Tips Bagi Waktu Malam Ibadah dan Tidur Cara Sahabat Nabi

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 23 November 2019 18:00
Tips Bagi Waktu Malam Ibadah dan Tidur Cara Sahabat Nabi
Abu Hurairah punya cara memanfaatkan waktu malam.

Dream - Salah satu tanda kekuasaan Allah adalah bergantinya siang dan malam. Dua waktu ini diciptakan Allah memberikan banyak manfaat kepada manusia.

Siang hari digunakan untuk beraktivitas dan bekerja. Sementara malam harinya adalah untuk istirahat.

Tentu, masing-masing waktu punya keistimewaan sendiri. Nilai keistimewaan itu dapat memberikan manfaat bagi kita.

Dikutip dari Bincang Syariah, para sahabat Rasulullah Muhammad SAW serta para ulama selalu mengistimewakan waktu malam. caranya dengan memperbanyak melakukan kebaikan serta beribadah kepada Allah.

Masing-masing dari mereka punya cara sendiri memanfaatkan waktu. Demikian pula dengan Abu Hurairah RA.

1 dari 7 halaman

Cara Abu Hurairah Habiskan Malam

Imam Ad Darimi menyebutkan kebiasaan Abu Hurairah membagi waktu untuk ibadah dan tidur setiap malam. Hal itu dituangkan dalam kitab Sunan Ad Darimi.

Dalam kitab itu disebutkan Abu Hurairah membagi waktu menjadi tiga. Bagian pertama yaitu sepertiga malam awal yang kerap dimanfaatkan untuk istirahat dan tidur.

Bagian kedua yaitu sepertiga malam kedua yang sering dimanfaatkan Abu Hurairah untuk melaksanakan sholat dan ibadah. Sedangkan bagian ketika yaitu sepertiga malam terakhir yang selalu digunakan oleh Abu Hurairah untuk mempelajari hadis-hadis Rasulullah SAW.

" Abu Hurairah pernah berkata, 'Sungguh aku membagi waktu malamku menjadi tiga bagian, sepertiga waktu malam untuk tidur, sepertiga untuk beribadah, dan sepertiga lagi untuk mempelajari hadis Rasulullah SAW'."

Dari rincian tersebut, maka Abu Hurairah hanya memanfaatkan waktu malam untuk tidur selama 4 jam. Selebihnya digunakan untuk ibadah dan mengkaji hadis.

Cara Abu Hurairah dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa menghabiskan waktu malam tidak hanya untuk tidur namun juga ibadah dan belajar.

Sumber: Bincang Syariah

2 dari 7 halaman

Muslimah Bimbang Berolahraga di Tempat Umum? Yuk Baca Kisah Istri Rasulullah Ini

Dream - Olahraga sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Dengan olahraga, performa tubuh tetap terjaga bahkan jadi makin bugar.

Di sisi lain, olahraga mungkin menjadi masalah serius di sebagian Muslimah. Banyak wanita yang ragu-ragu untuk beraktivitas olahraga di luar rumah.

Umumnya para wanita khawatir keberadaan mereka akan menjadi perhatian para kaum adam. 

Dikutip dari Bincang Muslimah, olahraga di tempat umum sebenarnya bukanlah penghalang bagi Muslimah. Malah aktivitas ini sangat dianjurkan.

3 dari 7 halaman

Aisyah RA Ditantang Lari Rasulullah

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Imam Nasai, Aisyah RA pernah mendapat tantangan balap lari dari Rasulullah Muhammad SAW. Tantangan itu ditawarkan Rasulullah di hadapan para sahabatnya yang kebanyakan laki-laki.

Dari Aisyah berkata, " Aku pernah menemani Nabi SAW dalam sebuah perjalanan. Saat itu aku masih muda dan badanku belum gemuk. Nabi SAW berkata kepada para sahabat. 'Silakan jalan duluan.' Maka para sahabat pun berjalan mendahului Nabi SAW. Lalu Nabi SAW berkata kepadaku, 'Kemarilah, aku akan mengajakmu balap lari.' Maka aku pun memenuhi ajakan tersebut, kemudian aku berhasil mengalahkan Nabi SAW, dan beliau pun terdiam saat itu. Sampai pada suatu ketika badanku sudah mulai gemuk, dan aku pun lupa entah dalam perjalanan ke mana saat itu. Beliau berkata kepada para sahabat, 'Silakan jalan duluan.' Maka para sahabat pun berjalan mendahului Nabi SAW. Lalu beliau berkata, 'Kemarilah, aku akan kembali mengajakmu balap lari.' Maka aku pun memenuhi ajakan tersebut, kemudian beliau mampu mengalahkanku. Beliau tertawa dan berkata, 'Inilah pembalasanku'."

