Tata Cara Sholat Sunnah Rawatib Beserta Keutamaannya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Sabtu, 26 Desember 2020 18:01
Tata Cara Sholat Sunnah Rawatib Beserta Keutamaannya
Sholat sunnah rawattib adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu.

Dream – Sholat sunnah rawattib adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu.

Tata cara sholat sunnah rawatib juga tak berbeda jauh dari sholat fardhu. Perbedaannya terletak pada niatnya semata.

Keutamaan mengerjakan sholat sunnah rawatib sangat besar. Meskipun bukan ibadah wajib, namun Rasulullah SAW senantiasa mengerjakannya.

Sholat sunnah rawatib dibagi dua yaitu, sholat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum sholat fardhu disebut dengan sholat sunnah Qobliyah. Sedangkan sholat sunnah Rawatib yang dikerjakan setelah sholat fardhu disebut dengan sholat sunnah Ba'diyah.

1 dari 5 halaman

Sholat Sunnah Rawatib Mu'akkad

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Sholat sunnah rawatib mu'akkad sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Jumlah sholat sunnah rawatib mu'akkad ada 12 rakaat, yaitu:

  • 2 rakaat sebelum subuh
  • 2 atau 4 rakaat sebelum zuhur
  • 2 atau 4 rakaat sesudah zuhur
  • 2 rakaat sesudah maghrib
  • 2 rakaat sesudah isya

Penjelasan tentang jumlah rakaat sholat sunnah rawatib ini disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i.

Dari Aisyah ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada shalat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum zuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tarmidzi)

2 dari 5 halaman

Sholat Sunnah Rawatib Ghoiru Mu'akkad

 

Sholat sunnah rawatib ghoiru mu'akkad adalah jenis sholat sunnah rawatib yang tidak begitu ditekankan. Berikut adalah jumlah sholat sunnah ghoiru mu'akkad:

  • 2 atau 4 rakaat sebelum ashar (jika dikerjakan 4 rakaat, dikerjakan dengan 2 kali salam)
  • 2 rakaat sebelum maghrib
  • 2 rakaat sebelum isya
3 dari 5 halaman

Dasar Hukum dan Waktu Pelaksanaan Sholat Sunnah Rawatib

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Berikut dasar hukum pelaksanaan sholat sunnah rawatib.

Dari Abdullah bin Umar ra dia berkata: “ Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh rakaat yaitu; dua rakaat sebelum shalat zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Untuk waktu pelaksanaan sholat sunnah rawatib ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits di bawah ini.

Ibnu Qudamah berkata: " Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut.” (Al-Mughni 2/544)

 

Jadi, jika mengerjakan sholat sunnah rawatib sebelum sholat subuh, maka bacaannya:

“ Ushallii sunnatash shubhi rak’ataini qabliy-yatan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “ Aku (niat) sholat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”

Kemudian, jika mengerjakan sholat sunnah rawatib setelah sholat isya, maka bacaannya menjadi:

“ Ushallii sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini ba’diy-yatan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “ Aku (niat) sholat sunat ba’diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”

 

4 dari 5 halaman

Tata Cara Sholat Sunnah Rawatib

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Shutterstock.com)

 

Berikut niat dan tata cara sholat sunnah rawatib:

  1. Membaca Niat
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca doa Iftitah
  4. Membaca Surat al-Fatihah
  5. Membaca Surat Pendek (Dianjurkan Surah Al-Kaafirun dan Al-Ikhlas)
  6. Ruku dengan tumaninah
  7. Itidal dengan tumaninah,
  8. Sujud dengan tumaninah
  9. Duduk di antara dua sujud, dengan tumaninah
  10. Sujud kedua dengan tumaninah
  11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  12. Membaca surat Al-Fatihah
  13. Membaca Surat Pendek yang dihapal
  14. Ruku dengan tumaninah
  15. Itidal
  16. Sujud pertama (rakaat kedua)
  17. Duduk diantara dua sujud
  18. Sujud kedua (rakaat kedua)
  19. Tasyahud Akhir
  20. Salam
5 dari 5 halaman

Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Berikut beberapa keutamaan sholat sunnah rawatib:

Dibangunkan Rumah di Surga

At-Tarmidzi dan An-Nasa’i meriwayatkan hadits yang mengatakan bahwa, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada shalat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga." (HR. At-Tarmidzi dan An-Nasa’i)

Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Aisyah ra telah meriwayatkan sebuah hadits tentang sholat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) subuh, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “ Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” Dalam riwayat yang lain, “ Dua raka’at sebelum subuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya.” (HR. Muslim)

Diharamkan dari Api Neraka

Ummu Habibah ra telah meriwayatkan tentang keutamaan rawatib zuhur. Dia berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar