumnya sunnah. Pilihlah bacaan ayat pendek yang sudah kamu hafal ya, Sahabat Dream. Atau boleh juga kamu membaca surat yang panjang-panjang.

4 dari 6 halaman

6. Ruku’ dengan Tuma’ninah

Tata cara sholat fardhu setelah membaca surat pendek adalah gerakan ruku'. Gerakan ruku' yaitu mengangkat kedua tangan dan membaca 'Allahu akbar'. Kemudian badan dibungkukkan dan kedua tangan memegang lutut. Usahakan antara punggung dan kepala sama rata. Saat gerakan ruku' ini dianjurkan membaca doa berikut:

Subhaana robbiyal 'adziimi wabihamdih, dibaca sebanyak 3 kali.

Artinya: " Maha suci tuhan yang maha agung serta memujilah aku kepadanya."

7. I’tidal dengan Tuma’ninah

Selanjutnya yaitu gerakan i'tidal. Gerakan ini diawali dengan bangkit dari ruku' kemudian berdiri tegak dan mengangkat kedua tangan setinggi telinga (laki-laki) atau dada (perempuan) sambil membaca doa Sami'allaahu liman hamidah yang artinya “ Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya."

Setelah berdiri tegak, lalu membaca:

Robbanaa lakal hamdu mil us-samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.

Artinya: " Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu."

8. Sujud dengan Tuma’ninah

Setelah i'tidal, tata cara sholat fardhu yang harus lakukan adalah sujud. Gerakan sujud dilakukan dengan meletakkan dahi di lantai yang telah diberikan alas bersih. Ketika turun ke bawah dari posisi i'tidal, lakukan sambil membaca " Allahu akbar" dan sujud dengan membaca doa berikut:

Subhaana robbiyal a'la wabihamdih. Dibaca sebanyak tiga kali.

Artinya: " Maha suci tuhan yang maha tinggi serta memujilah aku kepadanya."

5 dari 6 halaman

9. Duduk di Antara Dua Sujud

Tata cara sholat fardhu yang selanjutnya adalah duduk di antara dua sujud sambil membaca doa berikut:

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: “ Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

Setelah selesai membaca lakukan gerakan sujud dengan bacaan yang sama sebelumnya. Selesai sujud, berdiri lagi dan melanjutkan rakaat selanjurnya. Jumlah rakaat tergantung dengan jenis sholat yang dilakukan.

10. Duduk Tasyahud Awal

Duduk tasyahud awal dilakukan pada rakaat kedua semua sholat fardhu kecuali pada sholat subuh. Sebab sholat subuh tidak ada duduk tasyahud awalnya. Setelah sujud yang kedua, posisi tasyahud awal yaitu dengan sikap kaki tegak dan kaki kiri diduduki sambil membaca doa berikut:

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa muhammad.

Artinya: " Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."

6 dari 6 halaman

11. Duduk Tasyahud Akhir

Ilustrasi© Unsplash.com

Tasyahud akhir dilakukan pada rakaat terakhir. Bacaan dan posisi gerakannya sama dengan tasyahud awal dengan ditambah solawat nabi.

Allahumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohim wa 'alaa aali ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik 'alaa muhammad wa'alaa aali muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohim wa 'alaa aali ibroohimm fil ‘alamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: " Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia."

12. Salam

Setelah membaca selawat nabi, lanjutkan dengan membaca salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

ASSALAAMU ALAIKUM WA RAHMATULLAH.

Artinya: " Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."

Semua tata cara sholat fardhu dan juga bacaannya di atas hendaknya dibaca dengan tertib dan berurutan. Sebab jika tidak urut, maka pelaksanaan sholat fardhu tidak sah. Maka perlu diperhatikan dan dihafalkan dengan baik ya, Sahabat Dream.

Beri Komentar