Tatkala Rasulullah Memperlakukan Tawanan Perang Badar

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 29 April 2019 10:02
Tatkala Rasulullah Memperlakukan Tawanan Perang Badar
Sikap Rasulullah membuat para tawanan perang akhirnya memeluk Islam.

Dream - Perang Badar merupakan salah satu peristiwa besar dan bersejarah bagi umat Islam. Di perang ini, umat Islam yang berjumlah hanya sekitar 313 orang mampu menaklukkan perlawanan dari Kaum Quraisy yang jumlahnya mencapai 1.000 orang.

Banyak Kaum Quraisy yang menjadi tawanan perang umat Islam. Mereka mendapat perlakukan yang adil dari Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat.

Suatu malam usai Perang Badar, Rasulullah tidak bisa tidur lantaran gelisah dengan keadaan pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib. Kala itu, Abbas menjadi tawanan perang umat Islam.

Abbas adalah orang yang baik dan tidak memusuhi Rasulullah meski tidak memeluk Islam. Dia berada di antara pasukan Kaum Quraisy bukan karena membenci Islam, melainkan sebatas melindungi kaumnya.

Melihat Rasulullah yang tidak juga bisa tidur, seorang sahabat bertanya ada apa dengan Sang Nabi. Rasulullah menjawab alasannya tidak bisa tidur lantaran mendengar teriakan Abbas dan para tawanan perang lainnya.

Memang, saat itu para tawanan perang diikat dengan tali yang sangat kuat sampai kesakitan. Sahabat yang bertanya kepada Rasulullah lalu segera mendatangi Abbas dan melonggarkan ikatan tali mereka.

1 dari 1 halaman

Tak Hiraukan Hubungan Darah

Sahabat itu lalu kembali lalu Rasulullah bertanya mengapa teriakan Abbas tidak terdengar lagi. Sahabat itu mengatakan dia telah melonggarkan tali yang mengikat Abbas.

Mendengar jawaban itu, Rasulullah merasa lega. Kemudian, Rasulullah memerintah sahabat tersebut melakukan hal yang sama kepada para tawanan perang lainnya.

" Lakukan juga kepada semua tawanan lain," kata Rasulullah.

Meski Abbas adalah keluarga, Rasulullah tidak ingin memberikan perlakuan istimewa. Keringanan diberikan Rasulullah kepada orang lain yang bernasib sama dengan pamannya.

Sikap Rasulullah menunjukkan keadilan diberikan tidak berdasarkan pada hubungan darah. Namun keadilan harus diberikan kepada semua orang.

Karena sikap adil Rasulullah inilah, banyak tawanan perang yang akhirnya memutuskan memeluk Islam. Pun demikian dengan Abbas, yang ikrar syahadatnya disambut dengan senang hati oleh Rasulullah.

Rasulullah sampai bersabda demikian.

" Abbas adalah saudara kandung ayahku. Barangsiapa yang menyakiti Abbas sama dengan menyakitiku."

(ism, Sumber: NU Online.)

Beri Komentar