Tata Cara Sholat Ghaib, Lengkap Bacaan Niat, Hukum, Syarat dan Rukunnya

Reporter : Arini Saadah
Minggu, 5 Desember 2021 06:01
Tata Cara Sholat Ghaib, Lengkap Bacaan Niat, Hukum, Syarat dan Rukunnya
Saat orang tak mampu menjangkau jenazah karena tempatnya yang jauh atau kondisi tertentu lainnya, maka keluarga terdekat boleh melaksanakan sholat ghaib.

Dream - Agama Islam mewajibkan pemeluknya untuk menjalankan sholat jenazah yaitu ibadah menyolatkan saudaranya seiman yang baru meninggal dunia. Hukum sholat jenazah adalah wajib kifayah yang berarti kewajibannya menjadi gugur bila ada salah seorang muslim yang sudah mensholatkan jenazah saudaranya tersebut.

Namun dalam kondisi tertentu, saat orang tak mampu menjangkau jenazah karena tempatnya yang jauh, seorang muslim diperbolahkan melaksanakan sholat ghaib. Berbeda dengan sholat jenazah, sholat ghaib merupakan sholat untuk jenazah yang dilakukan ketika terdapat saudara sesama muslim meninggal di tempat yang jauh. Baik meninggal karena kecelakaan, bencana, atau penyakit yang menimpa sehingga menimbulkan banyak korban.

Saat terjadi kecelakaan pesawat atau transportasi lainnya dengan keberadaan korban yang tidak diketahui atau belum ditemukan, anggota keluarga boleh melakukan sholat ghaib untuk mendoakannya.

Setiap muslim diharapkan bisa mengetahui tata cara sholat ghaib mulai dari lafal niat, rukun sholat, hingga bacaan doa saat sholat ghaib.

Kali ini Dream akan mengulas tentang tata cara sholat ghaib lengkap dengan bacaan niat, hukum, syarat dan rukunnya, seperti dilansir dari berbagai sumber.

1 dari 6 halaman

Hukum Sholat Ghaib

Sebelum mengetahui tata cara sholat ghaib, alangkah baiknya kita ketahui dulu hukum menjalankan sholat ghaib. Ada beberapa pendapat dari para ulama yang menjelaskan tentang pelaksanaan sholat ghaib berikut ini:

Pendapat pertama menyatakan bahwa hukum sholat ghaib tidak boleh dikerjakan jika orang yang meninggal masih dalam satu negara, sementara orang tidak bisa melayat karena sakit atau ditahan. Tetapi ada pula pendapat ulama yang menyatakan bahwa, sholat ghaib dapat dilakukan karena orang yang meninggal dalam keadaan jauh atau lain negara.

Kemudian ada dalil yang menyatakan bahwa sholat ghaib boleh dilakukan sekali sholat dan niat untuk beberapa jenazah atau orang yang meninggal secara menyeluruh. Sehingga dapat dipahami bahwa sholat ghaib dapat dilakukan secara sekaligus untuk beberapa jenazah atau korban atau orang yang meninggal akibat bencana, kecelakaan, atau penyakit.

Dalil selanjutnya menyebutkan pelaksanaan batasan sholat ghaib adalah ketika seseorang berada di sebuah tempat di mana panggilan azan sudah tidak terdengar. Jika sudah di luar jangkauan, maka shalat ghaib bisa dilakukan untuk memohonkan ampun dan mendoakan orang yang meninggal.

2 dari 6 halaman

Bacaan Niat Sholat Ghaib

Sebelum memasuki penjelasan tata cara sholat ghaib, kamu juga perlu mengetahui bacaan niatnya. Karena ada dua niat yang harus diketahui saat hendak melaksanakan sholat ghaib. Yaitu niat ketika jenazah itu diketahui identitasnya dan yang kedua adalah bacaan niat untuk jenazah yang tak diketahui identitasnya.

Niat untuk Jenazah dengan Identitas Jelas

Jenazah Laki-Laki

Sebagai Imam:

" Ushalli alal mayyiti (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati imaaman lillahi ta'ala."

Artinya: " Saya niat sholat gaib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi imam karena Allah ta'ala."

Sebagai Makmum:

" Ushalli alal mayyiti (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati ma'muuman lillahi ta'ala."

Artinya: " Saya niat sholat gaib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi makmum karena Allah ta'ala.”

Jenazah Perempuan

Sebagai Imam:

" Ushalli alal mayyitati (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati imaaman lillahi ta'ala."

Artinya: “ Saya niat sholat gaib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi imam karena Allah ta'ala.”