Derajat hadis ini adalah shahih. Sehingga tidak ada lagi keraguan mengenai muatannya.

 

4 dari 7 halaman

Muslimah Boleh Olahraga di Ruang Terbuka

Berdasarkan hadis ini, Rasulullah secara tidak langsung mengajarkan umat Islam khususnya Muslimah untuk tidak ragu berolahraga di tempat umum dan terbuka. Aisyah saja diajak lomba lari oleh Rasulullah di depan para sahabatnya.

Abdul Mu'in Al Hanafi dalam kitabnya Mausu'ah Ummu Al Mu'minin menjelaskan maksud dari hadi ini.

" Lomba lari di antara suami istri menunjukkan sempurnanya hubungan suami-istri, lomba lari adalah olah raga, dan Nabi menjaga untuk berolah raga secara teratur."

Sehingga, tidak ada larangan seorang Muslimah untuk berolahraga di tempat umum. Meski demikian, dianjurkan tetap memperhatikan adab terutama dalam berpakaian yaitu dengan mengenakan baju sopan dan menutup aurat.

Sumber: Bincang Muslimah.

5 dari 7 halaman

Kedudukan Harta Istri Dalam Rumah Tangga Menurut Islam

Dream - Dalam masyarakat modern, suami dan istri yang sama-sama bekerja bukan lagi jadi hal aneh. Mereka pun mendapatkan penghasilan yang menjadi hartanya masing-masing.

Banyak wanita berkeluarga meniti karier di luar rumah. Menjadi guru, profesional, maupun menjadi pengusaha.

Tidak sedikit pula wanita yang mendapatkan harta dari usahanya di rumah. Tidak hanya dari membuka toko melainkan menjadi kaum profesional yang mengerjakan segala kontrak dari rumahnya.

Tentu mereka punya penghasilan tersendiri. Tidak jarang pula penghasilan mereka lebih tinggi dari suaminya.

Lantas, bagaimana sebenarnya kedudukan harta istri dalam rumah tangga?

 

6 dari 7 halaman

Harta Istri

Dikutip dari Bincang Muslimah, sudah jadi permakluman suami merupakan pengayom, pelindung sekaligus pemimpin keluarga. Karena itulah, dia berkewajiban memberikan penghasilannya untuk nafkah kepada istri dan anak-anaknya.

 Studi: Biar Miskin, Orang Indonesia Ogah Berhutang© MEN

Hal ini seperti dijelaskan dalam Surat An Baqarah ayat 233.

" Dan merupakan kewajiban bapak (orang yang mendapatkan anak) untuk memberikan nafkah kepada istrinya dan memberinya pakaian dengan cara yang wajar."

Nafkah merupakan hak yang didapat istri dari suaminya. Tetapi, harta yang ada pada istri adalah milik pribadinya yang tidak diwajibkan untuk diberikan kepada suami.

 

7 dari 7 halaman

Statusnya Dalam Rumah Tangga

Dalam Surat An Nisa ayat 32, Allah SWT berfirman.

" Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Mengetahui Segala Sesuatu."

Ayat tersebut menjelaskan antara suami dan istri punya hak atas apa yang mereka usahakan. Penghasilan istri jadi hartanya, pun demikian halnya dengan pendapatan suami.

 Ngaku `Miliarder` Lelaki Ini Buat Mertua Utang Rp1,6 Miliar© MEN

Bedanya, suami punya kewajiban untuk memberikan sebagian pendapatannya sebagai nafkah kepada keluarganya. Maka, harta yang diberikan suami menjadi hak istri dan anak-anaknya untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Lain halnya jika suami istri bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka istri dapat memberikan hartanya secara sukarela.

Meski begitu, hal itu tidak menjadi penyebab gugurnya kewajiban suami atas istri sebagai pemberi nafkah. Sehingga, harta istri hanya sebagai pendukung untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. (mut)

Sumber: Bincang Muslimah

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna