Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap Hukum, Waktu, dan Kebiasaan Nabi SAW yang Dianjurkan

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 25 November 2021 09:12
Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap Hukum, Waktu, dan Kebiasaan Nabi SAW yang Dianjurkan
Penting diketahui setiap umat muslim.

Dream - Menyambut hari kemenangan merupakan kebahagiaan yang luar biasa bagi setiap umat Muslim. Setelah sebulan berpuasa, perayaan Idul Fitri tentunya akan disambut dengan suka cita.

Sholat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah bagi umat Muslim. Tata cara sholat Idul Fitri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat lainnya, yang membedakan hanyalah pada niat dan bacaan takbirnya.

Terkait waktunya, sholat Idul Fitri dilaksanakan saat matahari kira-kira setinggi satu tombak hingga zawal. Perlu diketahui, Zawal yaitu ketika matahari bergerak ke barat.

Shiddiq Hasan Khan menyatakan, “ waktu sholat Idul Fitri adalah setelah tingginya matahari seukuran satu tombak sampai tergelincir. Adapun akhir waktunya adalah saat tergelincir matahari."

Agar lebih jelasnya, berikut ulasan Dream tentang tata cara sholat Idul Fitri lengkap dengan hukum, waktu dan kebiasaan Nabi SAW jelang melaksanakannya.

1 dari 4 halaman

Waktu Sholat Idul Fitri

Ilustrasi© Shutterstock.com

Sebelum mengetahui tata cara sholat Idul Fitri, kamu juga perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menjalankannya. Senada dengan pernyataan Shiddiq Hasan Khan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, juga ada penjelasan dari Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi.

Beliau berkata, “ Waktu sholat Idul Fitri adalah dimulai dari naiknya matahari setinggi satu tombak sampai tergelincir. Yang paling utama, sholat Idul Adha dilakukan di awal waktu agar manusia dapat menyembelih hewan-hewan kurban mereka, sedangkan sholat Idul Fitri diakhirkan agar manusia dapat mengeluarkan zakat Fitri mereka.” (Minhajul Muslim 278).

Maksudnya, waktu sholat Idul Fitri dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu zuhur. Hal ini berbeda dengan sholat Idul Adha yang dianjurkan untuk mengawalkan waktu demi memberi kesempatan kepada masyarakat yang hendak berkurban.

Sedangkan tata cara sholat Idul Fitri disunnahkan untuk memperlambatnya demi memberi kesempatan bagi umat Muslim yang belum menunaikan zakat fitrah.

© Dream
2 dari 4 halaman

Hukum Menjalankan Sholat Idul Fitri

Tata cara sholat Idul Fitri juga berkaitan dengan hukum menjalankannya. Jumhur ulama menyebutkan hukum sholat idul fitri adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.

Pendapat hukum sholat idul fitri adalah sunnah dan bukan wajib ini didasarkan dari jawaban Rasulullah ketika ditanya seseorang.

Beliau bersabda: “ Sholat lima waktu sehari semalam.” Orang itu bertanya lagi, “ Apakah ada kewajiban (sholat) lain?” Beliau menjawab, “ Tidak, kecuali engkau mengerjakan sholat sunnah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selanjutnya, Syaikh Abdurrahman Al Juzairi menyebutkan dalam kitabnya Fiqih Empat Madzhab, menurut Mazhab Hambali, hukum sholat idul fitri adalah fardhu kifayah bagi mereka yang diwajibkan untuk sholat Jumat. Sehingga jika di suatu masyarakat muslim sudah ada yang mengerjakannya, maka gugurlah kewajiban bagi orang lain.

Sementara itu menurut mazhab Hanafi, sholat idul fitri hukumnya fardhu ‘ain bagi mereka yang diwajibkan untuk Sholat Jumat. Sehingga yang tidak mengerjakannya akan mendapat dosa.

Pendapat yang menyatakan hukumnya fardhu ‘ain ini didasarkan pada perintah Rasulullah yang memerintahkan seluruh muslim Madinah untuk mengikuti sholat idul fitri, termasuk budak perempuan. Bahkan wanita yang sedang haid pun diperintah untuk hadir mendengarkan khutbah, namun menjauhi tempat sholat, sebagaimana hadits dari Ummu Athiyyah radhiyallahu ‘anha:

“ Rasulullah SAW memerintahkan kami keluar menghadiri sholat id bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khuthbah. Namun beliau menyuruh perempuan yang sedang haid menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3 dari 4 halaman

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Tata cara sholat Idul Fitri yang dilaksanakan berjamaah di masjid sangatlah mudah, karena hanya mengikuti gerakan imam sholat saja. Kamu juga perlu mengetahui tata cara sholat Idul Fitri agar tidak kebingungan saat mengikuti gerakan imam.

Berikut tata cara sholat Idul Fitri yang mudah sesuai sunnah:

  • Membaca niat: Ushallii sunnatan li ‘idil fithri rak'ataini (makmuman/imaaman) lillahi ta'alaa.

Artinya: " Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah Taala"

  • Membaca Takbiratul Ihram.
  • Membaca Doa Iftitah. Allaahu Akbaru kabiiraa-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-waashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
  • Takbir Sebanyak 7 Kali pada Rakaat Pertama.
  • Membaca tasbih setiap selesai takbir: Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar.
  • Setelah itu baca Al-Fatihah, diikuti surat pendek Alquran, dianjurkan membaca Surat al-A'la.
  • Kemudian lanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
  • Selanjutnya, pada rakaat kedua dilakukan seperti pada rakaat pertama. Namun pada rakaat kedua takbir hanya 5 kali saja.
  • Setiap kali selesai takbir, membaca tasbih seperti pada rakaat pertama.
  • Membaca al-Fatihah dan diteruskan membaca surah pendek dari Alquran.
  • Setelah itu ruku, sujud dan seterusnya hingga salam.
  • Setelah salam, kemudian dianjurkan atau disunahkan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri.
© Dream
4 dari 4 halaman

Kebiasaan Nabi SAW Menjelang Sholat Idul Fitri

Ilustrasi© Shutterstock.com

Sebelum sholat Idul Fitri, Rasulullah biasa makan kurma dengan jumlah ganjil yaitu tiga, lima, tujuh. Kemudian Rasulullah berjalan menuju tempat sholat sembari bertakbir. Selain itu, Rasulullah mengakhirkan sholat Id. Ini untuk memberikan kesempatan bagi umat Islam menunaikan zakat fitrah. Berikut sunnah Nabi SAW saat merayakan hari raya:

  • Membaca takbir mulai malam habis maghrib menuju 1 Syawal, disarankan untuk memperbanyak takbir guna mendapatkan manfaat takbir hingga shalat idul fitri akan dimulai.
  • Membayar zakat, merupakan salah satu rukun Islam yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan.
  • Membersihkan diri dan menggunakan wewangian seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Bahkan beliau SAW mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya.
  • Makan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri. Rasulullah biasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh sebelum menjalankan sholat Idul Fitri.
  • Melewati jalan berbeda saat pergi dan pulang sesuai anjuran Nabi SAW, " Nabi SAW ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya)." (HR. Bukhari)
  • Mengucapkan hari raya Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal kami dan kalian) kepada orang lain.
  • Setelah melaksanakan sholat, Rasulullah mendatangi tempat keramaian, dan mengunjungi rumah sahabat untuk bersilaturahmi dan saling mendoakan kebaikan satu sama lain.
Beri Komentar