Sengaja Tidak Puasa Ramadan Tanpa Alasan yang Dibenarkan, Akibatnya Mengerikan

Reporter : Sugiono
Kamis, 2 Mei 2019 19:00
Sengaja Tidak Puasa Ramadan Tanpa Alasan yang Dibenarkan, Akibatnya Mengerikan
Masih banyak kaum Muslim yang sengaja tidak puasa Ramadan tanpa uzur atau alasan yang dibenarkan secara syar'i.

Dream - Puasa Ramadan memiliki nilai dan kedudukan yang tinggi dalam Islam. Itu karena puasa Ramadan menjadi salah satu rukun Islam.

Siapa saja yang puasa Ramadan untuk mencari ridho Allah, maka dia akan memperoleh kebaikan dan keutamaan yang besar.

Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat untuk menjalankannya.

Hukum wajib puasa Ramadan itu sudah diterangkan dengan jelas berdasarkan Alquran dan Hadis.

Dalam Alquran, Allah telah berfirman tentang kewajiban puasa Ramadan ini, yang artinya:

" Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah:183)

Puasa Ramadan merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

" Islam dibangun di atas lima tiang: Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah; menegakkan shalat; memberikan zakat; haji; dan puasa Ramadan." (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)

Meski demikian, masih banyak juga kaum Muslim yang sengaja tidak puasa Ramadan tanpa uzur atau alasan yang dibenarkan.

Mereka tidak puasa Ramadan tanpa alasan yang dibenarkan, misalkan sibuk bekerja, bepergian dalam jarak dekat, atau alasan yang kurang kuat lainnya.

Selain itu, ada juga orang tidak puasa Ramadan karena alasan malas atau lalai (meski tahu tentang hukum wajibnya).

1 dari 5 halaman

Dosa Tidak Puasa di Bulan Ramadan

Orang-orang yang tidak puasa di bulan Ramadan yang demikian itu sungguh disayangkan. Karena tidak puasa Ramadan tanpa uzur, meski hanya satu hari, dianggap melakukan salah satu dosa besar.

Selain itu, orang yang sengaja tidak puasa di bulan Ramadan terancam oleh kemurkaan Allah dan siksa-Nya.

Sengaja tidak puasa Ramadan sama saja dengan tidak mengakui agama Islam. Karena salah satu tiang agama ini adalah menjalankan puasa di bulan Ramadan.

Menurut Syaikh Abdul 'Aziz ar-Rajihi, umat Muslim yang sengaja tidak puasa di bulan Ramadan, maka dia kafir atau murtad dari agama Islam.

Karena dia telah mengingkari satu kewajiban besar dan satu rukun dari rukun-rukun Islam. Dia juga mengingkari satu perkara yang diketahui dengan pasti sebagai ajaran Islam.

2 dari 5 halaman

Akibat Sengaja Tidak Puasa Ramadan

Karena hukumnya wajib dalam agama Islam, maka tidak puasa di bulan Ramadan dianggap sebagai dosa besar. Hukumannya akan dirasakan ketika di akhirat kelak, kecuali sudah bertobat sebelumnya.

Ada satu hadis yang menceritakan tentang hukuman akibat sengaja tidak puasa di bulan Ramadan ketika di akhirat kelak.

Imam An Nasa'i telah meriwayatkan dalam Al Kubro no. 3273 dari Abu Umamah al-Bahili, dia berkata:

" Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Ketika aku sedang tidur, tiba-tiba ada dua laki-laki mendatangiku, keduanya memegangi kedua lenganku, kemudian membawaku ke sebuah gunung terjal.

" Keduanya berkata kepadaku, " Naiklah!" Aku menjawab, " Aku tidak bisa" . Keduanya berkata, " Kami akan membantumu" . Maka aku naik. Ketika aku berada di tengah gunung itu, tiba-tiba aku mendengar suara-suara yang keras, maka aku bertanya, " Suara apa itu?" Mereka menjawab, " Itu teriakan penduduk neraka" .

