Tatkala Ceramah Rasulullah Ditinggal Sebagian Sahabat

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 22 Februari 2019 20:01
Tatkala Ceramah Rasulullah Ditinggal Sebagian Sahabat
Mereka pergi karena ada kafilah dagang datang tiba di Madinah.

Dream - Mendatangi majelis taklim atau pengajian tentu membawa manfaat bagi seorang Muslim. Tetapi, banyak juga saudara kita yang tidak betah berlama-lama di majelis karena alasan tertentu.

Salah satunya kebutuhan untuk belanja. Karena merasa waktunya mepet, mereka segera meninggalkan majelis padahal ceramah belum selesai.

Hal semacam ini rupanya pernah terjadi pada Rasulullah Muhammad SAW. Ketika belum selesai berceramah, sejumlah sahabat langsung pergi meninggalkan majelis.

Pemicunya, ada kafilah dagang dari negeri jauh pimpinan Dihyah Ibnu Khalifah datang. Rombongan itu berhenti tepat di depan masjid.

Sebagian sahabat tergoda dengan barang dagangan yang dibawa Dihyah. Begitu melihat kafilah itu, sebagian orang langsung pergi untuk belanja.

Sebagian lainnya masih ragu namun akhirnya pergi juga. Hanya sedikit sahabat yang bertahan dan tetap mendengarkan ceramah Rasulullah.

1 dari 2 halaman

Umar Marah, Abu Bakar Malu

Mungkin karena kafilah Dihyah tidak setiap saat datang. Ditambah, barang dagangan yang dibawa jumlahnya terbatas.

Sehingga kedatangan kafilah ini begitu ditunggu oleh para penduduk Madinah. Mereka tidak ingin sampai kehabisan.

Beberapa orang yang bertahan di antaranya Umar bin Khattab dan Abu Bakar As Shiddiq. Melihat perilaku sebagian sahabat, Umar geram dan ingin sekali memukul mereka.

Umar memang terkenal memiliki karakter yang keras. Mungkin kala itu Umar berpikir perilaku para sahabat itu dengan meninggalkan ceramah Rasulullah adalah bentuk penghinaan.

Berbeda dengan Abu Bakar. Sahabat yang terkenal dengan karakternya yang luwes ini merasa tidak enak hati. Dia malu kepada Rasulullah atas ulah sebagian sahabat yang mengejar kepentingan duniawi.

 

2 dari 2 halaman

Begini Reaksi Rasulullah SAW

Lantas, bagaimana dengan Rasulullah SAW? Sama sekali tidak ada raut masam ataupun marah pada wajah Rasulullah SAW.

Rasulullah hanya memandang para sahabat yang pergi dengan penuh kasih. Lalu kepada mereka yang tetap bertahan, Rasulullah mengatakan demikian.

" Katakanlah, apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan."

Peristiwa ini menjadi latar belakang diturunkannya Surat Al Jumu'ah ayat 11.

" Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berceramah). Katakanlah: 'Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan', dan Allah Sebaik-baik Pemberi rizki."

Ayat ini kemudian dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim.

" Nabi SAW menyampaikan ceramah dengan berdiri pada hari Jumat, tiba-tiba datanglah suatu kafilah dagang dari negeri Syam, maka jemah pun berlarian menjemput kafilah itu, hingga yang tinggal di masjid hanya 12 orang lagi. Maka diturunkanlah ayat ini (yakni pada surat Al Jumu’ah): 'Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berceramah)'."

Sumber: Islami.co

Beri Komentar