Tengah Bertugas Rawat Pasien Virus Corona, Perawat Dapat Kabar Ibunya Wafat

Reporter : Sugiono
Jumat, 14 Februari 2020 08:00
Tengah Bertugas Rawat Pasien Virus Corona, Perawat Dapat Kabar Ibunya Wafat
Sedihnya, dia tak bisa meninggalkan tugasnya untuk menghadiri pemakaman ibunya.

Dream - Virus corona Covid-19 tidak hanya merenggut nyawa ribuan manusia, tapi juga menghancurkan kehidupan keluarga.

Lihat saja! Akibat wabah virus Covid-19, ayah terpisah dari anaknya. Keluarga tercerai-berai setelah salah satu anggota tertular virus mematikan itu.

Tidak hanya keluarga pasien yang menderita akibat virus Covid-19 ini. Tetapi para dokter dan perawat yang tidak terjangkit virus juga ikut sengsara.

Mereka bekerja siang dan malam, tanpa kenal lelah, untuk merawat para pasien virus Covid-19 yang makin hari makin bertambah banyak.

Akibatnya, para dokter dan perawat ini tidak punya waktu untuk mengurus keluarga. Bahkan sekadar menengok mereka.

1 dari 3 halaman

Mendengar Kabar Ibu Meninggal Dunia

Terbaru, seorang perawat di rumah sakit di Wuhan tidak bisa menahan kesedihan setelah mendengar kabar kematian ibunya di kampung halaman.

 Tengah bertugas rawat pasien virus Covid-19, dia mendapat kabar ibunya meninggal.© Cuplikan Video YouTube

Yang lebih menyedihkan lagi, perawat tersebut tidak bisa meninggalkan rumah sakit yang juga berfungsi sebagai pusat karantina pasien virus Covid-19 tersebut.

Menurut World of Buzz, perawat itu menerima panggilan telepon ketika sedang bertugas. Dia mendapat kabar bahwa ibunya sudah meninggal dunia.

 Dia hanya bisa menangis karena tak bisa hadiri pemakaman ibunya.© Cuplikan Video YouTube

Namun, dia tak punya pilihan selain tetap tinggal di rumah sakit. Perawat itu hanya bisa menangis karena tidak bisa menghadiri pemakaman ibunya di kampung halaman.

 Rekan-rekannya berusaha menenangkan hatinya yang sangat sedih.© Cuplikan Video YouTube

Beberapa rekan kerjanya terlihat berusaha menenangkannya. Akhirnya, dengan masih merasakan kesedihan, perawat itu berusaha menguatkan dirinya dan kembali bekerja.

Sumber: World of Buzz

2 dari 3 halaman

Lihat Videonya

Saat tengah bertugas merawat pasien virus Covid-2019, perawat ini mendengar kabar ibunya meninggal dunia. Dia hanya bisa menangis karena tak bisa keluar dari rumah sakit untuk menghadiri pemakaman ibunya.

3 dari 3 halaman

Tangani Virus Corona Wuhan, Tubuh Perawat Penuh Bercak Merah

Dream - Kasus virus Corona Wuhan (2019-nCoV) di kota Wuhan, Provinsi Hubei, mencapai 11.000 orang. Para staf kesehatan berusaha keras menangani menyebarnya virus ini.

Seorang perawat di Departemen Penyakit Terinfeksi di Rumah Sakit Anak Provinsi China, Hu Pei, 22 tahun, bekerja keras hingga wajah dan tangannya penuh tanda merah. Bahkan, tangannya tampak keriput dan pecah-pecah karena terpapar alkohol selama seharian.

Kondisi ini membuat punggung tangannya seperti kulit orang tua.

Dilaporkan China Press, Hu Pei lahir di 1998. Selama bertugas menjalani kegiatan, dia menggunakan pakaian dan sarung tangan selama sehari, dengan bedak talcum di dalam sarung tangannya.

" Aku bersiap untuk menjalani karantina setiap waktu," kata dia.

Dia mengatakan, ikut serta dalam misi itu sebagai bagian tanggung jawab generasi setelah 90-an.

" Faktanya, kami tidak takut, namun kami punya misi dan kami harus melakukan sesuatu. Kami muda dan takut tidak berpengalaman," ujar dia.

" Kadang ada rasa takut dan khawatir dalam hati dan keluargaku, tapi menggunakan masker, dan penutup wajah, baju pengaman tidak akan membuatku khawatir," ucap dia.

Kolega Hu Pei, Ning Bin berharap Hu Pei tidak lupa menggunakan krim dan sarung tangan.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam