Kebiasaan Rasulullah Usai Makan: Tak Langsung Minum

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 14 Oktober 2019 12:36
Kebiasaan Rasulullah Usai Makan: Tak Langsung Minum
Ternyata, minum begitu selesai makan justru berdampak buruk pada tubuh.

Dream - Minum usai makan sudah jadi aktivitas yang tak terpisahkan. Apapun jenis minumannya, mulai air mineral, teh, maupun minuman lainnya, kita akan langsung menengguknya sehabis makak.

Tetapi, hal tersebut rupanya tidak dianjurkan baik dalam ajaran Islam maupun dunia medis. Malah dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Dikutip dari Bincang Syariah, ternyata banyak ulama yang membahas mengenai kebiasaan ini. Salah satunya adalah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya asal Pekalongan, Jawa Tengah.

Di setiap ceramahnya, Habib Luthfi selalu mengingatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan dari pola makan. Salah satu caranya yaitu dengan tidak langsung minum begitu selesai makan.

Dianjurkan untuk menunggu dulu selama 30 menit baru minum. Ini agar makanan diproses dulu dalam perut.

 

1 dari 5 halaman

Kata Ulama Dahulu

Kebiasaan ini rupanya dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Beberapa ulama yang menjelaskan sunah ini antara lain Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin.

" Dan hendaknya tidak banyak minum ketika makan kecuali untuk melancarkan jalannya makanan yang tersendat atau haus, ada yang mengatakan hal seperti ini dianjurkan dalam ilmu kedokteran."

Ibnu Muflih berpendapat senada. Dia menuangkan pendapatnya mengenai sunah tidak langsung minum usai makan dalam kitabnya Al Adab Al Syar'iyyah.

" Buah yang dicerna di dalam perut akan rusak sebab air yang mencampurinya. Sebagian ahli kedokteran mengatakan bahwa menahan haus setelah makan buah-buahan adalah sebaik-baik obat."

Demikian halnya dengan Ibn Al Qayyim Al Jauziyah. Dia membahas hal ini dalam kitabnya At Thibb An Nabawiy.

" Dan minum setelah makan bukan merupakan petunjuk Nabi SAW, air tersebut dapat merusak makanan terutama jika airnya panas atau dingin, sungguh sangat buruk."

Dilihat dari sudut pandang medis, para dokter menjelaskan konsumsi air setelah makan dapat membuat enzim pencernaan dalam perut jadi lebih encer. Sehingga, makanan tidak dapat tercerna dengan baik.

Karena tidak tercerna dengan baik, glukosa dalam makanan dapat berubah menjadi lemak dan memicu kadar insulin. Kondisi ini memicu meningkatnya kadar gula darah.

Sumber: Bincang Syariah

2 dari 5 halaman

Keutamaan Anjuran Tidak Mencela Makanan

Dream - Makanan memiliki peranan penting bagi kehidupan. Dari makanan, seorang makhluk mendapatkan energi untuk bisa melanjutkan aktivitasnya.

Makanan juga merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT, sehingga kita dianjurkan untuk selalu bersyukur.

Tidak bisa dipungkiri, setiap orang punya selera masing-masing soal makanan. Selera itu menentukan suka tidaknya seseorang pada makanan.

Ada yang menganggap makanan lezat sehingga begitu menyukainya. Namun tidak sedikit orang merasa tidak cocok dengan rasa makanan tertentu.

Jika tidak cocok apalagi suka, dianjurkan untuk tidak mencaci makanan. Karena sejatinya makanan itu merupakan kasih sayang dari Allah SWT.

Dikutip dari Bincang Syariah, seorang pencela makanan termasuk orang yang tidak mau bersyukur atas nikmat yang diterimanya. Dia tidak ingat masih banyak orang yang tidak bisa makan.

3 dari 5 halaman

Pencela Makanan Adalah Orang Sombong

Imam An Nawawi dalam kitabnya Riyadhus Shalihin menyebut pencela makanan sebagai orang yang sombong. Dalam pandangannya, memuji makanan berarti menyukainya sedangkan mencela berarti merendahkan nikmat yang diberikan Allah.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, sahabat Jabir RA bercerita bagaimana Rasulullah Muhammad SAW memperlakukan makanan. Suatu hari, Rasulullah meminta lauk kepada istrinya namun yang tersedia hanyalah cuka.

" Bahwasanya Nabi SAW meminta kepada istri beliau lauk. Lalu mereka menjawab, 'Kami tidak punya lauk kecuali cuka." Kemudian Rasulullah memintanya dan memakannya (bersama roti) dan bersabda, " Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka'."

Hadis ini menunjukkan bagaimana Rasulullah memperlakukan makanan. Meski cuka, Rasulullah tetap memakannya dan tidak mencelanya.

Sepanjang hidup Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Jika tidak menyukai makanan yang tersedia, Rasulullah cukup meninggalkannya.

Ini merupakan adab Rasulullah kepada Allah yang patut kita contoh. Jika mencela makanan yang tidak disukai, sama saja dengan ucapan buruk menolak rezeki dari Allah.

Sumber: Bincang Syariah

4 dari 5 halaman

Doa Agar Amalan Diridhai Allah, Sering Diucapkan Putri Rasulullah

Dream - Amal merupakan bagian terpenting dalam hidup manusia dalam hakikatnya sebagai makhluk yang diciptakan Allah SWT.

Umat Islam dianjurkan beramal sebanyak mungkin. Menebarkan kebaikan kepada sesama maupun alam.

Tetapi, hal yang terpenting bagi seorang Muslim saat beramal adalah mendapatkan ridha Ilahi. 

Agar mendapatkan ridha dari Allah, dianjurkan mengucap doa ini. Doa ini merupakan doa putri Rasulullah Muhammad SAW, Fatimah Az Zahra.

5 dari 5 halaman

Doa Mohon Ridha Allah

 Doa Mohon Ridha Allah

Allahumma inni as'aluka huda wattuqa wal 'afafa wa ghina wal 'amala bima tuhibbu watardha, allahumma inni as'aluka min quwwatika lidha'fina wa min ghinaka lifaqrina wa faqatina, wamin hilmika wa 'ilmika li jahlina, allahumma shalli 'ala muhammadin wa 'ali muhammadin, wa a'inna 'ala syukrika wa dzikrika, wa tha'atika wa 'ibadatika, birahmatika ya arhamar rahimin.

Artinya;

Ya Allah, aku memohon petunjuk pada-Mu dan kehormatan dan kekayaan serta beramal sesuai dengan apa yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah, aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dari-Mu karena kejahilan kami. Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan keluarganya dan bantulah kami supaya dapat bersyukur dan berzikir pada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal