Tata Cara Sholat Tahajud, Apakah Sah Jika Dilakukan Sebelum Tidur?

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 18 Desember 2020 15:42
Tata Cara Sholat Tahajud, Apakah Sah Jika Dilakukan Sebelum Tidur?
Jika ingin mengerjakan sholat tahajud harus tidur terlebih dahulu walaupun hanya sebentar.

Dream – Sebagian orang seringkali mengalami gangguan tidur atau yang dikenal dengan insomnia. Orang-orang yang menderita insomnia kesulitan untuk menjalankan sholat tahajud yang syaratnya harus tidur terlebih dahulu.

Dari sini muncul pertanyaan apakah sah jika sholat tahajud dilakukan sebelum tidur karena memiliki gangguan insomnia?

Tidak tidur karena insomnia tidak bisa diberi label hukum apapun karena hal itu adalah penyakit. Sementara yang bisa dijatuhi hukum adalah perbuatan yang dilakukan dengan sadar dalam keadaan insomnia itu sendiri.

Dilansir dari NU Online, berikut penjelasan selengkapnya.

1 dari 3 halaman

Pendapat yang Kuat

Dalam bahasa pesantren, ada yang disebut begadang atau melek tanpa adanya gangguan kejiwaan atau insomnia. Hal itu itu boleh dan baik dilakukan asalkan diisi dengan hal-hal yang positif.

Pada tradisi pesantren, melek semacam ini menjadi laku yang wajib bagi para santri untuk mendapatkan cita-cita luhur, seperti ingin mendapatkan ilmu yang banyak dan barokah.

Setiap malam bahkan para santri memiliki keinginan yang kuat untuk begadang dan melakukan ibadah-ibadah seperti belajar, sholat malam, membaca dzikir dan ibadah lainnya.

Ilustrasi© freepik.com

Terkait dengan ibadah sunnah yang dilakukan pada malam hari saat begadang, apakah sholat tahajud termasuk di dalamnya?

Perlu dipahami bersama, bahwa sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang dilakukan di malam hari setelah tidur, walaupun tidurnya hanya sebentar.

Sehingga jika Sahabat Dream tidak tidur sama sekali di waktu malam maka sholat sunnah yang dilakukan bukan dinamakan sebagai sholat tahajud. Itu adalah menurut pendapat yang mu’tamad.

2 dari 3 halaman

Sholat Malam Hari Setelah Tidur

Sementara itu menurut Imam Romli dalam karyanya Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj menyebutkan:

“ Sholat tahajud disunahkan dengan kesepakatan ulama berdasarkan firman Allah Ta’ala (dan pada sebagian malam hari sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu (QS Al Isra’:79)) dan juga berdasarkan ketekunan nabi Muhammad Saw dalam melaksanakannya. Sholat tahajud adalah sholat sunnah di malam hari setelah tidur.” (Syihabuddin Al Ramli, Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj, Beirut Dar Al Fikr, 1404 H, Halaman 131 juz 2).

Masih dalam argumen yang senada, Syekh Sulaiman Ibn Muhammad ibn Umar Al Bujairami menyebutkan:

“ Dan sunnah melaksanakan sholat tahajud, yaitu sholat sunnah setelah tidur. (Penjelasan dari frasa ‘setelah tidur’ : walaupun tidur sebentar dan tidurnya dilakukan sebelum sholat isya, tapi sholat tahajud tetap dilakukan setelah sholat isya’. Oleh sebab itulah sholat ini disebut sholat tahajud (tahajud: tidur di waktu malam) dan inilah pendapat yang Mu’tamad atau kuat.”

(Sulaiman Ibn Muhammad Ibn Umar Al Bujairami, Hasyiyatul Bujairami Ala Syarhil Minhaj, Mathba’ah Al Halabi, 1369 H, halaman 286 juz 1).

3 dari 3 halaman

Tidurlah Dahulu

Ilustrasi© freepik.com

Dari penjelasan para ulama di atas bisa diambil kesimpulan bahwa sudah jelas sholat tahajud harus dilakukan setelah tidur. Dengan demikian jika ingin mengerjakan sholat tahajud harus tidur terlebih dahulu walaupun hanya sebentar.

Namun jika memang tidak bisa tidur karena penyakit atau gangguan lainnya, umat muslim masih bisa melaksanakan sholat sunnah lainnya seperti sholat tasbih, sholat hajat, sholat witir, dan lain sebagainya. Intinya adalah isilah malam-malam itu dengan ibadah kepada Allah Swt.

Semoga dengan sholat malam yang dilakukan Allah akan memberikan berbagai kemudahan dan mengabulkan doa-doa para hamba-Nya yang meminta kepada-Nya.

Beri Komentar