" Kemudian aku dibawa, tiba-tiba aku melihat sekelompok orang tergantung (terbalik) dengan urat-urat kaki mereka (di sebelah atas), ujung-ujung mulut mereka sobek mengalirkan darah. Aku bertanya, " Mereka itu siapa?" Dua orang itu menjawab, " Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum waktunya" ." (HR. Imam Nasa'i dalam as-Sunan al-Kubra, no. 3273; Ibnu Hibban; Ibnu Khuzaimah; al-Baihaqi, 4/216; al-Hakim, no. 1568; ath-Thabarani dalam Mu'jamul Kabîr. Dishahihkan oleh al-Hakim, adz-Dzahabi, al-Haitsami. Lihat: al-Jami' li Ahkamis Shiyam, 1/60]

Hadis lainnya juga menjelaskan tentang akibat sengaja tidak puasa Ramadan. Namun hadis ini dianggap dhaif atau lemah oleh Imam Ibnu Khuzaimah, Syaikh Syu'aib al-Arnauth, Syaikh al-Albani, dan lainnya. Karena ada perawi yang tidak dikenal yang bernama Ibnul Muqawwis.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, " Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Barangsiapa berbuka sehari dari (puasa) bulan Ramadan bukan dengan (alasan) keringanan yang Allah berikan kepadanya, maka tidak akan diterima darinya (walaupun dia berpuasa) setahun semuanya. (HR. Ahmad, no. 9002; Abu Dawud, no. 2396; Ibnu Khuzaimah, no.1987)

Meskipun hadis ini dianggap dhaif, banyak riwayat dari para sahabat yang menguatkannya. Salah satunya Riwayat Ibnu Hazm dalam al-Muhalla 6/184.

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, bahwa dia berkata:

" Barangsiapa berbuka sehari dari (puasa) bulan Ramadan dengan sengaja, berpuasa setahun penuh tidak bisa menggantinya." (Riwayat Ibnu Hazm dalam al-Muhalla, 6/184)

3 dari 5 halaman

Yang Diperbolehkan Tidak Puasa Ramadan

Allah Ta'ala mewajibkan berpuasa kepada semua kaum Muslimin di bulan Ramadan. Namun bagi orang yang tidak mampu, maka Allah memberikan keringanan.

Mereka bisa mengganti puasa Ramadan dengan berpuasa di lain hari atau membayar fidyah, misalnya memberi makan orang miskin.

Hukum membayar fidyah untuk mengganti puasa ini sudah ditetapkan Allah dalam Alquran, yang berbunyi:

" Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin." (QS. Al-Baqarah: 184)

Ada empat golongan yang diperbolehkan tidak menjalankan puasa Ramadan. Selain ada juga satu golongan yang dilarang berpuasa.

1. Orang yang sakit

Orang yang sakit diperbolehkan tidak menjalankan puasa Ramadan. Golongan ini adalah orang sakit yang apabila menjalankan puasa, dapat memperparah kondisi yang bersangkutan. Meski tidak berpuasa, namun orang tersebut harus membayar puasanya di lain hari.

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, " Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain."

2. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh

Seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh, diperbolehkan tidak puasa Ramadan. Dengan syarat kondisi perjalanan tersebut berat dan menyulitkan. Namun, orang tersebut wajib mengganti puasanya di kemudian hari.

Nabi Muhammad bersabda dalam hadis riwayat Muslim, " Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, " Siapa ini?" Orang-orang pun mengatakan, " Ini adalah orang yang sedang berpuasa." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Bukanlah suatu yang baik seseorang berpuasa ketika dia bersafar."

4 dari 5 halaman

Lansia dan Wanita Hamil

3. Orang lanjut usia (lansia)

Orang tua yang tidak mampu menjalankan puasa diberi kelonggaran untuk tidak berpuasa. Sebagai gantinya, orang tersebut diwajibkan untuk membayar fidyah yaitu dengan memberi makan fakir miskin setiap kali orang tersebut tidak berpuasa.

Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 184, " Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin."

Adapun ukuran satu fidyah adalah setengah sho', kurma atau gandum atau beras, yaitu sebesar 1,5 kg beras.

4. Wanita hamil dan menyusui

Wanita hamil dan menyusui diperbolehkan tidak puasa Ramadan. Namun mereka harus menggantinya di kemudian hari.

Hukum wanita hamil dan menyusui diperbolehkan tidak puasa Ramadan terdapat pada hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad.

Nabi bersabda dalam hadis riwayat Ahmad, " Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui."

5 dari 5 halaman

Golongan yang Dilarang Puasa

Sedangkan satu golongan yang dilarang untuk berpuasa adalah wanita yang sedang haid dan nifas.

Nabi bersabda dalam Hadis Riwayat Bukhari menyebutkan, " Bukankah ketika haid, wanita itu tidak shalat dan juga tidak puasa. Inilah kekurangan agamanya."

Namun, setelah masa haid atau nifas selesai, mereka harus mengganti puasa sebanyak hari yang ditinggalkan.

Demikianlah penjelasan tentang masalah orang-orang yang tidak puasa di bulan Ramadan. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie