Tsunami Covid-19 India, Bajaj Disulap Jadi Ambulans

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 6 Mei 2021 04:00
Tsunami Covid-19 India, Bajaj Disulap Jadi Ambulans
Bajajnya diubah menjadi ambulans kecil, disertai tabung oksigen, sebuah oksimeter dan persedian medis lain.

Dream - Pandemi Covid-19 di India belum menunjukkan adanya penurunan kasus. Dengan angka kematian yang terus membengkak, seorang sopir bajaj bernama Mohammad Javed Khan merasa tergerak hatinya.

Melihat banyaknya orang-orang menggendong orang tua mereka yang terinfeksi virus corona dan sangat miskin untuk menyewa ambulans, muncul ide kebaikan yang bisa ditawarkan.

Javed, 34 tahun, sopir bajaj di kota Bhopal, menjual perhiasan istrinya dan mengubah bajajnya menjadi ambulans kecil, disertai tabung oksigen, sebuah oksimeter untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dan persedian medis lain.

1 dari 3 halaman

Saat India tengah bergulat dengan krisis mengerikan, individu seperti Javed banyak bermunculan di sekitar masyarakat. Saling bahu membahu menyelamatkan nyawa.

" Saya melihat seorang pasien sangat kritis dibawa ke rumah sakit tanpa dukungan oksigen. Jadi saya pikir, mengapa tidak mengubah bajaj menjadi ambulans. Memang tidak seluas ambulans, tetapi bisa menyelamatkan nyawa," jelas Javed dikutip dari Straits Times, Rabu 5 April 2021.

" Saya juga melihat anak muda berjuang tanpa oksigen. Bahkan menghubungi ambulas memerlukan biaya berkisar 5.000-10.000 rupee (Rp9,7 juta-1,9 juta). Bagaimana orang miskin membayarkanya? Khusunya selama pandemi banyak yang tidak memiliki penghasilan," lanjutnya.

 

2 dari 3 halaman

Seorang pendonor memberinya sebuah tabung oksigen dan yang lainnya memberikan oksimeter.

Hari lainnya, seorang dokter mengajarkan Javed menggunakan tabung dan oksimeter dengan aman sehingga bisa mengalirkan oksigen kepada pasien saat mereka dibawa ke rumah sakit.

“ Banyak orang datang untuk membantu saya dengan sumbangan dan meminta saya terus berkeliling sampai pandemi berakhir,” jelasnya.

“ Ini berkat bantuan begitu banyak orang, saya bisa melakukan ini. Saya tidak akan bisa melakukan ini sendiri.”

3 dari 3 halaman

Dengan niat baiknya, ternyata Javed pernah bermasalah dengan pihak berwenang dan mendakwanya lantaran mengoperasikan bajajnya tanpa izin selama lockdown di negara bagian Madhya Pradesh. Namun setelah mendapat kecaman di media sosial, polisi mencabut dakwaan tersebut dan memberikannya izin khusu.

Madhya Pradesh sendiri, seperti negara bagian lain, terlihat lonjakan kasus selama beberapa pekan terakhir dan memicu kelangkaan oksigen beserta peralatan medias lain.

Krematorium dan lahan pemakaman juga mengalami lonjakan jenazah. Negara bagian ini telah melaporkan kebih dari 12.000 kasus infeksi baru pada Senin kemarin.

Sumber: Straits Times

Beri Komentar