Sebagai Makmum:

" Ushalli alal mayyitati (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati ma'muuman lillahi ta'ala."

Artinya: " Saya niat sholat gaib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi makmum karena Allah ta'ala."

3 dari 6 halaman

Niat Untuk Jenazah Tanpa Identitas

Ilustrasi© Pexels.com

Niat Sebagai Imam:

" Usholli ala man shola alaihi arba'a takbiroti fardhol kifayati imaaman lillahi ta'ala."

Artinya: " Saya niat sholat gaib sebagai imam atas mayit yang disholati dengan empat kali takbir fardu kifayah karena Allah ta'ala."

Niat Sebagai Makmum:

" Usholli ala man shola alaihi arba'a takbiroti fardhol kifayati ma'muuman lillahi ta'ala."

Artinya: " Saya niat sholat gaib sebagai makmum atas mayit yang disholati dengan empat kali takbir fardu kifayah karena Allah ta'ala."

4 dari 6 halaman

Syarat Sah Sholat Ghaib

Sebelum lanjut ke pembahasan tata cara sholat ghaib, kamu perlu mengetahui syarat sah sholat ghaib. Hal ini penting agar sholat ghaib yang kamu laksanakan bisa sah secara syariat.

Syarat sah sholat Ghaib setidaknya terangkum dalam dua hal:

Pertama adalah jenazah berada di luar daerah yang jauh dari jangkauan, atau di tempat yang dekat namun sulit dijangkau. Maka dari itu jika jenazah masih berada dalam daerah, walaupun jauh dan tak sulit dijangkau, maka tidak sah melakukan sholat Ghaib. Demikian pula jika azahnya berada di batas daerah, dan kita dekat dengan tempat tersebut, maka tidak sah melakukan sholat Ghaib. 

Kedua adalah telah mengetahui atau menduga kuat bahwa jenazahnya telah dimandikan. Sebab jika tidak, maka sholat Ghaibnya tidak sah. Tapi jika ia menggantungkan sholat Ghaibnya dengan sucinya jenazah tersebut maka sholatnya dihukumi sah. Misalnya, dalam niat ia mengatakan, “ Saya menyalati jenazah ‘Si Fulan’... dan seterusnya, dengan catatan di sudah suci atau sudah dimandikan ...” maka shalatnya juga sah.  

5 dari 6 halaman

Rukun Sholat Ghaib

Ilustrasi© Pexels.com

Rukun sholat ghaib sama dengan sholat jenazah. Karena sebenarnya yang membedakan di antara keduanya hanyalah soal ada dan tidak ada jenazah di hadapannya. Rukun merupakan hal pokok yang diketahui sebelum menjalankan tata cara sholat ghaib. Berikut tujuh rukun sholat Ghaib yang harus dilakukan: 

  1. Niat
  2. Berdiri bagi yang mampu.
  3. Takbir yang pertama lalu membaca surat al-Fatihah.
  4. Takbir kedua lalu membaca shalawat kepada Nabi saw.
  5. Takbir ketiga lalu membaca doa untuk jenazah.
  6. Takbir keempat.
  7. Salam
6 dari 6 halaman

Tata Cara Sholat Ghaib

Setelah mengetahui hukum dan bacaan niat, sudah saatnya kamu mengetahui tata cara sholat ghaib. Tata cara sholat ghaib dilaksanakan dalam 1 rakaat dengan 4 takbir tanpa gerakan rukuk dan sujud. Tata cara sholat ghaib ini sama dengan pelaksanaan sholat jenazah. Masing-masing takbir terdapat bacaan tersendiri yang perlu dilafalkan.

Agar lebih jelasnya sebaiknya kamu simak tata cara sholat ghaib berikut ini:

  1. Membaca niat.
  2. Takbir pertama kemudian dilanjutkan membaca surat Al Fatihah.
  3. Takbir kedua lalu membaca sholawat atas nabi, “ allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad”. Akan tetapi yang paling sempurna adalah dengan membaca sholawat Ibrahimiyah yang biasa dibaca saat tasyahud akhir dalam shalat.
  4. Takbir ketiga dengan membaca doa untuk orang yang meninggal yaitu " Allahummagfir lahu warhamhu wa’fu ‘anhu wa’afihi wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bi ma‘in wa tsaljin wa baradin wa naqqihi minal khathaya kama yunaqqast tsaubul abyadhu minad danas wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi waqihi fitnatal qabri wa ‘adzibin nar."
  5. Takbir keempat lalu disunahkan untuk membaca doa sebelum salam. Doa yang bisa dibaca adalah “ Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu”.
  6. Salam.
Beri Komentar