Tata Cara Sholat Qiyamul Lail: Apakah Berbeda dengan Tahajud?

Reporter : Ulyaeni Maulida
Rabu, 30 Desember 2020 14:14
Tata Cara Sholat Qiyamul Lail: Apakah Berbeda dengan Tahajud?
Sholat qiyamul lail adalah sholat yang dilakukan pada waktu malam, terhitung sejak selesainya waktu Isya hingga terbit fajar.

Dream – Malam hari menjadi waktu paling tepat untuk bermunajat. Sehingga banyak ibadah sunnah yang dilakukan pada malam hari. Salah satunya adalah sholat qiyamul lail.

Namun, sholat qiyamul lail atau sholat malam berbeda dengan sholat tahajud. Sholat qiyamul lail adalah sholat yang dilakukan pada waktu malam, terhitung sejak selesainya waktu Isya hingga terbit fajar. 

Sedangkan sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang secara khusus dilakukan di malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur.

Sholat tahajud adalah bagian dari sholat malam. Namun, tidak semua sholat malam adalah sholat tahajud. 

 

1 dari 3 halaman

Sholat Sunnah Paling Afdhal

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Sholat qiyamul lail adalah sholat sunnah yang paling afdhal dilakukan dan mendapat banyak keistimewaan dalam Islam.

Nabi Muhammad SAW bersabda “ Sholat yang paling afdhal setelah sholat wajib adalah sholat malam” (HR. Muslim).

Allah juga perintahkan Nabi-Nya untuk melaksanakan tahajjud, sebagai tambahan kewajiban untuk beliau, “ Pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS. Al-Isra: 79).

2 dari 3 halaman

Tata Cara Sholat Qiyamul Lail

Ilustrasi Berdoa© Foto : Shutterstock

 

Tidak ada tata cara khusus dari Nabi SAW untuk melaksanakan qiyamul lail. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan melakukan qiyamul lail diantaranya:

Syarat Sholat

Dapat ditunaikan sebelum atau sesudah tidur. Sebelum menunaikan ibadah sholat malam harus terlebih dahulu telah menunaikan sholat Isya.

Waktu

Waktu sholat qiyamul lail adalah antara isya hingga terbit fajar. Sholat ini boleh dikerjakan di awal malam, pertengahan malam, atau akhir malam

Sahabat Anas bin Malik menceritakan, “ Setiap kami bangun saat ingin melihat Rasulullah SAW sholat malam, pasti kami bisa melihat beliau sholat.” (HR. Bukhari dan An-Nasai)

Maknanya adalah para sahabat dapat melihat Rasulullah SAW sholat malam yang terkadang dilakukan pada awal, pertengahan, atau akhir malam.

3 dari 3 halaman

Tata Cara Sholat Qiyamul Lail

Ilustrasi Berdoa© Foto : Shutterstock

Jumlah rakaat

Sholat malam tidak memiliki jumlah batasan rakaat. Secara umum sholat dikerjakan dengan 2 rakaat salam kemudian ditutup dengan witir. Di mana shalat witirnya ditunaikan dengan jumlah rakat ganjil

Hanya saja ulama berbeda pendapat, mana yang lebih afdhal, mengerjakan sholat malam dengan jumlah rakaat sedikit namun bacaannya panjang, ataukah mengerjakan sholat malam dengan jumlah rakaat banyak, namun bacaannya pendek.

  • Tata cara sholat malam untuk 11 rakaat. Dikerjakan 2 rakaat – 2 rakaat kemudian witir 1 rakaat di penghujungnya.
  • Tata cara sholat malam untuk 9 rakaat. Dikerjakan 8 rakaat sekaligus, kemudian duduk tasyahud awal dan langsung berdiri ke rakaat ke-9, da duduk tasyahud akhir lalu salam.
  • Tata cara sholat malam untuk 7 rakaat. Dikerjakan 7 rakaat sekaligus tanpa tasyahud awal, dan hanya duduk tasyahud akhir.
  • Tata cara sholat malam untuk 5 rakaat. Dikerjakan 5 rakaat sekaligus dan hanya duduk di tasyahud akhir
  • Tata cara sholat malam untuk 3 rakaat. Dikerjakan dengan cara yang tidak mirip dengan shalat maghrib. Bisa dengan 3 rakaat sekaligus, atau 2 rakaat salam, kemudian sholat lagi 1 rakaat.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar